----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

REPUBLIK MALUKU SELATAN (RMS) DAN IDUL FITRI BERDARAH

Kerusuhan di Ambon yang bernuangsa SARA/ AGAMA dan dapat dikatakan "IDUL
FITRI BERDARAH" telah membuat berbagai macam analisa /interpretasi dari
berbagai kalangan. Tokoh KISDI sdr Soemargono dan ada tokoh Islam asal
Maluku mengatakan bahwa ada gerakan RMS yang di tandai dengan
berkibarnya bendera RMS di beberapa tempat di Ambon pada saat terjadinya
kerusuhan di kota tsb. Hal yang sama juga di ungkapkan oleh salah satu
tokoh Islam di Maluku Bp. A.Soulisa di Ambon bahwa bendera RMS berkibar
di sekitar Kudamati -Kecamatan Nusaniwe-Kodya Ambon (Media Indonesia 1
Februaru 1999).
Kalau ini benar maka pada kerusuhan yang lalu ada  unsur "pembersihan
etnis" yang tujuannya adalah untuk memuluskan mendirikan RMS tadi.

Beberapa hari yang lalu saya mencoba melakukan hubungan telpon dengan
beberapa sumber di Ambon untuk mencari tau kebenaran berita tsb.Dan
memang betul ada beberapa pamlet yang bertuliskan antara lain "AMBON
BERSIH" apa yang dimaksudkan dengan isi pamlet ini menurut sumber tsb
tidak mengetahui dengan pasti. Apakah ada hubungan dengan "pembersihan
etnis" diatas,atau memang merupakan suatu progam pemerintah untuk selalu
menjaga kebersihan kota.
Kalau ini benar maka masalah yang terjadi di "BOSNIA" telah terjadi di
Ambon.dan ini sangat mengerikan sekali. Tetapi masalah berkibarnya
bendera RMS  sumber yang berada di Ambon pada saat kerusuhan mengatakan
memang betul ada ,tetapi itu "KATANYA". Mungkin betul mungkin juga
tidak betul.

Menurut  saya sumber yang diberikan  dari  Ambon tentang berkibarnya
bendera RMS perlu di re-cek ke berbagai sumber agar lebih akurat dan
agar tidak meresahkan masyarakat di daerah tsb.Dan kalau hal ini memang
benar maka kemungkinan ada unsur atau golongan pendukung RMS yang
berdiri di belakang kerusuhan ini.Dan seandainya ini benar pula maka
akan dengan mudah diredam oleh Pemerintah / aparat keamanan kelanjutan
apa yang terjadi di Ambon.

Perlu kita ingat dan perlu pula  diimformasikan kepada generasi saat ini
bahwa pada saat berdirinya RMS ditahun 1950-an yang paling gigih
menentang adalah umat Islam dan sebagian umat Kristen yang beraliran
moderat/nasionalis.
Memang "isu saat" itu yang dihembuskan adalah apabila tentara pusat
/Jakarta/Jawa masuk ke Ambon maka semua akan "disunat" atau istilah
sekarang "ISLAMISASI",sehingga banyak sdr2 kami umat Kristen yang
terpengaruh akan isu ini.Namun tidak sedikit umat Kristen yang tidak
percaya dan menentang ide pendirian RMS ini.
Banyak kalangan mempercayai bahwa RMS ini merupakan ambisi pribadi
Soumokil yang tokoh Maluku pada waktu itu yang di dukung oleh sebagian
orang Maluku eks tentara Belanda yang kemudian menyeret sebagian
golongan ummat untuk mendukung ide tsb.Ide ini tidak mendapat dukungan
masarakat luas dan tidak mengakar ke rakyat baik masarakat Islam maupun
masakat Kristen yang disebutkan di atas.

Ide RMS ini telah hampir 50 tahun yang lalu,baik penggagas maupun
sebagian pengikut pada saat itu sudah tidak ada lagi di muka bumi
ini,sehinnga agak "mengherankan" apabila ada lagi yang ingin
membangkitkan semangat "separatisme" didaerah ini. Kalaulah hal ini
benar maka barangkali sisa penggagas dan generasi tua pendukung RMS ini
sangat intensif memasukkan pengaruhnya kepada generasi muda Maluku saat
ini.Dan barang kali patut diduga bahwa mereka inilah yang barangkali
merupakan bagian dari yang di namakan "profokator". Maaf tentu perlu
penelitian lebih lanjut untuk menelusuri sisa sisa RMS ini.

Melakukan "cek dan re-cek" perlu dilakukan agar keadaan ini tidak
dijadikan ajang politisasi dan menghindarkan salin curiga antara orang
Ambon serta agar tidak menyudutkan orang Ambon dari golongan agama
tertentu yang tidak tau menahu tentang apa yang terjadi.
Cek dan re-cek juga untuk membuat pihak keamanan lebih siaga dan
Pemerintah lebih siaga lebih dini untuk mencegah terjadinya pemikiran
dis- integrasi daerah ini.Barangkali perlu penyelidikan intelejen ala
"JAMES BOND".
Kalau memang benar adanya cita2 mendirikan RMS maka saya yakin baik
orang Ambon/Maluku yang beragama Islam maupun Kristen moderat
/nasionalis  di daerah ini  akan sangat menentang.

Kalau dilakukan analisis secara mendalam  dan dikaitkan dengan berita2
bahwa diduga adanya profokator dalam kerusuhan di Ambon barangkali kita
bisa juga curiga bahwa bisa saja bendera2 ini telah dipersiapkan oleh
profokator dan sengaja dikibarkan oleh mereka untuk meningkatkan
semangat tempur para "pendukung" RMS sebaliknya dilain fihak dapat
menimbulkan antipati kepada fihak yang "tidak mendukung" adanya RMS. Dan
dua golongan inilah yang di cita citakan untuk saling bertempur.

Semua ini terpulang kepada rakyat Ambon khususnya dan Maluku pada
umumnya untuk tidak bermimpi di siang bolong karena yang akan menderita
adalah rakyat di daerah ini sendiri.
Apakah kita akan hidup ditanah leluhur kita sendiri dengan salin
mencurigai atau kita ingin hidup secara wajar dinegara Republik
Indonesia yang kita cintai ini tanpa salin mencurigai.
Mari kita mengumpulkan puing2 yang telah berserakan akibat ambisi
seseorang dan mari kita menatap masa depan yang lebih baik dari saat  ini.
Mudah2an tulisan ini berguna, terima kasih.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Feb 1999 jam 09:34:11 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke