----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Tuesday 02 February 1999 15:40 UTC



** ABRI SANGKAL SENJATAI KELOMPOK ANTI KEMERDEKAAN TIMTIM

** AMBON DILANDA KERUSUHAN LAGI

** PEMIMPIN OPOSISI SINGAPURA DIDENDA

** LEWINSKY DIMINTA KETERANGAN SENAT DALAM RANGKA IMPEACHMENT CLINTON

** TERORIS SURAT BOM DI AUSTRIA MULAI DIADILI

** TOPIK GEMA WARTA: PEMINDAHAN XANANA GUSMAO MASIH HADAPI BERBAGAI
KENDALA

** TOPIK GEMA WARTA: GUS DUR AKHIRNYA BERTEMU DENGAN GUSMAO




* ABRI SANGKAL SENJATAI KELOMPOK ANTI KEMERDEKAAN TIMTIM
ABRI menyangkal mempersenjatai kelompok-kelompok yang menentang gerakan
kemerdekaan di Timor Timur. Menurut Menhankam/Pangab Jenderal Wiranto,
kelompok militan pendukung Jakarta itu justru sudah dilucuti tahun-tahun
belakangan. Beberapa hari belakangan kekerasan berkobar lagi antara
kelompok-kelompok yang bertikai di Timor Timur. Kekerasan itu terjadi
sehubungan dengan pernyataan Jakarta yang bersedia melepaskan Timor
Timur. Hari ini ratusan warga di Dili mengadakan aksi protes menentang
penjajahan Jakarta. Demontrasi tersebut berjalan damai.


* AMBON DILANDA KERUSUHAN LAGI
Di Ambon terjadi lagi kerusuhan. Menurut saksi mata polisi mengeluarkan
tembakan peringatan terhadap massa yang menjarah pasar. Namun pihak
berwajib menegaskan bahwa situasinya sudah terkontrol kembali. Cuma
toko-toko di kota Ambon masih tutup dan kendaraan umum belum aktif lagi.
Menurut pihak ABRI, dipastikan empat orang warga terluka. Satu jenazah
ditemukan, tetapi tidak jelas apakah mayat itu korban kerusuhan sekarang
atau salah satu korban kerusuhan bulan lalu. Bulan lalu seluruh propinsi
Maluku sempat dilanda kerusuhan sengit. Akibat baku hantam antara muslim
dan kristen dipastikan 65 orang warga tewas.


* PEMIMPIN OPOSISI SINGAPURA DIDENDA
Pemimpin oposisi Singapura Chee Soon Juan dijatuhi hukuman karena
berpidato tanpa izin. Politikus ini harus masuk penjara selama seminggu,
karena ia menolak membayar denda yang dikenakan hakim kepada dirinya. Di
Singapura orang dilarang berpidato di depan umum tanpa izin. Menurut
Chee peraturan itu bertentangan dengan UUD yang menjamin kebebasan
berpendapat. Dalam pidatonya Chee mengimbau para hadirin agar bebas
mengemukakan pendapat dan bersikap kritis terhadap partai pemerintah.


* LEWINSKY DIMINTA KETERANGAN SENAT DALAM RANGKA IMPEACHMENT CLINTON
Di Washington, Monica Lewinsky kembali diminta keterangan tentang
perselingkuhannya dengan Presiden Bill Clinton. Di bawah sumpah Lewinsky
ditanyai secara tertutup selama lima jam oleh para penuntut Partai
Republik dalam proses pemecatan atau impeachment terhadap Presiden
Clinton. Para pengacara Clinton juga diberi kesempatan untuk mengajukan
pertanyaan, tetapi mereka membatasi diri pada pembacaan pernyataan minta
maaf atas nama presiden atas penderitaan yang melanda Lewinsky akibat
kasus tersebut. Rincian introgasi tersebut tidak diumumkan, tetapi
menurut beberapa sumber, tidak muncul fakta baru. Malam ini rekaman
video introgasi Lewinsky tersebut akan diserahkan kepada Senat. Lewinsky
merupakan salah satu dari tiga orang saksi pertama yang diminta
keterangan dalam proses pemecatan atau impeachment Clinton.


* TERORIS SURAT BOM DI AUSTRIA MULAI DIADILI
Di Austria diawali proses peradilan seorang pria yang dituduh
menyebarkan surat bom yang sempat bertahun-tahun melanda negeri itu.
Franz Fuchs, 49 tahun, dituduh membunuh empat orang warga dan mencederai
lima belas orang warga lain antara tahun 1993 sampai 1997 dengan
menggunakan surat-surat bom. Motivasinya adalah kebencian terhadap
kelompok migran. Surat-surat bom itu biasanya ditujukan kepada orang
asing atau tokoh-tokoh yang mengayomi para pelarian. Salah satu surat
bomnya dikirimkannya kepada wali kota Wina, Helmut Zilk, sehingga
tangannya lumpuh. Serangan terparah terjadi pada 1995, yang merenggut
nyawa empat orang Gypsi. Mereka tewas ketika mereka mau mencopot poster
yang menyingung perasaan, yang di baliknya ternyata ada bom. Fuchs
tertangkap dua tahun lalu secara kebetulan, ketika ia gagal membunuh
diri dengan menggunakan bom buatannnya sendiri.


* HAKIM RUSIA DIMINTA AGAR UNTUK SEMENTARA TIDAK MEMVONIS HUKUMAN MATI
Mahkamah Konstitusional Rusia memerintahkan para hakim agar untuk
sementara tidak menjatuhkan hukuman mati. Mereka harus menunggu dulu
keputusan parlemen. Parlemen sedang membahas RUU baru yang akan menjamin
bahwa hukuman mati hanya bisa diputuskan oleh juri, seperti dituntut
oleh UUD. Di sebagian besar daerah di Rusia sistem juri tidak
dilaksanakan dan hukuman mati sering diputuskan oleh hakim. Rusia
menskors pemberian hukuman mati pada 1996 sehubungan dengan keinginan
Moskow untuk masuk Dewan Eropa.


* WARGA BELANDA DAN INGGRIS DIBEBASKAN PARA PENCULIK DI YAMAN
Warga Belanda dan Inggris yang diculik dua minggu lalu di Yaman, sudah
dibebaskan. Pembebasan itu terjadi berkat penengahan kepala suku para
penculik. Menurut otoritas Yaman kondisi keenam orang tersebut, yang
antara lain terdiri dari dua anak kecil, baik-baik saja. Mereka diculik
17 Januari lalu ketika mereka mengendarai mobil dalam perjalanan menuju
ibu kota San'aa. Para penculik menuntut dibebaskannya dua orang napi
bersaudara, tetapi tidak jelas apakah tuntutan itu sudah dipenuhi.
Penculikan merupakan cara efektif bagi suku-suku di Yaman untuk
memaksakan kehendak mereka terhadap pemerintah. Biasanya para sandera
selamat dibebaskan, tetapi Desember lalu enam orang asing tewas dalam
operasi pembebasan yang dilakukan tentara Yaman.


* PEMINDAHAN XANANA GUSMAO MASIH HADAPI BERBAGAI KENDALA
INTRO: Selama senjata masih terdapat di Timor Timur, selama para
militer, milisi, termasuk ratih masih belum dilucuti maka perdamaian di
Timor Timur tidak bakal tercapai. Padahal perdamaian merupakan syarat
utama bagi kelanjutan proses negosiasi di Timor Timur. Demikian
keprihatinan Xanana Gusmao terhadap perkembangan di Timor Timur.
Sementara menunggu dipindahkan dari LP Cipinang ke sebuah rumah khusus,
pemimpin perlawanan Timor Timur Xanana Gusmao, hari ini mengadakan
pertemuan dengan Ketua PBNU Abdurrahman Wahid. Pemindahannya merupakan
langkah politis dan bukannya langkah hukum, dan kini masih menghadapi
berbagai kendala sebagaimana disampaikan oleh Bonar Tigor Naipospos dari
Solidamor, Solidaritas Damai untuk Timor Timur:

Bonar Tigor Naipospos [BTN]: Kemarin memang sudah keluar statement
(pernyataan, Red.) Presiden Habibie, bahwa Xanana akan dipindahkan ke
rumah khusus, sekitar 200 meter dari LP Cipinang. Jadi, sebuah rumah di
kompleks Departemen Kehakiman. Tetapi, sampai hari ini ketika kita tadi
menghantar Abdurrahman Wahid berdialog dengan Xanana Gusmao, hal itu
belum direalisasikan. Pihak LP Cipinang masih menunggu instruksi lebih
lanjut Departemen Kehakiman. Dan juga Departemen Kehakiman masih
menunggu Keppres tentang Xanana. Jadi, surat resminya belum turun.

Radio  Nederland  [RN]:  Kenapa  kok  masih lama begini?

BTN: Karena memang pihak Departemen Kehakiman sebetulnya tidak siap
juga, rupanya. Kalau menurut informasi yang kita dapatkan, mereka sibuk
juga mencari satu rumah yang layak bagi Xanana Gusmao. Apalagi kita
tahu, Xanana Gusmao sendiri bersedia dipindahkan ke satu tempat khusus,
dengan syarat dia bisa lebih leluasa untuk difungsikan perannya dalam
penyelesaian damai di Timor Timur. Dia juga ingin bisa leluasa untuk
menerima tamu, termasuk juga melakukan komunikasi dengan berbagai pihak,
gitu. Nah, kelihatannya ini yang masih menjadi satu kendala bagi
Departemen Kehakiman. Menurut Xanana, kalau dia hanya dipindahkan dari
satu sel penjara ke satu rumah, ya, yang tidak punya fasilitas apa-apa
dan juga dijaga ketat oleh polisi, ya berarti tidak ada kemajuan dan
proses pelepasan diri dia, gitu lho.

RN: Tadi anda mengatakan rumah yang layak, apa yang dimaksudkan dengan
rumah layak itu? Bagaimana bentuknya?

BTN: Rumah yang layak dalam arti bahwa satu tempat yang juga cukup luas,
dalam arti ya bisalah menjadi simbol seorang pemimpin perlawanan.
Kemudian mesti ada satu ruang tamu yang cukup baik, termasuk juga
fasilitas-fasilitas yang cukup baik. Dan kemudian yang lebih penting
adalah Xanana meminta misalnya ada telpon, ada fax dan juga ada
peralatan lain, khususnya alat-alat komunikasi, gitu ya. Nah, kalau yang
dipersiapkan ini kan, rumah kompleks pegawai rendah Departemen
Kehakiman, gitu ya. Tentu saja rumah ini tidak terlalu besar, ya
kecillah, karena itu kan hanya untuk petugas golongan tiga sampai empat
dalam struktur pegawai negeri di Indonesia, ya.

RN: Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Ali Alatas pernah mengatakan, OK
Xanana akan dipindahkan, tetapi jangan disebut itu tahanan rumah.
Bagaimana komentar anda?

BTN: Ini kelihatannya memang sangat rumit dalam hukum Indonesia, ya.
Menurut interpretasi hukum Indonesia, sebetulnya pola yang sekarang
diterapkan pada Xanana, tidak dikenal dalam hukum positif Indonesia, ya.
Apalagi istilah tahanan rumah. Demikian juga sebetulnya dengan apa yang
mereka istilahkan sebagai "LP Khusus", cabang LP Cipinang. Sebetulnya
istilah itupun tidak dikenal dalam hukum positif Indonesia.

Hanya kelihatannya karena ada tekanan yang cukup besar dari dunia
internasional yang menuntut pembebasan Xanana, dan kemudian menuntut
supaya Xanana mulai dilibatkan dalam dialog-dialog dan proses
penyelesaian damai Timor Timur, mau tak mau pemerintah Indonesia harus
memberikan satu respons, gitu. Tapi tentu saja respons itu mereka tidak
ingin kemudian kehilangan muka, ya. Mereka ingin tetap memperlihatan
bahwa mereka masih punya kekuasaan, masih punya kekuatan, gitu. Jadi
sebetulnya ini lebih merupakan langkah politis, bukan langkah hukum
sebetulnya untuk pembebasan Xanana ini.

RN: Apa yang dibicarakan antara Gus Dur dengan Xanana, anda tahu?

BTN: Pada prinsipnya Gus Dur menekankan bahwa sebaiknya kelompok-
kelompok yang bertikai di Timor Timur harus bisa menahan diri. Kedua,
Gus Dur menganjurkan agardiciptakan suatu iklim yang mendorong dialog-
dialog intensif di antara kelompok-kelompok yang ada di Timor Timur dan
kemudian dibuat sesuatu yang disebut institut bagi rekonsiliasi antar
pihak-pihak di Timor Timur.

Ketiga Gus Dur juga mengatakan bahwa keputusan penyelesaian damai di
Timor Timur itu terletak di tangan rakyat Timor Timur sendiri. Rakyatlah
yang berhak menentukan bagaimana nasib Timor Timur di kemudian hari.

RN: Demikian Bonar Tigor Naipospos, aktivis Solidamor, Solidaritas Damai
untuk Timor Timur.


* GUS DUR AKHIRNYA BERTEMU DENGAN GUSMAO
INTRO: Sementara isu Timor Timur merajai koran-koran Jakarta, maka Gus
Durpun tidak mau ketinggalan dan pergi sowan ke Xananan di Cipinang.
Sedangkan suatu letupan kecil di Ambon kemarin sempat membuat para PNS
buru-buru pulang ke rumah masing-masing untuk bersiap-siap menghadapi
kerusuhan. Laporan Syahrir dari Jakarta:

Kejutan baru Gus Dur terjadi kemarin, ketika pemimpin besar Nahdatul
Ulama itu mengadakan pertemuan mendadak dengan pemimpin besar Timor
Timur, Xanana Gusmao. Gus Dur, selain ditemani Rosi Munir, salah satu
orang kepercayaannya, ia juga didampingi Aristides Katoppo, rekan
lamanya di Forum Demokrasi, semasa Soeharto masih berkuasa penuh.

"Ini pertemuan Gus Dur dengan Gus Mao," ujar Gus Dur berseloroh. Xanana
didampingi beberapa mantan aktivis mahasiswa anti Soeharto seperti Bonar
Tigor Naipospos, Helmy Fauzi, Hendardi, Maria Pakpahan dan Yeni Rosa
Damayanti. Maria, Yeni dan Helmy pernah bertahun-tahun menyingkir ke
Eropa, menghindari penculikan tentara pendukung Soeharto. Sedangkan
Bonar, pernah ditahan selama delapan tahun oleh Soeharto. Aristides
Katoppo, selama 25 tahun dilarang Soeharto menjabat pemimpin redaksi di
Sinar Harapan, maupun di harian Suara Pembaruan. Maka Gus Dur dan Rosi
Munir hari Selasa kemarin, ibarat pulau di tengah lautan subversif.

Hari Senin lalu Gus Dur bertemu dengan Eggy Sudjana, seorang yang
dikenal sebagai tokoh anti Kristen dan anti Cina. Eggypun dahulu dikenal
sebagai tokoh anti rejim Soeharto yang juga bergerak di lingkungan
aktivis-aktivis anti Soeharto seperti Hendardi dan Bonar Tigor Cs.
Eggypun ikut mendirikan Aldera, tetapi kemudian dia dijauhi aktivis-
aktivis radikal itu karena ia dekat tokoh-tokoh pendukung Habibie,
seperti Adi Sasono. Eggy pernah berseberangan dengan Gus Dur, tetapi
kini ia berdamai dengan orang nomor satu NU ini, karena pendekatan Gus
Dur yang dinilainya simpatik. "Saya merasa trenyuh," kata Eggy kepada
pers. "Soalnya sewaktu di rumah Setiawan Djodi baru-baru ini, Gus Dur
datang ke meja saya, lalu Gus Dur minta, Gy, kamu main ke rumah saya,
ya". Karena itulah Eggy datang ke rumah Gus Dur.

Namun sumber-sumber lain menyatakan, kelompok-kelompok Islam non NU,
sangat senang bahwa Gus Dur kini mendekatkan diri pada kelompok yang
selama ini secara salah dituduh sebagai kelompok fundamentalis Islam.
Merekapun bergembira bahwa Gus Dur kini sudah keluar dari cengkeraman
kelompok yang dituduh sebagai PSI, seperti Rahman Tolleng dan Marsillam
Simanjuntak. Gus Dur sendiri dalam percakapannya, baik dengan Wiranto
maupun Megawati, Soeharto dan Habibie, selalu menyebut peranan Marsillam
dan Rahman Tolleng yang dituduhnya anti pemilu. Padahal Marsillam
Simanjuntak dalam suatu percakapan menjelaskan bahwa ia tidak menentang
pemilu. Ia hanya menentang suatu undang-undang pemilu yang justru
merugikan Gus Dur, Megawati dan Amien Rais.

Gus Dur, dalam suatu wawancara dengan Radio Nederland, menuduh Marsillam
Simanjuntak dan Rahman Tolleng cs yang dahulu bersamanya mendirikan
Forum Demokrasi, selama ini menggerakan mahasiswa menentang pemerintah
dan pemilu. Gus Dur yang nampaknya masih berambisi mencalonkan diri
sebagai presiden mendatang kini selain merangkul ABRI dan golongan
minoritas, juga merapat ke kelompok-kelompok ICMI yang dahulu
ditentangnya. Sejumlah tokoh mahasiswapun sekarang giat mengkampanyekan
suatu pemerintahan transisi yang dipimpin Gus Dur, Megawati dan Wiranto.

Sekarang ini, selain kyai-kyai NU, orang-orang Kristenpun kuat
bergantung pada Gus Dur. "Mereka kini mendukung si Buta, secara buta,"
kata seorang pengamat melihat bagaimana kardinal dan sekjen PGI bolak-
balik ke Ciganjur.


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Feb 1999 jam 17:00:09 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke