----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------
KOLOM SUPANGKAT:
DOSA BERKELEY MAFIA: "PLOTTED ERRATUM"
Salah seorang komplotan Berkeley Mafia, Subroto mencak mencak tidak mau me-
nerima kesalahan atau kegagalan total ekonomi Indonesia yang didasarkan pada
pemikiran para ekonom Berkeley Mafia.
Kita tidak mau terlalu berbelit belit soal kegagalan total teori dan praktek
ekonom
Berkeley Mafia ini karena mereka sudah berkonspirasi secara sadar membuat
"plotted erratum".
Apakah plotted erratum itu?
Adalah prinsip ekonomi bahwa pantang menjalankan teori "besar pasak daripada
tiang", lebih besar pengeluaran daripada pendapatan. Namun para Berkeley Mafia
yang dirangkul oleh rejim orde baru Suharto justru telah merencanakan program
Repelitanya berdasarkan prinsip anti-ekonomi besar pasak daripada tiang dengan
mengandalkan pinjaman luar negeri dari konsorsium negara negara donor Eropah,
Jepang dan Amerika dalam jumlah yang tidak terbatas.
Akibatnya setelah 23 tahun, Indonesia tetap kecanduan pinjaman asing dari IGGI
yang kemudian jadi CGI, ditambah pinjaman dari World bank, IMF dan ADB yang
kini sudah mencapai hampir US$200 milyar itu. Orde Lama hanya menunggak
dua setengah milyar.
Inilah prinsip ekonomi yang telah diajarkan oleh University of California at
Berkeley
dan dipraktekkan di Indonesia?
Kalau pinjaman itu dibatasi, misalnya $10 milyar dalam 5 tahun, kita masih
bisa
menerima.
Kemudian menjadi pertanyaan apakah yang telah dihasilkan dengan pinjaman
ratusan milyar dollar itu? Mobil mobil yang bikin macet jalan, bank bank
swasta
yang berhutang puluhan milyar dollar? Pabrik pabrik yang ambruk? Rakyat me-
larat yang meningkat menjadi 130 juta karena ekonomi mati? Tekanan ekonomi
rakyat yang membuat mereka garang, penjarah, pembunuh, kriminalitas kejam?
Pengobralan sumber alam di darat, di dalam bumi di laut sampai hampir punah?
Pembuatan mobil Timor dan pesawat terbang IPTN yang tidak laku dijual?
Atau penimbunan kekayaan pribadi Suharto sampai US$ 40 milyar dan KKN-nya
yang mengantungi puluhan milyar dollar pula?
Pikirlah dan jawablah!
H.S. Hidayat Supangkat
New York.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Feb 1999 jam 17:14:43 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++