---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- Saya tutup buku " The Nature of Leadership " karangan Garry Wills ditempat tidur sebelum saya mematikan lampu untuk pergi mimpi semalam. Jasad saya terasa penat dan melolong minta istirahat.Jelas saya turuti kemauannya dengan berbaring nyaman dibalik selimut tebal, tapi otak saya, ya setumpuk protein,lemak dan sel sel syaraf dibalik tempurung kepala ini lagi lagi kena insomnia. Vicky telah terlelap disamping saya.Rohnya entah sedang beterbangan kemana. Sedang otak saya berdenyut denyut sibuk bekerja seperti biasanya pada sebuah pencarian, sebuah proses yg sangat sering menggangu aktifitas normal kehidupan sehari hari saya disini. Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti membaca selama beberapa hari.Tumpukan buku di bawah kasur dan dikeranjang toilet saya angkat dan saya taruh di raknya di ruang tamu.Sudah saatnya saya berhenti sejenak dari buku, istirahat dari memahami pikiran penulis terkenal, Pemikir tenar, Sosiolog kondang,dll. Kini saya sandera para filsuf,sejarahwan,teologist, Great Leaders,Antrophologist,Economist, sastrawan. Sufi dan Nabi Nabi dalam rak buku. Saya tawan karena saya bosan selama otak saya dijajah mereka. Pikiran ini sudah saatnya merdeka dari pikiran sekumpulan manusia ternama. Dan proses memahami hidup dan menjadi manusia penuh wisdom atau penuh pengertian kadang kadang bukan hanya bisa saya dapatkan dari orang besar yang menentukan Sejarah.Ya sudah saatnya saya memberikan tribue pada manusia manusia biasa yang selama ini saya kenal. Dalam interaksi dengan mereka inilah sebenarnya saya banyak melakukan proses memahami dan mempelajari hidup, pikiran dan manusia yang sesungguhnya. Sekumpulan buah pikiran, rangkaian kalimat ekpresif,sindiran, cetusan emosi,kata kata menggugah, bahkan mimpi siang bolong mereka, tanpa saya sadari selama ini telah memperkaya perpustakaan intelejensi saya. Setelah memenjarakan para Nabi dan orang orang penting itu, barulah saya ketahui justru dengan bergaul dgn orang orang yang saya kenal tapi tidak terkenal itulah yang paling banyak mempengaruhi perjalanan pemikiran saya yang pada akhirnya membentuk sejumlah ide dan prinsip hidup.Yang membuat nalar kritis makin tangkas, yang membuat sebuah persoalan rumit menjadi sederhana. Karena mungkin saja semua ini terjadi juga pada diri anda, Biarkan saya memperkenalkan beberapa manusia yang saya kenal dengan buah pikiran dan kata katanya tidak mungkin akan dijadikan pribahasa atau motto yang ditulis para di buku anak anak SD atau di halaman Readers Digest: Abang Saya Ibnu ketika berbicara soal sedekah pada fakir miskin: " Kalau ada pengemis yang datang menghampiri, ketika kita tergugah, berikan uang secepatnya tanpa menunggu 2 detik. Karena detik pertama biasanya melambangkan hati bersih kita yang bersih, detik berikutnya adalah suara setan yang mencoba mencari alibi agar kita tidak bersedekah " Adik saya Hasan ketika ditanya sering berdoa tidak? " Buat apa berdoa?Bukannya Tuhan sudah mengetahui bahwa isi hati kita dan apa yang kita ingini?" Pikiran adik saya ini saya temui kembali pada buku" Physics of Immortality" karangan Franks J.Tippler, seorang Profesor Matematika dan Fisika yang mengajar di Tulane University. Istri saya Vicky, Ketika kami menonton peluncuran John Glen kembali ke ruang angkasa dengan peswat ulang alik. Saya bergunggam, Kapan kira kira Indonesia sanggup membuat pesawat ini dan menerbangkan crewnya sendiri keruang angkasa, dia menoleh dan datar berkata, " Bagaimana sanggup membuat space shuttle, sedang mencari pemimpin yang becus saja, Indonesia tidak bisa?" Mas Iwan, seorang kawan yg beragama katolik di Internet ketika menulis soal Tuhan dan kepercayaan " Tuhan bagi agama anda ( Islam ) dan saya pada hakekatnya adalah mirip dengan Salad di Amerika dan gado gado di Indonesia. Namanya memang berbeda, tapi barangnya sama" Doris, mertua saya tentang Friendship, "Mengukur persahabatan itu dengan duit " Almarhum Ibu saya dengan nyanyiannya " Sungguhlah raja patut disembah, Tdak beruang menjadi sampah, sungguhlah Abdi orang yang hina, karena uang dia berguna...harta ..harta , Kuasa Uang diatas dunia.. Harta..Harta " Herlan, teman dari Makasar anak bekas Walikota yang sekarang tinggal di Hollywood menjadi seniman. " Gua tamatin Quran, dan gue nggak percaya.." tanpa menerangkan apa yg dia tidak percaya. Edi, teman padang di LA ketika ditanyakan kenapa dia memelihara jenggot?sehingga jadi nampak tua? " Karena di jenggot manusia beriman, berkumpul pada malaikat " Alan, mertua saya ketika beberapa bulan yg lalu saya tanyakan mengapa mau menembak ayam tetangga yang sekarang bermukim di barn belakang? " Gara gara ayam sialan itu, Jesse dan Jackson (2 kucing penjaga kandang ) ketakutan dan kabur entah kemana " Bob, ipar saya yang sedang memasang karpet di apartemen ketika saya heran kok dia tidak pernah ke kota keluar negeri dan jalan jalan di kota besar macam Chichago , Los Angeles dan New York?" Luar negeri tidak menarik, dan kota kota besar terlalu bising ". Erika, keponakan bule cilik, ketika memandang kulit coklat tangan saya pertama kali " Are you from different Planet?" Cole Atkinson, juga keponakan kecil, ketika saya mengucapkan Bye karena harus berangkat kerja, dia bertanya dgn cadel" Where are going ?" ketika saya bilang , saya harus kerja dgn terheran heran dia bertanya " Why?" Astri, bekas pacar yang sekarang entah dimana ketika saya tanyakan apakah mau kawin dengan saya? "Punya duit ngga?" Rita,pacar keturunan cina , ketika berpisah di Los Angeles Airport bersama rombongan Tour " hik..hik..hik..hik" mulutnya tersumbat, air matanya tergenang. Setiawan, adik saya di LA ketika ditanya buat apa membeli mobil sedan camry yang rada mahalan, beli aja yang murah? " Bergaul dengan orang Indonesia harus kelihatan kaya, karena jika kelihatan kere kita pasti tidak pernah dianggap" Joko ,ketika bertanya " Kenapa kita mesti mendoakan orang yang sudah mati?" Agus , anak gang Haji Jalil III ketika ditanya tentang hakekat Tuhan, " EGP" Vicky, Istri saya lagi, ketika saya komplen kenapa memberi 10 dollar buat sumbangan di gerejanya " Bila kita murah hati, Tuhan akan memudahkan rejeki " Bapak saya, ketika saya di SMA dan menyodorkan buku yang kemarin saya beli dengan uang yang dia berikan sebagai bukti bahwa saya memang benar benar memakai uang itu buat buku bukan pacaran dengan Henny ( sebagian buku baru itu, milik teman yg saya pinjam ) " Mana Kwitansi ?" Jeff, supervisor ditempat kerja, ketika saya minta ijin untuk pulang lebih awal karena pusing, " Its Happened" Abdullah, Palembang pelit ketika masih menjadi roomate. Sewaktu dia memasak rendang didapur dan ditanya " Dul boleh coba masakannya ngga? dia menjawab tidak rela, tubuhnya terguncang demikian keras lalu berucap" "ambilah tapi sedikit, karena saya harus bawa sisa nya (2 kilo rendang?) untuk lunch ditempat kerja". Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 2 Feb 1999 jam 21:20:30 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
