----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: Grifa Libran

Assalamualikum  wr. Wb!

Saudara  Umar Ali,  salam kenal dari saya buat anda.   Tulisan saya berikut
ini hanya dimaksudkan  untuk sedikit  merespon tulisan anda dan sekaligus
ingin  membuat anda kenal dengan anda sendiri lebih jauh.   Sebab  ada
beberapa hal yang  membuat anda yang kelihatannya  belum pernah secara utuh
bercermin diri.

Pertama:   Sangat mudah dibaca di mana  anda  adalah sosok yang datang dari
masa lalu  dengan jalan pikiran stereotipe  orang  yang banyak menderita
dari pihak-pihak  yang anda tuduhkan  anti referendum.    Kepentingan
pribadi anda yang  terabaikan  menyebabkan anda   gampang sekali
menggeneralisasikan  sesuatu hal.     Saya  tidak merasa asing dan baru
menghadapi manusia  sejenis anda!   Anda tidak sadar  bila   anda  adalah
bagian dari masyarakat yang  anda tuduhkan itu,   bisa jadi  lain wacana
tulisan dan pemikiran anda.

Kedua:   Siapa  yang menjadi sasaran tembak  anda  sebagai kelompok yang
anti referendum  menunjukkan pula   anda  bisa jadi  datang dari kelompok
strata masyarakat  umumnya   yang  kesehariannya  banyak anda lewatkan
dengan  dendam dan antipati pada orang2  yang  berhasil maju  di berbagai
bidang,   tidak sebagaimana   dulunya  bisa anda peroleh.    Anda  tidak
sadar  bahwa  banyak manusia  mencapai  jenjang keberhasilannya  dengan
usaha keras diri sendiri tanpa  kasak kusuk mencari jalan  lewat  apa yg
kini kita kenal KKN.   Pengalaman  hidup pahit masa lalu membuat anda tak
sadar terperosok pada sikap picik dan buta  hati   untuk menempatkan
sesuatunya  sesuai  kondisi dan situasi.
Anda  tidak sadar bahwa dalam diri anda memiliki bakat besar  sifat-sifat
rasialis  dan diskriminatif  sekaligus fasis.

Ketiga:   Anda adalah tipikal pejuang kemerdekaan Aceh  "tempoe  doeloe",
memakai alasan-alasan klise  yang absurd  untuk tujuan kemerdekaan Aceh.
Ini terlihat dari  antipatinya anda  dengan non-Aceh yang  hidup  nyaman di
Aceh.    Mata dan hati anda tidak bisa melihat dengan jelas   begitu banyak
contoh  bahwa mereka yang anda tuduhkan itu  memperoleh  "keberadaannya" di
Aceh  dengan  usaha jerih payah yang halal  (meski tidak semua,  memang).
Sekedar contoh agar  anda tahu situasi,    orang  Jawa yang bertransmigrasi
ke Aceh  mayoritas mereka  sukses dari segi  materil  berkat  ulet dan
gigihnya mereka  bertani sehingga  mampu menyekolahkan anaknya ke jenjang
perguruan tinggi.   Warga Aceh yang  ulet seperti transmigran  Jawa ini,
juga  mendapat sukses yang sama.  Sebaliknya  warga setempat yang  tak
seulet mereka dalam mencari nafkah,    anda lihat sendiri   hanya sebagai
penonton belaka dengan kesusesan tersebut.   Malah menimbulkan kecemburuan
yang tidak perlu!

Keempat:   Kelihatannya  saya harus membuka mata-hati anda untuk sadar satu
hal bahwa tidak ada  satu tempatpun di muka bumi ini yang  kesuksesannya
diupayakan murni oleh  penduduk lokal setempat.   Maksud saya,   entah  itu
Aceh,  Batak,  Jawa,  Minang,  Ambon,  Bugis,  Amerika,   Libya,   China,
atau di Rusia sana,    di semua  tempat itu  sebuah sukses dalam bernegara
dan berbangsa  tidak  dicapai dengan usaha  ras murni setempat.   Sebaliknya
dalam keaneka ragamanlah  segala  yang baik itu bisa diusahakan dan dicapai.
Jadi hilangkanlah  bakat menyimpan  watak  rasialis anda tersebut!   Jangan
menutup mata bahwa   yang  mencintai  Aceh itu  dan bersedia membangun Aceh
itu  tidak semata-mata  dominan  oleh warga Aceh sendiri!
Anda  perlu tahu  bahwa  Islam,   dalam  ajarannya untuk menciptakan
kedamaian, kesejahteraan  di muka bumi ini  dengan cara yang diridhoi
Allah,   tidak  menganjurkan  memulainya  dengan memandang  dari suku,  ras
dan di mana  seseorang berdomisili.   Anda  kelihatannya perlu lebih jauh
memahami konteks  "kesemestaan  ruh"  ajaran  Islam,   jadi bukannya  cuma
pandai bisa berucap  "Allahu  Akbar"  melulu,  sementara  "ruh"  ucapan itu
tidak tercermin dalam  gerak-gerik wujud hidup  dan ucapan anda!

Kelima:    Insya  Allah  anda semoga bisa memahami  bahwa yang diperlukan
saat ini  buat Aceh ialah  bukan  bagaimana kita bersusah payah  memeras
keringat  menjadikan  Aceh tetap bersatu dengan  Indonesia  atau menjadi
merdeka,   melainkan  bagaimana Aceh  bisa menjalankan tugas dunia dan
akhiratnya,   baik itu di bumi Aceh,  Nusantara  atau melebar ke manca
negara.    Sehingga  Aceh secara keseluruhan  bangkit dari
"keterpendamannya"!    Contoh kecil,  apa yang sudah anda perbuat dengan
komunitas  kecil di kampung anda dengan kapasitas intelektualitas anda
sekarang?    Atau bersembunyi  ketakutan di balik alamat  yang tak jelas?

Wassalam,

Grifa  Libran

##########################################################
Umar  Ali  wrote:

Yang jelas, pihak-pihak yang anti Referendum di Aceh :
. Pejabat & keluarganya
. Semua anggota DPRD & keluarganya
. Pengusaha (& keluarganya) yang ber KKN dengan Pejabat
. Preman-preman & keluarganya yang tergabung dalam KNPI, PP, AMPI,
FKPPI, PPM, IPK (hasil binaan orde baru)
. Ulama-Ulama GOLKAR dan Ulama-Ulama yang sering disalamtempel oleh
Pusat via Bustanil Arifin & Ibrahim Hasan
. Orang-orang non Aceh yang tinggal empuk di bumi Aceh.

Ingat, 10 tahun yang lalu Jafar Siddiq pernah survey : 3 dari 5 orang
Aceh menginginkan Aceh Merdeka !

Diantara 6 poin diatas, Polem Husen berada dimana ?

Salam : Umar Ali

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Feb 1999 jam 09:20:48 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke