---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Tidak bisa disangkal, bahwa menjadi orang tenar itu enak sekali. Sebab segala sepak terjang dan omongan kita dicatat banyak orang. Di bahas di koran koran. Satu kalimat yang keluar dari mulut manusia tenar, tidak jarang akan dicetak dan dibingkai sebagai kata kata mutiara yang akan diucapkan berulang ulang dalam setiap pidato kenegaraan. Hey, saya bisa merasakan ketenaran ,karena walaupun kecil kecilan saya sudah terlanjur ngetop di milis ini. dalam sebulan 120 pembaca mengirim email kesaya. ( terima kasih untuk Mas John, pemilik ini milis). Seperti kecanduan saya untuk menulis, membaca email yang dikirim kesaya juga sebuah kewajiban sehari hari. Mengapa saya merasa tenar? hmmm...ingat ingat Saya telah menulis disini selama hampir setahun rasanya. Bila saya kumpulkan respon dari orang pertama tidak mustahil angka 1000 atau 2000 akan terkumpul. Jadi sudah dua ribu lebih manusia yang mengenal saya. Bila yang mengirim email adalah pembaca kolom saya aktif berjumlah 20 persen, berarti pembaca pasif yang mengikuti tulisan saya berjumlah 10 ribu. wow.. Bila dari 10 ribu itu, setengahnya memberikan tulisan saya pada teman ,istri dan anak, berarti yang mengenal saya bisa mencapai 40 ribu setahun. ( hidung saya kembang kempis dengan bangganya ) Bila pertumbuhan jumlah pembaca mengikuti bilangan exponen dalam 3 tahun bukan mustahil akan ada sejuta yang mengenal Proletar hehehe... Nah jangan menuduh saya arogan, saya memang sudah ngetop. Jangan menuduh saya sok, sebentar lagi saya akan bikin partai PM ( Proletar Merdeka ) menyaingi PAN yang barusan bikin geger gegeran, acara srimulatan di Istora Senayan. Saya akan saingi itu si Jidat berminyak Amien Rais, saya akan ajak debat dan adu tampan ( well kompetisi terakhir jelas dia kalah telak ) saya tantang Gus Dur adu bijak dan kompetisi membaca cepat ( well, kompetisi yg ini jelas dia bakalan menyerah mutlak ) saya ajak Habibie adu argumentasi tentang cara berneraga yang baik , dan adu gondrong. Saya ladeni siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Saya ini bung, adalah manusia pintar.. Simpatisan saya bakalan jutaan beberapa tahun kedepan.. Tulisan saya diminati banyak orang awam.\ Gunawan Muhammad keciiil, menulis seperti dia tidak memerlukan kecerdasan selain banyak baca buku asing dan menyelipi kata kata asing agar nampak keren. Emha? hahaha badut sufi itu sebenarnya malah tidak berbakat menulis, sok humble dan rendah diri, dan menyebut Tuhan disana sini, bukannya susah... Sobary?well yang ini memang mendingan, tapi jelas saya lebih bermutu, hehehe...pokoknya saya bermutu.. Perasaan bangga ini bukan cuma dimiliki proletar. Tanya pada beberapa penulis aktif disini, kalau mereka mau jujur, mereka akan bilang bahwa mereka juga merasa ngetop dan tenar... Beda saya dari Perwira Alengka, Pandawa dan para wayang orang lainnya adalah.. Saya adalah Steinbeck, Tolstoy, Fitzgerald, dan Iwan Simatupang di gabung.Saya adalah Pramudya,suatu waktu bakalan menang nobel dan pulitzer..hahaha.. Oke, cukup sudah ber sombong ria. Otak saya sudah lelah menertawai diri.. Lebih baik saya katakan bahwa saya bukanlah apa apa dan tidak bakalan menjadi apa apa dalam hidup singkat ini. Jadi hey para pembaca yang baik, hentikan untuk menganggap saya seorang wise. Bagaimanapun anda tidak akan mengetahui siapa penulis disini sebenarnya. Bisa saja saya yg menulis tentang agama dan nampak alim sebenarnya adalah pembunuh berdarah dingin dan tukang perkosa... Dalam menulis kalau kita mau jujur, kebanyakan dari kita selalu berlindung dalam rangkaian kalimat terbaik, bersembunyi pada kata kata bijak agar nampak terhormat dan pintar. Dalam menulis, kita juga sebenarnya sedang berupaya agar image baik tercipta, kehalusan budi pekerti terpelihara. Keimanan kita yang kental dan pembelaan terhadap moral terbentuk dalam benak para pembaca.. Disini, ditulisan ini sekali lagi saya bilang, bahwa kebanyakan dari kita itu berjiwa palsu, Sebuah tulisan tidak pernah mewakili penulis sesungguhnya, Banyak penulis yang ber sok sok religious dan ber nurani bersih,yang menulis dengan keharuan pekat,memakai ayat ayat kitab suci,mengobral cinta pada orang kecil, kelihatannya mereka memang orang orang baik, tapi begitu disuruh untuk menolong dalam bentuk tindakan dan aksi membantu orang susah, mereka ini yang bakalan kabur duluan, menghilang entah kemana.. Tidak jauh jauh, saya juga masih begitu..hahaha Di Venice Beach dan Third Street Promede di Los Angeles dulu saya sering menonton sirkus dan sulap jalanan . Pertunjukannya sungguh bagus , tidak jarang para negro dan bule disana menari dan bikin joke yang sangat atraktif dan lucu, Gerombolan penonton sering tertawa terpingkal pingal dan begitu kelihatan terhibur, tapi di akhir pertujukan biasanya sang penghibur akan meminta sumbangan uang dari penonton dengan mengedarkan topi secara estafet. Sebagian besar memberi 1 atau 2 dollar, sebagian yang tadinya tertawa paling kencang dan berdiri paling depan perlahan mundur kebelakang. menyelinap dan kabur dari kumpulan. Salah satunya ya saya itu...hahaha Saya adalah manusia kikir , kawan dan manusia kikir itu jelas tidak pantas mengobral soal moral.. Kelebihan satu satunya cuma saya tahu bahwa saya ini kikir, dan barangkali dengan itu saya bisa memperbaiki diri.. Hasan Basri Tenar dan kikir.. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 3 Feb 1999 jam 21:53:50 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
