----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------
Precedence: bulk
Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 04/II/4-10 Februari 99
------------------------------
Kacung, terdakwa:
"SAYA JEMPUT DI KORAMIL"
(BOX POLITIK)
T: Bagaimana proses pembunuhan Mateha yang gagal itu berlangsung?
J: Saya diajak Misadi. Katanya dia diberi uang 100 ribu. Saya mau, wong saat
itu memang sudah banyak tukang sihir dibunuh. Lalu saya sama Misadi,
Mislani, Arbai mendatangi Koramil Glagah menjemput Mateha. Setelah dijemput,
kami bawa ke perkebunan, lalu kami jerat sama tali plastik, dan kami
tinggal. Ternyata nggak mati.
T: Kok menjemputnya di Koramil?
J: Iya, sebelumnya, saya bersama warga desa menyerahkan Mateha ke Koramil
dengan alasan agar aman dari amukan masyarakat.
T: Lalu siapa yang memberi uang 100 ribu?
J: Saya nggak tahu, kata Misadi dia diberi masyarakat. Itu saja. Anggapan
saya karena masyarakat berani memberi uang, berarti masyarakat mendukung saya.
T: Masak nggak tahu nama yang memberi uang itu. Apa hanya satu orang?
J: Sumpah, saya nggak tahu. Kata Misadi uang itu dari beberapa orang. Kalau
namanya Misadi yang tahu.
T: Ketika menjemput Mateha, apa tidak ditanya sama penjaga Koramil?
J: Iya, saya jawab mau dibawa ke keluarganya di desa lain. Sudah, lalu
diberikan.
T: Lalu tentang Kepala Desa Achdiyat?
J: Iya itu, saya ini heran. Wong saksinya banyak, termasuk Mislani (namanya
sama dengan nama terdakwa kasus Mateha, red) yang punya sepeda. Tapi kenapa
mereka itu tidak pernah dipanggil polisi. Bukti yang paling gampang, dia itu
(Ir. Achdiyat) kemarin mengatakan akan menggugat saya karena menfitnah
katanya. Tapi sampai sekarang kok nggak ada.
T: Katanya saat itu ada Babinsa?
J: Iya, saya itu digoblok-goblokan sama Achdiyat di depan Babinsa, hanya
Achdiyat yang marahi saya, lainnya diam saja.
T: Siapa nama Babinsa itu?
J: (Kacung diam saja, tidak menjawab)
T: Kalau tentang uang 120 ribu itu?
J: Saya nggak tahu itu. Misadi sama Arbai yang tahu. (*)
---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Feb 1999 jam 23:25:29 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++