----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 04/II/4-10 Februari 99
------------------------------

BEBAN BERAT INDONESIA

(POLITIK): Banyak 'PR' yang mesti dituntaskan pemerintahan Habibie jika
benar-benar menginginkan demokrasi. Analisa berikut diambil dari The Economist.

Pekerjaan ruwet membangun kembali demokrasi di negara terbesar ketiga di
dunia, sudah dimulai. Salah satu tugas penting sudah diselesaikan, dengan
disahkannya UU Politik baru bagi pemilu multipartai. Lebih dari 130 partai
yang ingin ikut pemilu akan bersaing merebut suara. Sementara MPR akan
dibuat lebih representatif dengan mengurangi kursi ABRI.

Tetapi, belum lagi hal-hal yang lebih detail diselesaikan, kelompok-kelompok
oposisi sudah mulai melakukan protes. Mereka menganggap semua ini hanyalah
kedok belaka dari pemerintah untuk mempertahankan kekuasaan. Dan jika
kekhawatiran mereka benar, Indonesia bisa kembali chaos.

Hal itu memang sangat mungkin. Sejak krisis ekonomi melanda Indonesia,
kekerasan seakan menjadi penyakit menular. Dengan berbagai alasan -politik,
agama, suku dan ras, maupun semata-mata kriminal- massa saling menyerang dan
menghancurkan. Dalam kerusuhan terakhir di Ambon, lebih dari 50 orang
meninggal. Banyak yang beranggapan para pendukung Soeharto yang ingin
mengacaukan pemilu berada di belakang peristiwan-peristiwa ini.

Kepercayaan pada pemerintahan sekarang tak lebih tinggi dibandingkan
sebelumnya.

Sebab, bagaimanapun, banyak anggota parlemen yang dulu ditunjuk oleh
Soeharto. Presiden Habibie sendiri dianggap sebagai pelindung kepentingan
Soeharto. Dan meskipun Habibie kadang-kadang menyuarakan hal yang baik,
sedikit yang yakin ia benar-benar seorang demokrat. Banyak pihak percaya
Habibie akan mencurangi pemilu untuk meraih kembali kekuasaan.

Mereka ragu pada Habibie terutama karena hubungannya dengan rezim terdahulu,
terutama karena pada saat Habibie menggantikan Soeharto, hanya ada sedikit
dukungan kecuali dari ABRI, alat kekuasaan Soeharto. Saat itu beberapa orang
berharap banyak pada ABRI. Mereka menganggap ABRI sebagai satu-satunya
institusi yang masih efektif bekerja dan mungkin bisa mendukung demokrasi.

Namun, harapan ini berubah menjadi kekecewaan ketika tentara menembaki
demonstran yang tak bersenjata. Para jenderal pun tampaknya lebih tertarik
untuk menjaga pekerjaannya ketimbang memikirkan hal-hal yang lain. Kesatuan
mereka terpecah dalam faksi yang saling berkompetisi.

Karena itu, banyak pihak yang amat berharap pada kesuksesan pemilu Juni
mendatang. Jika pemilu dianggap curang, para demokrat yang harapannya sedang
meninggi, akan merasa sangat kecewa dan bersiap menerima kepahitan.
Kekerasan bisa kembali pecah dan bahkan ledakannya bisa lebih keras
dibandingkan sebelumnya.

Bersamaan dengan terjadinya penyerangan terhadap daerah pecinan di Jakarta
bulan Mei tahun lalu, ketika kesopanan menghilang, kebencian yang selama ini
terpendam tiba-tiba berubah menjadi pembunuhan dan pemerkosaan. ribuan orang
meninggal, ratusan luka-luka.

Dengan segala respek terhadap keberagaman budayanya, Indonesia sebetulnya
merupakan entitas politik yang rapuh. Tak ada yang bisa menjamin bahwa
negara ini akan terus bertahan seperti dalam keadaannya sekarang, terlebih
jika kekacauan ekonominya terus berlanjut.

Sejauh ini, krisis lebih banyak berdampak pada kelas menengah perkotaan di
Jawa. Sedangkan di belahan lain Indonesia, belum begitu terkena dan bahkan
beberapa wilayah dapat dikatakan masih cukup sejahtera. Beberapa pulau yang
memiliki kekayaan alam, sekarang sedang mencoba meraih kekuasaan politik
yang lebih besar dari pusat.

Pemerintahan Habibie sendiri telah menjanjikan otonomi yang lebih besar pada
wilayah-wilayah itu. Namun orang-orang dalam wilayah selain Jawa sedikit
curiga bahwa ini hanyalah trik agar penghasilan daerah dapat terus mengalir
ke pusat.

Bukan tidak mungkin Indonesia dapat terpecah dan berdarah, yang memungkinkan
terjadinya gelombang pengungsi ke Filipina, Malaysia maupun Australia. Dalam
berbagai kesempatan, beberapa dari mereka kelihatannya sudah tahu persis ke
mana mereka akan pergi.

Beberapa waktu lalu pemerintah mengumumkan kemungkinan pemberian kemerdekaan
bagi Timor Timur -yang pada 1975 diserang dan diduduki secara brutal oleh
Indonesia. Karena perbedaan latar belakang dengan daerah yang lain ketika
menjadi bagian dari Indonesia, semestinya pelepasan Timor Timur tidak akan
menjadi preseden bagi yang lain.

Namun, sayangnya hal ini tak dapat dijamin. Sejumlah kelompok bersenjata
juga menuntut kemerdekaan di propinsi yang lain, khsusunya Irian Jaya.
Pengaturan dalam bentuk negara federal, tampaknya akan menjadi satu-satunya
cara untuk menjaga keutuhan Indonesia.

Yang sangat penting, pertama, adalah menyelenggarakan pemilu. Ini mesti
diselenggarakan dengan cukup bebas agar rakyat dapat menerima hasilnya.
Pemerintahan koalisi barangkali akan muncul dari banyaknya partai yang
menjadi kontestan. MPR, meskipun masih menyisakan unsur-unsur lama,
semestinya memilih presiden yang populer di mata rakyat -kendati ini pun
masih sulit ditentukan.

Dan, syaratnya, proses ini mesti berlangsung tanpa kekerasan. Namun,
skenario seperti ini pun sebenarnya masih merupakan asumsi belaka.
Satu-satunya yang pasti adalah, Habibie hanya punya sedikit waktu untuk
membangun kepercayaan rakyat bagi masa depan demokrasi di Indonesia.

Sayangnya, itulah yang tidak dilakukan Habibie. Banyak kebijakannya yang
justru menjauhkan pemerintahannya dari simpati rakyat. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Feb 1999 jam 23:14:22 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke