---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: Amidjaya Saya agak bingung mengapa (dua tokoh reformasi yang benar2 saya hormati) Gus Dur dan Megawati dengan tegas mau mempertahankan Timtim sebagai provinsi Indonesia. "Itu (integrasi Timtim dengan Indonesia) harus dihormati sehingga, bagi saya, Tim-Tim harus tetap menjadi bagian negara kita," ujar Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama, Abdurrahman Wahid. (Tempo No. 18 Feb 99). Juga dilaporkan Tempo yang sama: "Tolakan serupa dilontarkan PDI Perjuangan. ''Integrasi wilayah Tim-Tim secara politis dan konstitusional sah," tulis Ketua Umum Megawati dalam seruan persnya. Keputusan itu telah diakomodasi oleh DPR melalui UU No. 7/1976 dan dikukuhkan dengan Tap MPR No. VI/1978. Apalagi pemerintahan Habibie bersifat transisi sebagai akibat keadaan darurat. Jadi, tak punya otoritas memutuskan ihwal keutuhan negara." Bayangkan Gus Dur dan Mega di MPR yang baru ber-aliansi menggabungkan wakil2nya , yang mungkin akan melebihi 50%, dan aliansi ini ngotot mau Timtim tetap jadi daerah Indonesia? Apakah mereka ini buta, tuli, atau meremehkan seruan2 dan tuntutan2 dunia internasional ataukah saya yang jauh lebih buta, tuli, dan meremehkan nasionalisme atau national pride Indonesia? Siapa yang seperti katak dibawah tempurung? Saya harap Gus Dur dan Megawati punya rasional atau justifikasi yang telah matang2 dipikirkan ditinjau dari konsekwensi2 politik, militer (harus berapa ribu orang lagi yang dibunuh, disiksa, dsb), bantuan moneter, dan diplomasi internasional? Ditinjau dari dasar atau keyakinan mengapa Indonesia mesti di-reformasi, DPR dan MPR Orba itu bukan badan2 demokratis yang menghayati aspirasi rakyat Indonesia (dua2nya tak lain adalah alat2 untuk melanggengkan kediktatoran dan oligarki Orba); jadi semua UU-nya dan Tap2nya harus benar2 secara kritis ditinjau kembali oleh MPR yang baru nanti. Mohon maaf kalau ada kata2 yang tak pada tempatnya, Imat Amidjaya. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Feb 1999 jam 03:46:19 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
