----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: Mas Tribon

APAKAH KITA MASIH BERBANGGA ATAS PERJUANGAN KEMERDEKAAN KITA

Banyak sekali korban nyawa yang telah dikorbankan untuk sebuah cita2
mulia,yaitu kemerdekaan  Indonesia.Kita ingin menjadi sebuah bangsa yang
merdeka.!! Dan perjuangan ini ternyata mendapat sympati dari banyak negara2
di dunia.Bahkan perjuangan kemerdekaan indonesia menjadi sumber inspirasi
bangsa2
lain,terutama di Afrika,Asia,bahkan pengaruhnya sampai ke Amerika Selatan.
Para survivors pejuang yang sampai kini masih hidup,sangat membanggakan
sumbangan baktinya untuk Negara.Mereka mendapat penghargaan berupa Bintang
Gerilya.Kita,pejuang2 ini merasa bahwa perjuangannya adalah perjuangan yang
mulia.....!! Jadinya,mestinya kita juga harus bisa menghargai  perjuangan
Rakyat
TimTim yg ingin menegakkan kemerdekaannya.Proklamasi Kemerdekaan Timtim
bahkan sempat di proklamirkan.!! Namun,ternyata  kita telah menyerbu
wilayah
tersebut,sehingga  Dunia internasional mengecam Indonesia
habis2an.Bagaimana
tidak : Mengapa kita ingin merdeka,tetapi rakyat Timtim justru tidak boleh?
Dimana rasa keadilan dan kebenaran kita ? Tapi,karena politik,kita terpaksa
harus
menyerbu dan menganeksasi wilayah yang sebenarnya bukan hak kita.Namanya
agressor.Namanya menjajah.!! Kalau kita tidak sudi dijajah,maka kita ganti
menjajah
Apakah ini suatu sikap ksatria?Korban untuk usaha menjajah memang banyak.
Pangab bilang,jumlah korban seribu lebih.! Kita ingat: Amerika kehilangan
berapa
perajurit di Vietnam,Korea,dll?Kita ingat: Berapa ribu perajurit yang
dikorbankan
Jepang untuk menjajahaAsia,termasuk indonesia?.Nah,ini juga politik.!
Memang ada kalanya seseorang  berkorban untuk tujuan yang umumnya tidak
dibenarkan.Gampangnya:  Seorang maling yang ingin mencuri,ternyata mati
dipukuli
oleh orang2 yang akan disatroninya..!!Tapi,apakah ini menjadi masalah
besar?
Pengrobanan prajurit2 Indonesia di Timtim juga banyak,tetapi hal tsb tidak
boleh kita
pakai sebagai alasan untuk tetap mempertahankan penjajahan kita atas
timtim.
Karena,Timtim tidak pernah menjadi wilayah Indonesia.! Artinya,bukan hak
kita.!!
Pada thn 1860 telah diadakan perjanian antara Belanda dan Portugal untuk
membagi pulau Timor menjadi 2 bagian: Timtim menjadi resmi wilayah
Portugal(dikuasai),dan
TimBar menjdi wilayah Nederlands-Indie.Persetujuan ini diperbaharui pada
tahun 1914. Kita merdeka pada thn 1945,dan wilayah kita adalah Eks
Nederlands indie.
Makanya,dari 1945 sampai 1975(30 tahun) Indonesia samasekali tak
mengutik-utik
Timtim.Pada Thn 1975 kita menyerbu Timtim,maka kita disebut sebagai
agressor,
dan PBB tidak pernah menyetujuinya.Kita musti ingat pula pada pembukaan
UUD45
kita.Selain itu kita musti ingat pada  HAM Internasional yg dicetuskan
sejak thn
1945.(10 Desember 1945). Lha kalau kita mengingkari  UUD45 beserta
Pembukaannya,maka apalagi yang akan kita hargai??
Oleh berbagai2 pemikiran,maka saya berpendapat,kok sepertinya sebaiknya
kita  harus melepaskan  Timtim,karena sebenarnya memang bukan hak kita.!!
Saya setuju dgn pedoman: "kita pertahankan setiap jengkal wilayah RI
sekuat2nya"
,namun  yang betul2 memang menjadi hak kita.!! kita ini hidup diantara
Bangsa2.
Dengan begitu tentu ada nilai2 yang berlaku bersama antara Bangsa2 itu.!!
Bukan maksud saya menggurui siapapun,namun hanya ingin memberi masukan,
barangkali ada manfaatnya.Sebaiknya memang kit tak perlu merasa selalu
benar sendiri...!!! "Peacefull coexistence" kata seorang pemimpin
Negara...!
Selebihnya,semua pengorbanan prajurit2 kita,jangan dianggap sia2.!
Tidak!Mereka menjalankan tugas ! Saya tahu betul,bagaimana rasanya
berperang.!
Tepatnya: bergerilya.!!Rumah orangtua saya didalam kota yang diduduki
Belanda,
dijadikan "markas bawah-tanah" oleh TRIP,Bapak-Ibu alm. mempertaruhkan
segala2nya
untuk melindungi pasukan2 TRIP Jatim yang masuk kota,setiap kali.
Kakak saya,ketika baru berusia 18 thn (1945)  gugur di medan Surabaya(10
Nopember 45),kemudian saya sendiri berjuang sejak 1945 - 1950 (perang
kemerde-kaan),hanya survive sampai kini. Saya bukan pemberani,namun karena
cita2,
pantang berhenti berjuang,sanpai kemerdekaan tercapai.!Berapa banyak kawan2
saya
yang mati.......!! Saya tahu betul harganya sebuh kemerdekaan...!!
Demikian juga kiranya,rakyat Timtim akan berjuang terus,walau hampir
sepertiga
rakyatnya yang sdh jadi korban.Diplomasi kita di Dunia internasional sangat
hebat!
Tapi,kalau dasarnya salah,akhirnya ya mesti kalah.!!Ini harus kita
akui,dengan berat sekali.Kecuali kita ingin tetap menjadi agressor.Kalau
begitu,saya ingin tanyakan,bagaimana kalau kita serbu  Singapore,yang kaya
itu?Lalu kita serbu
Brunai yang banyak minyaknya itu,dan seterusnya?? Perlukah kita iri kepada
tetangga yang kaya? Perlukan kita cegah tetangga yang mau jadi komunis,atau
jadi setan sekalipun,namun tidak menggangu ketenteraman kita ?
Betapapun seseorang benci kepada Habibie,Wiranto,dll,namun tidak baik
kalau semua tindakannya dikatakan salah.!!!
Marilah kita tidak menjadi emosional terus2an...!!marilah kita berjiwa
besar
Paling tidak berusahalah...!! Negara kita adalah negara Eks nederlands
Indie.!
Negara kesatuan.Wilayahnya jangan ditambah,jangan dikurangi.Namun bila
Rakyt Timtim menghendaki menggabung dgn kita,ya kita terima dengan
baik.Kalau tidak,ya tak mengapa,wong tidak mau kok dipaksa......!! Okey ?

Mas Tribon (eks prajurit  TNI DET I BRIGADE 17 TRIP JATIM )

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 5 Feb 1999 jam 03:51:05 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke