---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: HAREDA OYA PARA PENDETA SADARLAH !!! Dengan hormat Pertingkaian antar Agama dewasa ini tidak terlepas dari SAHAM yang ditanamkan oleh Para Pendeta. Para Pendeta memiliki ANDIL yang tidak kecil dalam kerusuhan Agama yang sedang marak dewasa ini. Para Pendeta bertanggung jawab atas khotbah-khotbah yang diberikan dari atas mimbar kepada orang-orang Kristen. Bila khotbah yang diberikan melulu hanya tentang TUHAN YESUS KRISTUS, maka pertingkaian antar Agama pasti tidak akan timbul karena Kristen itu bukanlah sebuah Agama. Kristen itu adalah orang yang telah memiliki Kristus di dalam hati-nya. Seseorang yang telah percaya dan mengaku dan menerima TUHAN YESUS KRISTUS sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT pribadi disebut ORANG KRISTEN. Sayang sekali bahwa dari atas mimbar para pendeta mengkacaukan pengertian antara ORANG KRISTEN dengan AGAMA KRISTEN. Para Pendeta sangat begitu menekankan tentang AGAMA KRISTEN. Padahal YESUS tidak pernah membawa AGAMA ke dalam dunia ini dan bahkan YESUS tidak pernah merobah-obah AGAMA yang telah pernah dianut oleh manusia. Para Pendeta semestinya menekankan kepada orang Kristen tentang pengenalan akan Yesus. Para Pendeta seharusnya mengajarkan kepada orang Kristen tentang Jati Diri Yesus. Para Pendeta semestinya memberitahukan kepada Orang Kristen bahwa Yesus telah membayar Hutang Dosa seluruh umat manusia. Para Pendeta seharusnya memberitakan bahwa Yesus adalah Juruselamat seluruh Umat Manusia. Para Pendeta seharusnya memberikan dengan jelas dan terang dan gamblang dan mudah dimengerti tentang KETUHANAN Tuhan Yesus Kristus. Para Pendeta semestinya mengali dari Alkitab tentang keterangan yang mengatakan bahwa Yesus adalah 100% Manusia dan 100% Tuhan. Mesti-nya fokus khotbah Para Pendeta adalah melulu tentang Yesus yang tidak akan habis-habisnya untuk dibahas hingga kiamat. Dan masih banyak lagi yang dapat dikkhotbahkan tentang Yesus. Tapi sayang-nya Para Pendeta lebih gencar meng-khotbahkan tentang isi ayat-ayat Alkitab. Para Pendeta sibuk menjalankan LITURGI-LITURGI Gereja. Para Pendeta sibuk dengan khotbah- khotbah mengenai apa yang boleh dimakan dan apa yang boleh diminum dan apa yang boleh dipakai dan apa yang boleh ditonton dan apa yang boleh dilihat dan apa yang boleh dikerjakan dan apa yang boleh dikatakan dan apa yang boleh ini dan apa yang boleh itu. Para Pendeta lebih suka meng-khotbahkan doktrin-doktrin Gereja. Para Pendeta lebih senang mengkhotbahkan budi pekerti moralitas antar manusia. Para Pendeta lebih suka khotbah cerita- cerita dari dalam Alkitab sehingga Orang-Orang Kristen tidak sempat lagi mengenal dan mengerti akan Ketuhanan Tuhan Yesus Krsitus. Para Pendeta sibuk untuk merubah manusia agar menjadi BAIK dengan khotbah-khotbah-nya yangmana sebenar-nya hanya Yesus yang sanggup merubah manusia menjadi BAIK. Para Pendeta secara tidak sadar telah mengajarkan bahwa Agama dapat merubah manusia padahal Agama tidak bisa merubah manusia karena hanya Yesus yang dapat merubah manusia. Hanya Yesus yang dapat merubah manusia menjadi manusia SORGA. Tidak ada kekuatan lain di dunia ini yang dapat merubah manusia ke arah yang baik. Semua kekuatan-kekuatan di dunia ini selain Yesus hanya merubah manusia ke arah yang jahat saja. Dan perubahan-perubahan ke arah yang jahat ini makin bertambah- tambah dari saat ke saat. Dan manusia tambah jahat saja dari sehari ke sehari. Walaupun manusia berteriak-teriak ingin berubah ke arah yang baik, maka tetap saat yang terjadi adalah peningkatan dari kejahatan. Dari dahulu kala hingga sekarang, maka penaikan tingkat kejahatan bertambah-tambah dari sehari ke sehari dan ini bukti nyata bahwa Agama tidak berdaya untuk menurunkan kejahatan manusia. Jika memang benar Agama dapat menurunkan tingkat kejahatan manusia, maka mungkin sudah sejak lama kejahatan menurun. Tapi fakta membuktikan bahwa Agama tidak berdaya menurunkan kejahatan manusia. Yesus tidak menjanjikan bahwa manusia yang telah percaya dan mengaku dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi tidak jahat lagi. Tapi Yesus menjanjikan bahwa orang itu telah berubah menjadi manusia SORGA. Setelah manusia itu menjadi manusia SORGA, maka secara otomatis orang itu mempunyai hubungan dengan Kerajan Sorga. Dengan memiliki hubungan dengan Kerjaan Sorga, maka benih-benih kebaikan itu secara bertahap akan mengalir kepada orang itu karena sumber kebaikan itu datang-nya dari Sorga saja. Sedikit demi sedikit sesuai dengan kemampuan orang itu, maka aliran-aliran kebaikan Sorgawi itu mengalir kepada orang itu dan orang itu secara otomatis mengalirkan lagi kebaikan itu kepada lingkungan-nya. Kebaikan yang datang diluar Yesus adalah kebaikan SEMU. Kebaikan yang datang dari Agama adalah kebaikan SEMU. Kebaikan SEMU sangat cepat luntur bila ada hal-hal yang saling bergesekan. Kebaikan SEMU akan cepat berobah menjadi tindakan KEJAHATAN yang sangat dasyat bila ada hal-hal yang tidak sepaham. Tidaklah heran jika orang Kristen akan sangat sensitif tentang Agama. Orang Kristen menjadi ngamuk jika Agama-nya disinggung. Atau orang Kristen marah jika Agama-nya dihina. Orang Kristen membunuh jika bagunan gedung Gereja-nya dibakar. Orang Kristen marah jika Alkitab-nya dibakar. Mengapa Orang Kristen marah, ngamuk dll? Karena Para Pendeta selama ini salah menerapkan khotbah-khotbah dari atas mimbar. Jika Yesus yang dikhotbahkan dari atas mimbar, maka Orang Kristen hanya tertawa dan tersenyum saja jika bangunan gedung Gereja-nya dibakar karena Orang Kristen ini tahu bahwa Gereja itu bukanlah terdiri dari batu bata kayu semen tapi terdiri dari manusia-manusia yang telah percaya dan mengaku dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Jika Para Pendeta meng-khotbahkan tentang Yesus dengan benar maka Orang Kristen tidak akan lagi membela Agama atau membela Kitab Suci atau membela Nabi atau membela Tuhan atau membela bagunan Gereja. Mengapa Orang Kristen tidak akan lagi membela Agama, Kitab Suci, Nabi, Tuhan, Gereja dll, karena Orang Kristen itu sadar bahwa hal-hal itu tidak perlu dibela oleh manusia bahkan merekalah yang semestinya harus dibela oleh Agama, Kitab Suci, Nabi, Tuhan, Gereja dll. Para Pendeta harus mulai menyadari akan kekeliruan yang telah dilakukan selama ini. Para Pendeta tidaklah perlu menonjolkan pengetahuan tentang isi Alkitab dan Agama-nya. Para Pendeta perlu kembali ke basic sederhana seperti yang telah dicontohkan oleh Yesus. Yesus yang tahu tentang seluruh isi Sorga karena IA ber-asal dari SORGA tidak pernah secuilpun mencerita isi SORGA itu kepada murid-murid-NYA. Yesus hanya cukup meng- khotbahkan hal-hal sederhana yang ada disekeliling manusia saja seperti burung pipit, gandum, alang-alang, air, pokok anggur, garam, pelita, uang dirham, anak domba dll. Para Pendeta jangan takut tidak populer jika meng-khotbahkan hal-hal sederhana seperti yang Yesus lakukan. Pujian dari manusia karena Anda pandai dan hebat dalam ber-khotbah tidaklah ada manfaat-nya. Mulai kembali ke basic sederhana, maka keributan antar Agama bisa menurun secara drastis. Bila Para Pendeta mulai meng-khotbahkan tentang Yesus, maka orang-orang Kristen akan merasa malu jika ikut-ikutan ngamuk dan marah jika Agama-nya disinggung dan dihina orang. Orang Kristen akan malu untuk mencemplungkan diri dalam pertingkaian antar Agama. Orang Kristen akan merasa terhina jika ikut mencemplungkan diri dalam pertingkaian antar Agama. Orang Kristen akan merasa tidak terhomat jika ikut-ikutan meributkan tentang Agama. Bila Para Pendeta mulai meng-khotbahkan tentang Tuhan Yesus Kristus maka: 1. Orang Kristen mempunyai kebanggaan bahwa mereka adalah Warga Sorga dan malu untuk ribut-ribut tentang perbedaan Agama. 2. Orang Kristen akan memiliki kebanggaan bahwa mereka telah memiliki KEPASTIAN masuk SORGA dan merasa segan untuk ribut-ribut tentang Agama. 3. Orang Kristen akan merasa KASIHAN kepada kelompok yang belum memiliki tujuan KEPASTIAN masuk SORGA. 4. Orang Kristen akan merasa terhina bila harus ikut campur ribut-ribut tentang hal-hal yang tidak membawa manusia masuk SORGA. 5. Orang Kristen tidak merasa sakit hati dan benci bila kelompok manusia lain meng- hina dan meng-kucilkan keberadaan orang-orang Kristen karena mengetahui bahwa kelompok orang yang meng-hina itu masih belum memiliki kesanggupan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang jelek bahkan mereka belum bisa menbedakan tangan kanan dan tangan kiri. 6. Orang Kristen akan ber-usaha membagikan Tuhan Yesus Kristus kepada orang-orang lain yang belum memiliki KEPASTIAN masuk SORGA. 7. Orang Kristen akan menangisi kelompok orang-orang yang masih belum memiliki KEPASTIAN KESELAMATAN masuk SORGA. 8. Orang Kristen tidak akan menyebarkan dan menyiarkan jenis Agama apapun. 9. Orang Kristen tidak akan pernah merobah Agama dari pemeluk Agama apapun. 10. Orang Kristen tahu persis perbedaan antara Agama dan Tuhan Yesus Kristus. 11. Orang Kristen tidak akan sakit hati bila Gedung Bagunan Gereja-nya dibakar dan dirobohkan. 12. Orang Kristen memiliki kebanggaan bahwa mereka memiliki seorang DUTA di SORGA yaitu TUHAN YESUS KRISTUS. 13. Orang Kristen memiliki kebanggaan bahwa walaupun mereka belum pernah ke SORGA, tapi DUTA mereka ada di dalam SORGA yang menjadi wakil mereka di SORGA sebelum mereka menikmati SORGA yang sesungguh-nya setelah mati nanti. 14. Orang Kristen memiliki kebanggaan bahwa walalupun mereka belum pernah dan bahkan tidak akan pernah merasakan API NERAKA, tapi DUTA mereka Tuhan Yesus Kristus telah pernah mewakili mereka untuk merasakan dasyat-nya API NERAKA. 15. Orang Kristen boleh berbangga bahwa di mana DUTA mereka ber-ada, maka di sana jugalah mereka sebagai pengikut-pengikut Yesus ber-ada yaitu di dalam SORGA. 16. Orang Kristen tidak akan sakit hati bila...... dst... dst.... dst. Orang Kristen harus mulai memadang dan memikirkan kehidupan di dunia ini sama seperti Yesus memandang dan memikir dunia ini. Dan hal ini terjadi hanya bila Para Pendeta kembali ke basic yang hanya meng-khotbah-kan mengenai KETUHANAN Tuhan Yesus Kritus saja. Kesadaran Para Pendeta sangat diperlukan di zaman ini. Bila Pendeta belum mau sadar, maka agak berat untuk menikmati DAMAI SEJAHTERA yang telah di titipkan oleh Yesus kepada umat manusia. Ini adalah tanggung jawab Para Pendeta yang telah membuat komitment untuk menjadi Pendeta. Kerusuhan perbedaan antar Agama tidak akan terjadi. Pertingkaian antar Agama tidak akan timbul bila Yesus diberitakan dari atas mimbar dengan benar dan jelas. Kapankan Para Pendeta mulai menyadari hal ini bila bukan sekarang ini juga? Sekian dan terima kasih. [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Feb 1999 jam 03:51:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
