---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- KOMITMEN ABRI MENDUKUNG REFORMASI PERCAYAKAH KITA ? Melalui pernyataan Pangab Wiranto beberapa waktu lalu tentang kesiapan ABRI untuk bertindak dan berlaku netral terhadap semua Parpol dalam Pemilu mendatang, maka hal itu jelas menunjukkan adanya komitmen ABRI untuk mendukung reformasi sebab iklim netralitas ABRI inilah yang diharapkan dalam pentas Pemilu mendatang sebagai ciri pembeda utama dengan iklim Pemilu yang terselenggara sepanjang rezim Orde Baru. Baik kita kalangan reformis maupun yang merasa tidak tergolong didalam komunitas itu punya hak untuk menerima dan menolak dalam arti percaya atau tidak percaya atas komitmen itu, tetapi yang pasti apapun kebijakan dan langkah yang belakangan ini diambil ABRI secara jujur kita akui selalu dijegal dengan prasangka negatif melulu. Artinya tak satupun upaya ABRI dengan komitmennya mendukung reformasi yang selalu diterima dengan tangan terbuka dan lapang dada untuk memberi kesempatan kepadanya membuktikan bersatunya kata dan perbuatan menurut bahasa P4 yang sudah dikubur itu. Lantas bagaimana menguji kebenaran komitmen itu jika pernyataan Pangabnya lebih dini kita curigai dan tak mempercayainya. Bukankah itu hipotesis ABRI yang sedang bergolak dalam proses perubahan sistem nilai yang terbawa oleh arus Reformasi..? Memang rasanya kurang bijak kalau kita Reformis ini mengklaim diri yang paling benar dan jujur namun tak bersarana untuk membuktikannya bahwa kita memang benar-benar jujur dan benar, terbukti dengan arogannya kita semua menolak komitmen dan janji setiap pihak di luar komunitas warga Reformasi yang steril dari rezim Orde Baru. Adalah wajar bila euforia Reformasi telah membuat kita kepalang murka dan jijik melihat antek-antek Orde Baru yang zalim selama 32 tahun lalu. Tetapi adalah mustahil untuk menampilkan figur ABRI yang benar-benar steril dari bentukan Orde Baru yang merupakan masa lalu kita semua sebagai warga bangsa. Bentukan Orde Baru bukan ABRInya sebagai organisasi tetapi lebih pada personifikasinya, sehingga jika ABRI secara organisasi telah sadar dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan bukanlah hak aneh dan terlalu emosial/arogan jika kita tidak memberi tempat dan kesempatan kepadanya untuk sedikit waktu membuktikan kejujurannya itu. Tuhan-pun yang maha pencipta demikian pemurahnya selalu toleran menerima maaf pada hambanya yang sudah diambang kematian. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Feb 1999 jam 04:37:33 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
