---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- TEGANYA KITA MEMBIARKAN INDONESIA DI OBOK-OBOK Kalau kita mencermati berbagai peristiwa kerusuhan yang beruntun terjadi sejak bergulirnya Isyu reformasi yang seakan tak dapat ditemukan solusinya, bahkan aparat keamanan kita terkesan turut bingung dalam setiap mengatasi peristiwa tersebut, maka akhirnya kita bisa berkesimpulan bahwa peristiwa kerusuhan beruntun setidaknya merupakan kasus yang sudah tidak steril lagi dari kekuatan dunia luar atau konkritnya kekuatan negara Asing. Siapa dia, mungkin belum dapat kita menjawab pasti namun kehadiran siluman asing itu pasti adanya, berkaitan dengan analisis kita yang menunjukkan sulitnya mengatasi masalah kerusuhan itu dengan potensi dan kekuatan bangsa sendiri. Bukan mustahil jika kita berasumsi bahwa Indonesia memang potensial untuk dijadikan sebagai Proyek Uni Soviet kedua menyongsong Milenium ke-3 era kesejagatan ini. Dengan begitu tak ada lagi kekuatan penghalang bagi negara-negara Eropa dan AS bersama sekutunya untuk mengatur kawasan Asia Tenggara khususnya sesuai dengan kemauan mereka. Asia Tenggara dilihat dari segi pertahanan mungkin belumlah potensial dijadikan ancaman besar bagi kekuatan pertahanan Eropa dan AS bersama sekutunya, tetapi potensi ekonomi kawasan Asia Tenggara justru merupakan bayi raksasa yang akan mengatur dunia di masa depan. Aspek inilah yang seharusnya menjadi pijakan asumsi dan kesimpulan kita yang pantas untuk menaruh kewaspadaan bahkan kecurigaan terhadap peran terselubung kekuatan Asing dalam eufora Reformasi di tanah air. Dalam literatur ilmu politik memang tak ada dalil yang menjamin kelanggengan suatu ideologi untuk jangka waktu berabad-abad lamanya dan terbukti ideologi komunis berbasis Uni Soviet telah tumbang, dan selanjutnya ideologi kapitalis atau liberalis tentu menanti giliran entah kapan. Karena itu Indonesia dengan ideologi Pancasilanya yang khas dan secara subyektif bagi kita terasa punya nilai lebih tentu juga berada dalam ancaman yang tidak mustahil akan ambruk dengan sarana iklim Reformasi saat ini. Sebagai anak bangsa pewaris takta Negara kesatuan Republik Indonesia ini seharusnya kita lebih waspada dan tanggap mencermati berbagai fenomena yang muncul belakangan ini, sebab jangan sampai kita semakin tega membiarkan Indonesia diobok-obok oleh tangan asing. Mari kita rapatkan barisan meningkatkan kesadaran dan segera bersatu membendungnya. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Feb 1999 jam 04:37:47 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
