---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk KEHADIRAN PNI ASU DITOLAK BERBAGAI PIHAK Jakarta, SiaR (5/2/1999) Berdirinya Partai Nasional Indonesia pimpinan pengusaha H Probosutedjo mendapat kecaman dari berbagai pihak. Keberadaan Probo di partai tersebut diduga akan merusak citra PNI dan merupakan upaya penggembosan terhadap PDI Megawati. Sejumlah cabang PNI di Jawa mengakui, terpilihnya Probosutedjo sebagai ketua PNI merupakan upaya merusak citra partai berlambang kepala banteng miring tersebut. Bahkan sumber ini menyebut, bermainnya Probo di PNI akan mengacaukan keinginan warga PNI untuk mendukung PDI Megawati. "Kalau ia bisa masuk PDI, tentu ia akan garap PDI. Tapi karena sulitnya mencari celah, maka ia membuat PNI," kata sumber SiaR. Sebelum Probosutedjo mendeklarasikan PNI, sudah terdapat dua partai yang menggunakan nama PNI, yaitu PNI pimpinan Ny Supeni dan PNI Massa Marhaen yang dipimpin oleh Bachtar Oscha Chalik. Oleh karena itu, di kalangan partai-partai, untuk membedakan ketiganya dengan menyebut Probosutedjo tersebut sebagai PNI ASU. "ASUnya bukan Ali-Surachman. Tapi Antek-antek Soeharto," kata sumber SiaR. Selama ini Probosutedjo dikenal sebagai keluarga dekat Soeharto. Beberapa kali ia tampil sebagai pembela Soeharto jika Soeharto dihujat maupun dipojokkan. Selama pemerintahan Soeharto ia dikenal tidak banyak berkecimpung di dunia partai politik. Tapi lebih banyak membesarkan usaha bisnisnya. Namun, tiba-tiba saja setelah Soeharto diturunkan, ia tampil di dunia politik. "Belakangan ia sangat akrab dengan fungsionaris partai-partai baru yang tak pernah diperhitungkan itu untuk bekerja sama. Targetnya tentunya mengembalikan pamor keluarga Cendana," kata sumber ini lagi. Bahkan, menurut sumber yang lain, Probo termasuk salah satu pemberi donasi bagi partai-partai tertentu. Selain itu juga adik Ny Tien Soeharto, Ibnu Hartomo yang telah mengeluarkan miliaran rupiah untuk membiayai sedikitnya 19 partai baru. PNI ASU pimpinan Probo ini lahir lewat "konggres" mereka di Ancol beberapa waktu lalu. "Kami tidak mengakui PNI bentukan Probo karena motivasi mereka jelas untuk kepentingan Soeharto dan keluarga Cendana. Kami sesalkan itu, kok tega menggadaikan ideologi Soekarno," kata Bachtar Oscha Chalik. Menurut Bachtar PNI bentukan Probo ini sudah cacat lahir batin. Karena pendiriannya dilakukan dengan cara-cara tidak bermoral. Konon, kehadiran para peserta Konggres bukan untuk konggres pembentukan PNI dan memilih Rachmawati. Tetapi para pesertanya dijebak dan dibajak. Sebagian pesertanya mendapat iming-iming segepok uang dan dimainkan oleh kaki tangan Probo, Sadar Sibarani. "Sebenarnya kawan-kawan itu ikut konggres karena ingin mengangkat Rachmawati. Tetapi mereka dijebak oleh pengikut-pengikut Cendana," kata Bachtar. Sejumlah cabang PNI Massa Marhaen yang mengikuti konggres Ancol tersebut antara lain DPD Jateng, Sumbar, Riau, Sumut dan Jabar.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Feb 1999 jam 10:44:33 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
