---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- Akan kuceritakan padamu kisah tentang wanita ini. Seorang wanita yang kukenal sekian lama. Yang menemani perjalanan hidup sejak sayapku masih lemah, sejak aku masih piyik. Wanita itu adalah teman baik ku. Sahabat yang banyak membantu. Yang juga banyak memberikan petunjuk sederhana tentang moral dan arti hidup. Waktu dan jarak memisahkan semua orang. Hubungan erat itu sempat punah sementara, Setelah aku meyebrangi samudra. Setelah musim datang silih berganti, Ada jarak yang cukup lama sampai aku menemui wanita itu kembali. Ya beberapa tahun yang lalu, aku menjemput wanita itu dengan anaknya di Los Angeles Airport. Aduhai betapa berbedanya dia, diantara kerimbunan manusia yang padat di terminal kedatangan, aku melihat seorang wanita tua yang berjalan begitu perlahan kearah pintu exit. Ya wanita itu adalah dia yang telah kukenal sekian lama. Sekejab aku merasa aneh dan asing. Wanita yang dulu kukenal adalah seorang wanita setengah baya yang manis dan mudah gembira. Sedang wanita satu ini wajahnya begitu letih, garis garis umur begitu nampak jelas,kepedihan mendominasi kelopak matanya.Setiap orang akan mudah menebak bahwa perjalanan hidupnya adalah berisi serangkaian kesulitan ,kemiskinan dan keperihan. Mendung itu sirna begitu dia melihat sosokku. Tapi mengapa hujan dimatanya begitu turun deras? Tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Kecuali isakan lirih dan goncangan kecil dibadannya. Begitu berdekapan , tubuh kecilnya terasa hangat Bau rambutnya masih seperti dulu yaitu wangi keharuman padang ilalang penuh bunga. dibalik jasad mungil ini, rohnya sedang menguras telaga kerinduan dan menyiramkankanya padaku. Dan seperti ikan dikolam gersang yang merindukan hujan, rohku berterbangan menyambut tebaran air itu dengan riang. Tapi kegembiraan adalah teman akrab kesedihan. Langit yang cerah belum tentu menandakan hari yang baik. Tiba tiba aku menyadari sesuatu... Wanita ini sakit, pikirku. Wanita ini begitu lelah dan dalam pelukanku dia seakan ingin beristirahat selama lamanya dari semua keletihan perjuangan menempuh kehidupan.Sekejab ketakutan melanda, Aku sangsi bahwa aku bisa menjadi pelabuhan terbaik dari sampan letih yang telah dihempas badai berkali kali ini. Wanita ini sakit ,pikirku, itulah sebabnya aku berusaha menyenangkan dia sebisanya. Aku ajak dia ke Disneyland, aku ajak ke Santa Monica Pier. menikmati lautan Pasifik yang membiru sambil bercengkarama duduk dikursi bianglala yang bergelantungan dan berputaran yang membuatku takut, tapi membuatnya senang. Aku ajak ke Grifith Park nonton planetarium show ketika aku bersemangat menjelaskan semuanya, dia malah tertidur dengan lelapnya . dan aku ajak juga dia menyaksikan kota Los Angeles pada malam hari dari atas bukit dimana angin dingin dari Sierra Nevada selalu datang menerpa. Aku ajak juga dia ke Big Bear untuk menyaksikan salju yang ternyata sudah lama mencair. Aku ajak ke Las Vegas bersama anak anaknya. O betapa dia terkagum kagum dengan Caesar Palace. menatapi lagit langit Forum Shooping Center dengan pandangan takjub.. Aku ajak juga dia ke San Francisco, ah betapa senangnya dia dengan jembatan Golden Gate. Dengan penuh semangat dia berpose didepan kamera.Aku peluk dia dan kuciumi lagi kepalanya. ah..wangi bunga itu...adalah wangi surga. Aku ingat dia tertidur selama perjalanan dibangku belakang sedan. Di Monterey alangkah susahnya mencari kamar motel yang kosong, bila adapun harganya luar biasa. Jadi akhirnya kita parkir dipingiran pantai, aku berdebat dengan anaknya, sedang dia berusaha menjadi juru tengah, malam itu suara ombak yang menyisir karang menenangkan pertengkaran. Dan sayup sayup dibelakang dia mendengkur dengan irama yang menyejukan.kepalanya beristirahat diatas bantal yang nyaman... Wanita itu cuma sebulan bersamaku. Tadinya dia berniat untuk menetap disini menemani beberapa anak anaknya.. Hari hari terakhir menjelang dia pulang. Beberapa kali dia meminta agar aku bisa mengobati sakitnya dengan membawa ke dokter. Levernya bengkak, tapi aku tidak kuasa apa apa. Pada saat itu asuransi kantor tidak bisa mengklaim orang lain.dan gajiku adalah gaji minimum orang yang tidak berdaya.. O betapa pedihnya diri ini karena tidak bisa berbuat apa apa. O betapa aku menyesalkan semuanya.. Akhirnya , setelah dia mengerti bahwa tidak ada jalan lain kecuali kembali pulang ke tanah air. Aku berusaha mencegahnya, tapi dia tetap bersikeras memantapkan niat. Hari terakhir ,pada saat dia berkemas dengan kopernya yang tidak besar dia banyak berpesan tentang segala hal, jangan bertengkar dan hati hati. Jam terakhir, aku duduk dengan cemas disampingnya di ruang keberangkatan Los Angeles Airport. Setelah check in, aku merasa dingin.. Aku peluk wanita ini mencari kehangatan terakhir. Aku sapa dia dengan getaran sayang. Aku berusaha melihat wajahnya untuk terakhir kali Dia mengelak, tidak ingin bertatapan langsung. Jantungku berdetak kencang, aku merasakan keperihan itu kembali.. Hujan didalam dada ini. Suara pengumuman menggema ruangan airport. Departing time telah tiba.. Basah dalam jiwa ini. Dia beranjak dari kursi, Gemetar roh ini. Dia berjalan perlahan menuju gerbang keberangkatan. O betapa inginnya aku menumpahkan semua beban perasaan ini. O betapa inginnya aku menyeretnya kembali kedalam pelukan.. Perlahan dia berjalan lurus menuju terminal tempat pesawat Garuda yg akan membawanya pulang, diparkir. Dengan sisa isak, aku teriakan namanya. Dia tidak menoleh dan tetap berjalan lurus. Jiwaku kandas, sebagian dari rohku lenyap. Itu terakhir kalinya aku melihatnya sanggup berjalan. ( 2 bulan kemudian, aku bergegas menemuinya ditanah air, kali ini dia cuma bisa terbaring tak berdaya.Setelah kami bawa dia ke rumah sakit Fatmawati. Seminggu kemudian wanita tempat darahku selalu berkiblat ini berjalan lurus menuju Tuhan ....) Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 6 Feb 1999 jam 00:22:36 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
