---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk TUHAN SAJA SAMPAI MENANGIS Krisis melanda tiga negara Asia: Korea Selatan, Thailand dan Indonesia. Penduduk panik, presiden dan perdana menteri ketiga negara itupun pusing. Berbagai cara sudah ditempuh, tapi kondisi ekonomi terus memburuk. Akhirnya ketiganya sepakat menemui Tuhan, untuk bertanya sampai kapan krisis akan berlangsung. Pertama kali yang masuk ke kamar Tuhan adalah Presiden Korea. Dua pimpinan lainnya, dari Thailand dan Indonesia, menunggu di luar. Eh, hanya lima menit kemudian, Presiden Korea ke luar ruangan sambil menangis tersedu-sedan. Wah, pasti krisis masih lama di Korea, pikir pimpinan Thailand dan Indonesia. Giliran kedua jatuh pada PM Thailand. Peristiwa yang sama terulang: hanya lima menit di dalam ruangan ia keluar sambil menangis. Malah tangisnya lebih keras ketimbang Presiden Korea. Wah, pasti krisis Thailand lebih parah daripada Korea dan pasti lebih lama lagi akan beres. Yang terakhir, masuklah Presiden Indonesia ke ruangan yang sama. Kali ini keajaiban terjadi. Hanya lima menit di dalam, Presiden Indonesia ke luar dengan muka biasa-biasa saja. Sedikit senyum, tapi tak kelihatan sedih. Wah, pasti Indonesia yang akan menikmati pemulihan ekonomi lebih dulu, pikir kepala negara Korea dan Thailand. Tapi bukankah itu tak adil. Indonesia masih terus dirongrong korupsi, Soeharto juga belum diadili, penghamburan uang terus terjadi, mengapa Presidennya bisa tenang-tenang saja ke luar dari kamar Tuhan. Karena tak sabar menunggu jawaban dari Presiden Indonesia, Presiden Korea dan PM Thailand langsung menemui Tuhan di kamarnya. Ternyata: Tuhan sedang menangis. ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 6 Feb 1999 jam 10:05:12 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
