---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Ibarat mencoba melintasi samudra dengan sebuah Kapal bocor, situasi bernegara Indonesia benar benar menghadapi titik menyeramkan.Ekonomi yang merupakan jantung mesin negara sudah rusak parah, sang montir tidak punya skill,dia tahu bahwa suatu saat mesin kapal ini akan meledak, tapi untuk menyenangkan nakhoda, tidak jarang dia membuat laporan yang bagus bagus. Sang nakhoda yang yang bloon dan lulus dari akademi pelayaran karena menyogok, juga tidak punya kemampuan untuk memprediksi cuaca, jangankan membaca peta, melihat laut saja dia baru sekali ini. Nakhoda ini cuma sibuk dengan party diantara perwira. Para penumpang yang membayar karcis dibiarkan terlantar digeladak. Ketika mulai terdengar keluhan diantara penumpang yang mulai merasakan bahwa kapalnya terlalu sesak, perjalanan terlalu lama, makanan di kantin mulai berkurang. WC banyak yang mampet, beberapa perwira mulai memajaki penumpang yang ingin pakai kamar mandi, Sang Nakhoda cuma tertawa,dia bilang " Kita semua Harus berkorban agar sampai di tujuan " Beberapa ibi ibu mulai berani bertanya " Kita ini sebenarnya mau dibawa kemana sih?" Jawaban nakhoda itu adalah. " Pulau yang namanya Nusantara" Seorang anak yang ketus juga bertanya " Kok nggak nyampe nyampe?jangan jangan salah arah?" Nakhoda menjawab "Percaya saja sama saya, Saya ini nakhoda legitim lulus yang lulus dengan cum laude " Kapal itu terus melaju walaupun tersendat sendat. Tubuh berkaratnya yang bocor mulai makin menguak. Mesinnya mulai tersendat sendat.persediaan makanan sudah banyak berkurang. Penumpang semakin tidak nyaman karena sarapan dan makan siang mereka sering tertunda,awalnya mereka mencoba berpuasa atas petunjuk sang nakhoda, Lampu di geladak juga mulai dimatikan sesuai permintaan Nakhoda agar semua energi bisa disalurkan untuk melajukan kapal lebih cepat,tapi lama lama mereka curiga, kenapa pada saat mereka lapar dan prihatin, mess perwira diata ajungan sana nampak terang benderang? dan jelas sekali dimata mereka bahwa para perwira itu mengadakan pesta lagi seperti yang sudah sudah. Akhirnya ketahanan mereka ambruk, mereka mengadakan pemberontakan. Mereka meminta agar Nakhoda diganti dengan pemilihan suara. Ya pemilu untuk mencari nakhoda terbaik yang tau bagaimana mengemudikan kapal dan mempunyai visi kedepan. Mereka mengancam akan melengserkan nakhoda cebol ini dengan paksa seperti nakhoda tua bekas satpam yang kemaruk duit yang sekarang tidak punya kedudukan dan jadi bahan caci makian. Mereka ingin menjadi penumpang yang aman, mereka ingin sampai ketujuan dengan cepat tanpa bertele tele seperti Musa yang tersesat 40 tahun ketika memimpin rombongan umatnya di padang pasir sana. Sang nakhoda yang sudah keenakan pesta, jelas ragu ragu untuk melaksanakan pemilu yang jujur. Dia bilang pada para perwira dan tamtama, " Bila kita ingin terus hidup enak , kita harus pertahankan kedudukan, berikan beras dan susu gratis pada penumpang sekarang, bilang kalau kita menang mereka bakalan dapat susu, beras dan daging gratis selama seminggu penuh " Kasihan penumpang kapal yang melarat.Dan beruntung lah nakhoda yang punya penasehat pintar dan licik. Karena Kandidat penumpang untuk menggantikan sang nakhoda adalah para kandidat yang lemah, tidak punya orientasi tidak berpengalaman, satu dua dari mereka malah adalah teman nakoda sendiri,Dan hampir semuanya kandidat adalah penumpang VIP yang tidak mengerti susah dan sengsaranya mereka. Penumpang Kelas 1 -3, memilih Amien Rais. Seorang penumpang VIP yang mendapatkan kamar gratisan juga gara gara kedekatannya dengan nakhoda. Kelebihan kandidat ini: Dia nampak cerdas dan berani. tapi keberaniannya sebenarnya tidak utuh, tidak seperti Mandela,Martin Luther King atau tokoh perubahan yang punya sikap dan berani turun ke jalan bersama masyarakat. manusia ini sering plin plan. tidak punya pendirian. Manusia yang terlalu percaya pada kemampuan diri sendiri sehingga cenderung seperti manusia hilang kendali, dia juga sangat menyukai sanjungan,hobby muktamar dan acara seromonial yang bertele tele persis dengan kebiasaan perwira dan nakhoda kapal. tapi dia juga seringkali bingung tanpa sebab. Setelah menghujat Suharto, dia bilang itu bukan hujatan, setelah berkomentar bahwa " Presiden itu sebaiknya laki laki" ketika terjadi polemik tentang presiden wanita, dia sekarang bersedia untuk menjadi wakil dari presiden wanita. Kemampuan memimpinnya nol, Para penumpang kelas ekonomi dan kambing memilih seorang wanita ningrat penghuni kamar super VIP. Megawati walaupun nampak anggun, sebenarnya tidak cukup pintar, kecerdasannya diragukan, wawasannya sempit. Manusia satu ini tidak mau bergaul dengan kalangan kecil. Selalu menjaga jarak dan pengecut. Kebegoannya nampak setelah dia meyambut pancingan sang Nakhoda tentang keinginan memerdekakan Timor Timur. Ketika perempuan dungu satu ini langsung menyalak dengan " akan tetap mempertahankan Timor Timur" maka satu blunder telah dia buat, sang nakhoda dengan cepat menyambut dgn manuver indah dengan memberikan keleluasan bagi rakyat Tim Tim untuk ikut pemilu, harapan manusia ini adalah rakyat Tim-Tim akan memilih Golkar karena cuma Golkar yang menjanjikan kemerdekaan bagi mereka. Mega selain Bloon, tidak punya kemampuan untuk menjadi Nakhoda. Penumpang campuran seperti santri dari kelas geladak memilih Gus Dur. Gus Dur itu buta, berbicara masalah visi dengan orang ini sama dengan mencoba mencoba menerangkan apa itu warna pada seorang tunanetra. Manusia belis yang tidak segan mengorbankan akidah dan pantat untuk Suharto dan Wiranto adalah manusia munafik yang hobby bercabo ria dan bersodomi ria dengan alasan persatuan, kedamaiaan .Manusia yang insting berpolitiknya di kendalikan gosip ini diragukan kesehatan mentalnya. memilih dia menjadi nakhoda adalah seperti meminta Stevie Wonder menjadi supir di bis Expres Jakarta Bandung via puncak. Beberapa penumpang ada juga yang mencalonkan seorang dewa bernama Hamengkubuwono. Dan ini adalah suatu kemunduran. Dewa coklat tidak tampan yang dulu bermaksiat dengan setan bukan cuma tidak punya kemampuan .Tapi dia tidak kredibel hidup di jaman modern seperti sekarang. Kapal itu tetap berlayar entah kemana. Penumpang bersiap menghadapi pemilu. Tanpa sadar, perjalanan bertele tele ini akan semakin mendekatkan diri mereka pada malapetaka. Dilema besar menanti mereka memang. tanpa pemilu kapal akan tetap dipimpin oleh seorang bloon yang korup dan penuh kolusi, Dengan pemilu,itupun bisa berlangsung bersih. pemimpin mereka adalah orang orang bloon yang tidak punya kemampuan apa apa selain pidato dan beri wejangan sana sini. Semuanya sibuk dengan pemilu. Tidak pernah ada yang mempertanyakan keadaan mesin, sudah sampai dimana kita sekarang? Akan ada apa begitu kapal sampai tujuan? Dan bila nakhoda kapalpun jadi diganti, penggantinya adalah orang orang yang tidak tahu apa apa, pengecut dan tidak punya sikap. Badut dan ular bersatu dalam kepribadian. Perlahan kapal itu akan meledak atau karam. Bagi penumpang yang sadar, mereka akan mencoba menyelamatkan diri sendiri, mereka akan naik sekoci dan berusaha lari sebelum terlambat. Kesimpulan : Makanya saya bilang, lebih baik Indonesia bubar saja. Biarkan Aceh Merdeka, Kalimantan merdeka,Irian Timor Timur, Bali, Minangkabau merdeka juga. Lebih baik berpisah tapi kita selamat, dari pada bersama sama tapi mampus tenggelam. Biarkan Habbie dan Baramuli menjadi Presiden di makasar sana. Biarkan orang jawa punya negara sendiri, anyway para tokoh reformasi semua juga dari jawa. Dari Amien Rais, Gus Dur, Megawati (setengah jawa) Wiranto,Hamgkubowono,sampai dengan aktivis celeng bernama Setiawan Jodi. semua jawa. Biarkan Satrio paningit muncul ditengah jawa, Tapi kita harus merdeka dari mereka... Hasan Basri ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 Feb 1999 jam 22:12:00 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
