---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- PWNU MENGADUKAN BERAS JEPANG KE PRESIDEN Surya (5-2-99) Karena tidak ada kejelasan waktu penerimaan beras bantuan dari Jepang, maka pihak PWNU memberikan dead line kepada Kabulog dalam waktu sepuluh hari. "Bila tidak juga selesai, dalam waktu itu kami akan berkirim surat ke presiden," jelas KH. Hasyim Muzadi, Kamis (4/2). Hal itu dilakukan, menurut Hasyim, karena proses mengeluarkan beras Jepang ini berbelit-belit dan proses administrasi sangat rumit. Selain itu, menurut Hasyim, persoalannya bukan semata-mata masalah beras. Tapi sudah menyangkut martabat pemerintah di mata rakyat dan di mata negara penyumbang. Saat ini, menurut Hasyim, berita tentang beras Jepang itu masih simpang siur. Dari Bulog Jakarta mengatakan bahwa beras itu belum sampai. Tapi menurut informasi, beras itu sudah ada di gudangnya. "Tapi menurut Dolog Jatim, ia tidak tahu itu beras untuk NU atau bukan", lanjut Hasyim. Karena Bulog masih bersikukuh bahwa beras itu belum datang, maka untuk mengeluarkan beras talangan, Bulog meminta agar ada pembicaraan. "Bulog meminta agar pembicaraan itu melibatkan Dolog, Sub Dolog, Lakpesdam, PWNU, PCNU dan pengurus ranting NU. Dan ini kan ruwet," jelasnya. Disamping itu menurut Hasyim, diperlukan nota kesepakatan antara Bulog dan pihak Jepang tentang penggunaan beras Bulog. Sementara itu, obat-obatan bantuan Singapura untuk PWNU seberat 21,5 ton sampai saat inimasih tertahan di pelabuhan Tanjung Perak. Menurut Hasyim pihaknya harus mengeluarkan sebesar Rp 423 juta, untuk pajak cukai. Untuk itu, PWNU akan segera berkirim surat pada dirjen pajak, agar dapat membebaskan bea tersebut. Sebab, menurut Hasyim, obat-obatan itu merupakan sumbangan dan diperuntukkan masyarakat dengan gratis. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 9 Feb 1999 jam 08:39:11 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
