---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: borneo PELAJARAN YANG DIBERIKAN TIMTIM KEPADA KITA Sesungguhnya banyak yang bisa kita pelajari dari masalah Timor Leste ini. Timor Leste dengan rakyatnya yang heroik telah memberikan contoh yang sangat gamblang kepada kita,kepada dunia. Ada dua hal yang mengkristal dan monumental yang diberikan rakyat Timor Leste ini,buat dicamkan dan dipahatkan dalam ingatan kita. 1. Sejak invasi dan okupasi RI-ABRI bulan Desember 1975 di Timtim sudah lama adanya beberapa partai dan organisasi yang menganut bermacam aliran. Ada yang pro-RI,ada yang netral-netral saja dan ada yang dengan tegas memperjuangkan kemerdekaan buat Timor Leste.Ada APODETI,UDT,TRABALISTA,KOTA,dan FRETELIN dengan pasukan-bersenjata-rakyatnya yang sangat terorganisasi baik. Dari beberapa partai itu dengan adanya invasi dan okupasi RI-ABRI,menjadi terpolarisasi.Ada yang mau bergabung,"mengundang" RI-ABRI masuk ke bumi Timtim,yang mau berintegrasi,ada yang mau otonomi saja,dan ada yang dengan tegas memperjuangkan kemerdekaan Timor Leste. RI-ABRI dari sejak Desember 1975 memang memusatkan kekuatan bersenjatanya buat menghantam dan membasmi orang-orang Fretilin dan Falantil yang punya kekuatan bersenjata-rakyatnya.Abri sejak tahun-tahun pertama kedua dan beberapa tahun sesudah itu memang melancarkan-perang secara dahsat dan habis-habisan.Dengan pesawattempur,pesawat-pembom,membomi bangunan,proyek,gundukan yang dicurigai,bahkan hutan-hutan yang dianggap tempat persembunyian orang-orang Fretilin. Menurut catatan,hampir setengah dari penduduk Timtim tewas,gugur dan menjadi korban keganasan RI-ABRI,artinya ratusan ribu kalau dihitung sejak 1975 sampai kini tetap masih berlangsung. Habiskah rakyat Timtim,habiskah kekuatan Fretilin dan Falantilnya? Ternyata sampai kini,Fretilin dan kekuatan bersenjata-rakyatnya,malah teruji,terbaja,tertempa kokoh. Fretilin melawan,berlawan.Banyak yang gugur,baik pasukannya maupun rakyat biasa,keluarganya. Bahkan rakyat biasa dan keluarga orang-orang Fretilin inilah yang justru paling banyak menjadi korban keganasan Abri. Kena bom,kena tembak,ditembaki,diperkosa,disiksa agar mengaku di mana keluarganya yang menjadi pasukan Fretilin itu. Tetapi rakyat Timor Leste di bawah pimpinan Fretilin pantang menyerah. Fretilin tidak seujung rambutpun mau menyerah,tidak secuilpun bersedia melepaskan senjatanya,tetap memegang teguh senjata.Dan bahkan berusaha keras merebut senjata musuh dalam setiap penyerangan dan pertempuran.Dan senjata ini sangat dibutuhkan buat melawan musuh,dan musuh itu adalah ABRI. Fretilin dengan Falantilnya terus-menerus memperkuat kesatuan dan semangat-baja buat memperjuangkan kemerdekaan tanahairnya Timor Leste.Dan perjuangan itu tidak bisa lain dengan senjata,dengan pertempuran-pengausan Abri.Karena itu betapa sulitnya,betapa berat dan makan-waktu lama. Sedangkan musuh yang dihadapi,ABRI sangat kuat,punya persenjataan lengkap,semua ini bila dibandingkan dengan Fretilin-Falantil. Perwira-perwira tinggi Abri saling bertukar-pengalaman,saling tukar-posisi dan ajang buat kenaikan pangkat tertinggi sebagai jenderal,tanah Timor Timur tempat "gantungan nasib baik" para calon jenderal itu.Dan memang sudah puluhan jenderal mendapat bintang karena "pengalaman-tempurnya" di Timtim,melawan rakyat Timtim yang mau merdeka itu. Ada hal yang tak diberitakan oleh RI-ABRI,bahwa korban di pihak Abri cukup banyak. Penulis pernah secara tekun mengikuti berita-berita pertempuran lewat Australia,Darwin,melalui berbagai siaran dan media-massa,ketika itu antaranya ETNA. Ketika itu saja sudah ribuan tentara Abri menjadi korban dalam pertempuran melawan Fretilin. Dan kalau dihitung sejak tahun 1975 itu sampai kini,ada puluhan ribu Abri mati,tewas di tangan Fretilin. Jakarta tak henti-hentinya mengirimkan pasukannya ke Timtim. Diberitakan kemenangan demi kemenangan Abri,dan kekuatan Fretilin hanya puluhan orang saja,dan bahkan dikatakan "sangat sedikit" atau dikatakan "sisa-sisa kekuatan Fretilin". Tetapi nyatanya sampai 8 windu ini RI-ABRI tak dapat dan tak mampu menaklukkan rakyat Timor Leste di bawah pimpinan Fretilin/Falantil. Di pihak lain,perlawanan secara politik dan diplomatik sangat bagus dilancarkan pihak Fretilin. PBB sampai kini tidak mengakui pencaplokan RI terhadap Timtim. Dua orang putra Timtim mendapat Hadiah Nobel Perdamain Dunia. Ini benar-benar tamparan buat RI-ABRI.Tidak mungkin panitya Hadiah Nobel itu akan memberikan hadiah tsb,kalau memang rakyat Timtim maunya perang saja! Justru yang ngotot perang dan mau menghabiskan kekuatan bersenjata Fretilin adalah pihak Jakarta. Perundingan demi perundingan di PBB,yang di bawah naungan Sekjen PBB dan antara masarakat Timor Timur sendiri tetap dijalankan,tetapi lebih banyak menemui jalan buntu.Karena yang satu tetap ngotot mau menguasai Timtim,yang satunya lagi tetap mau kemerdekaan,berdiri sendiri;menentuka nasib sendiri. Secara politik dan diplomatik terus diusahakan,sedangkan pertempuran kecil atau pertempuran skala sedang tetap dijalankan di bumi Timtim.RI-ABRI kelihatannya sudah sangat lelah dan capek mengurusi Timtim ini sehingga ada istilah "Timor Fatigue"-,sangat capek ngurusin Timtim ini! Di samping itu juga banyak mengeluarkan ongkos,dana yang besar buat semua itu. Nah,inilah pelajaran pertama itu. Rakyat Timtim tetap berlawan,teguh berlawan,tetap memegang senjata,sedikitpun tidak bersedia menyerahkan diri dan menyerahkan senjatanya! 2. Di dunia pelajaran sejarah yang diberikan oleh bangsa-bangsa,ternyata ada satu hal yang universal.Kekuatan yang bagaimanapun,keganasan dan kekejaman yang bagaimanapun,tidak mampu bisa menundukkan kekuatan rakyat yang sungguh-sungguh mau bebas-merdeka. Lihat apa kurang bengis,kurang kejamnya,kurang ganasnya seorang Hitler dengan perangkat sistim fasis-nazinya.Tokh masih bisa digerilya oleh kekuatan rakyat di dalam negerinya sendiri,dan bisa ditundukkan.Lalu yang ini di hadapan mata kita.Apa "kurang hebatnya" ABRI ini,dibandingkan dengan rakyat Timtim dan Fretilin dan Falantilnya.Apa yang tidak dikerahkan Abri buat membasmi kekuatan bersenjata Fretilin,dengan pesawatterbang,dengan bom,dengan siksaan,pembunuhan,perkosaan,penculikan,dengan aliran darah dan darah di mana-mana di bumi Timor Leste.Dan tokh akhirnya RI-ABRI dengan menghela nafas panjang berkata,sungguh "Timor Fatigue",capeknya ngurusin Timtim ini,minta ampun! Sampai pada rapat pemerintah "penentu-nasib-bangsa",sudahlah,suruh saja Timtim ini merdeka sendiri! Suruhlah dia merdeka,biar nanti dia rasakan akibatnya. Dan ini sebenarnya RI-ABRI itu mutung! Bukan dengan hati yang jujur dan bersih,justru mau "menjerumuskan" dikira dengan bebasnya Timor Timur akan menghabiskan energi dan kekuatan rakyat Timtim sendiri,akan "kelabakan sendiri" kalau disuruh merdeka. Ini maunya RI-ABRI.Tapi masarakat dunia mendengar sikap RI ini malah sudah pada siap bersedia membantu Timtim "yang disuruh merdeka" itu.Jepang,Australia dan negara-negara Skandinavia sudah siap sedia membantu berdirinya Timtim yang bebas merdeka dari RI! Nah,inilah pelajaran kedua yang diberikan Timor Timur kepada kita dan dunia. Jangan lepaskan senjata,berlawan terus,berani dan jangan takut serta tidak takut kekuatan,kekejaman,keganasan kaum reaksioner manapun.Inilah resep yang diberikan rakyat Timor Leste kepada kita. (SOBRON AIDIT).- 5 Februari 1999.- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 9 Feb 1999 jam 08:44:04 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
