---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: borneo C H A O S Berita-berita setiap hari melalui koran,radio,televisi,selalu ada apinya,selalu ada darahnya.Kerusuhan di mana-mana.Kekerasan di mana-mana,kekacauan.Katanya di Aceh ketika itu pada menjelang akhir tahun 1998 DOM akan ditarik,dan pasukan akan dikurangi,kerusuhan akan makin berkurang.Nyatanya sampai kini malah pada angka-angka tertentu menjadi naik,grafik kerusuhan,kekerasan,pembubuhan menjadi naik. Bahkan ada suara dari Aceh,bagaimana kalau Aceh juga terpisah dari RI-ABRI,seperti yang diusulkan pemerintah atas Timor Leste. Kerusuhan dan kekacauan yang satu mengatasi yang lain.Bagaikan berlomba-lomba,kerusuhan mana yang paling banyak korbannya.Korban kerusuhan di Ambon ternyata lebih banyak daripada di Ketapang-Jakarta.Dan Aceh serta Timor Timur,tetap saja ada kerusuhan,tindak kekerasan.Organisasi-organisasi pemuda yang kira-kira akan berpihak pada RI-ABRI dipersenjatai,badan-badan keamanan dilengkapi persenjataan,sudah tentu dari Abri. Pihak-pihak yang bertentangan,berlawanan,pada siap buat mengokangkan senjatanya.Tak ada senjata api,siap dengan senjata-tajam,tombak,parang,pedang,bahkan bambu-runcing yang dulu pernah para pejuang pergunakan buat mengusir penjajah Belanda,kini buat menghadapi saudara sendiri. Tak usah disebut bagaimana kerusuhan dan kekacauan dan ketidakamanan penduduk dalam kehidupan biasa.Seperti di dalam bis,kereta,di pasar,di tengah jalan pergi-pulang,di terminal-bis dan lapanganterbang,stasiun,di mana saja,para pencopet,penjambret,perampok,siap menjalankan aksinya. Karena sudah terlalu banyak terjadi,terlalu sering,maka badan kepolisian,badan keamanan,mana mau perduli.Dan orangpun sudah sangat segan buat melapor.Terlalu banyak kejadian,yang melapor malah mendapat kesukaran,bisa-bisa yang mestinya jadi saksi lalu dituduh jadi terdakwa! Kalau mau jalannya lancar dan mulus,harus keluar fulus! Pokoknya uang semir,uang kopi,uang pelicin. Yang begini terjadi baik di tingkat bawah maupun pada tingkat tinggi,seperti di Pengadilan di Mahkamah Agung,di pemerintahan pusat. KKN,sudah menggejala,menggebu,gampang dan banyak diucapkan,tapi tetap terus dijalankan. Yang berteriak anti KKN,tahu-tahu dia sendiri KKN tulen! Awas jangan ucapkan kata-kata kasar seperti "ayo seret dia ke pengadilan,hujat dia". Kita harus pandai-pandai membawa dia bagaiman caranya bertobat. Apakah dengan cara nasuha atau dengan cara mubahalah(agar cari sendiri apa itu dua kata yang berasal dari Bahasa Arab).Katanya bertobat kepada Allah tapi di depan umum disaksikan rakyat dan orang banyak. Masaksih sudah berjuta membunuhi orang,bertrilyun rupiah korupsi dan merampok kekayaan rakyat dan jadi Kepala Negara yang terkaya nomor tiga di dunia,tahu-tahu hanya begitu saja hukumannya! Minta ampun,kacaunya negara kita ini! Orang yang dulunya dipuja-puji sebagai anti Cendana,dianggap sebagai pelopor reformasi,reformasi-sejati lagi,kini bolak-balik yang katanya sih omong-omong dengan babe,sudah lima enam kali! Kalau hanya sebagi taktik-strategi sih tak soal,tapi kalau dengan maksud likwidasi?! Siapa tahu barang di dalam,kepala sama berbulu,hati siapa tahu! Sedalam-dalamnya laut memang dapat diduga,dalam hati? Pengadilan setelah beberapa kali "menghadirkan" sang diktator,sudah itu macet.Katanya tunggu penyelesaian,tahu-tahu raib sampai kini,tak terdengar kabar,bagaikan batu jatuh ke lubuk.Kepalanya di Mahkamah adalah Ghalib,pekerjaannya sangat tidak galib,masaksih sampai hatinya anak-buah dan anak-asuh mau nyeret babe,kok tega-teganya!? Kan dulu yang ngangkat juga babe,apa lupa budi-baik,hutang budi lho dulu itu,hutang budi kan dibawa mati. Ah ini Timtim hanya bikin susah dirikita saja.Betapa banyak uang dan dana sudah ke luar.Diperangi,dibunuh,dibasmi tidak juga habis-habisnya.Dan dunia tetap saja menganggap kita penjajah dan intervensi,nah,bagaimana kalau kita suruh saja mereka merdeka,biar mereka tahu rasa.Kita,RI bisa tanpa Timor Timur,tapi Timor Timur tak mungkin bisa hidup tanpa kita,biar nyahok mereka! Udah suruh saja mereka merdeka,urus sendiri,memangnya gampang ngurus sendiri,belanja sendiri,keluar uang-dana sendiri. Inilah anggapan pemerintah yang lebih banyak bersifat mutung,ngambek,dan sebenarnya mau menjerumuskan. Para mahasiswa yang militan dulu,tampaknya posisinya "direbut" para yang belakangan ini bukan main aktifnya bolak-balik ke pemerintah dan ke Cendana. Triumvirat,tiga serangkai? Susunan triumvirat dibuat bongkar-pasang,bagaimana kalau yang ini dengan yang itu,yang itu dengan yang ini,bolak-balik tetap saja macet.Dan yang paling penting,memangnya rakyat puas hanya dengan triumvirat usulan dari atasan saja? Begitu kacaunya,begitu banyak kerusuhan-berdarah,tindak-kekerasan,kejahatan,main-hakim sendiri,copet-jambret,rampok,ancaman,penculikan,semua ini ekor-ekor dari kekuasaan-terfokus dulu itu,hanya pada satu tangan sang diktator.Dan diktator itu sampai kini tak apa-apa,malah tampaknya dapat angin-segar lagi,apalagi sesudah berlebaran dan nyekar di Solo baru-baru ini.Enak ya jadi diktator seperti dia itu,malah banyak yang membelanya bahkan tetap saja ada yang menokohkan.Dan gilanya kalau bukan lucu dan anehnya,yang mau menokohkan itu justru yang dulu katanya sangat anti dia itu. Nah,inilah jenis dan sifat kekacauan itu;bukan hanya dan tidak hanya dari segi fisik saja tapi juga psykis,pikiran,kejiwaaan,maka lengkap-sempurnalah sudah segala CHAOS di RI-ABRI kini! (Sobron Aidit) 6 Februari 1999. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 9 Feb 1999 jam 08:51:15 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
