----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Stockholm, 8 Februari 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

APAKAH BENAR UNDANG UNDANG MADINAH YANG DIBUAT OLEH RASULULLAH HANYALAH
UNTUK ORANG ORANG YANG BERPIKIR TIDAK REALISTIS ?.
Ahmad Sudirman
Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA.

Salam damai untuk kaum penganut agama lain.

Pada tanggal 7 Februari 1999 Saudara Salaman menyampaikan dua
tanggapannya kepada saya, dengan memakai subject 'NEGARA ISLAM AHMAD
SUDIRMAN' dan 'UU MADINAH AHMAD SUDIRMAN'.

Dalam tanggapannya 'NEGARA ISLAM AHMAD SUDIRMAN', Saudara Salaman
menulis "Pendapat saya mengenai ide Pak Ahmad Sudirman sangat sederhana
saja. Bagi saya semua agama di dunia ini apakah Islam, Nasrani, Madjusi,
Budhisme, Hindu dsbnya, mengajarkan cinta kasih sesamanya, mengajarkan
kebaikan dan berbuat kebajikan sesamanya. Semua agama diturunkan dengan
misi seperti itu. Kalau mereka bertengkar, bermusuhan atau saling bunuh,
bukan agamanya yang salah, tapi memang manusianya yang tidak benar.
Mereka menjadikan agama hanya sebagai topeng untuk melindungi berbagai
(ribuan) kepentingan. Bukan kepentingan agama seperti yang mereka
teriakkan atau dakwahkan. Jangan kita tertipu oleh kata-kata mereka.
Karena kepentingan agama hanya satu, yaitu bagaimana manusia dapat hidup
dengan damai dan penuh cinta kasih sesamanya di dunia ini. Diluar itu,
adalah kepentingan untuk memupuk kekuasaan, kekayaan, kehormatan(palsu)
dan segala sesuatu yang berbau rakus,tamak dan ekspansif.

Buku SAQIFAH (SAQIFAH: Suksesi sepeninggal Rasullullah SAW, Awal
Perselihan Ummat. Karangan O. Hashem, terbitan YAPI) telah memberi saya
dimensi baru mengenai kehidupan Islam, sekaligus memberi kewaspadaan
saya kepada ide-ide yang sempit seperti pembentukan negara Islam. Bagi
saya akhlak yang baik dan mulia adalah kunci dan sekaligus cerminan yang
menuju kepada kesempurnaan hidup. Pengertian hidup itu sendiri adalah
bagaimana kita mengenadalikan dan menguasai hawa nafsu kita terhadap
materialisme disekeliling kita. Saya tidak sepenuhnya menyalahkan
pendapat Bung Saut Situmorang mengenai agama (agama itu ganja), kalau
dalam menegakkan rasa keberagamaan itu terlalu banyak darah ditumpahkan
dan terlalu banyak sumpah serapah dikeluarkan. Kekalahan Islam di
Spanyol dan di Balkan, mungkin merupakan peringatan ALLAH SWT, bahwa
sudah banyak atribut kepentingan lain yang melekat dalam perjuangan
Islam, bukan semata-mata karena ingin mempertahankan dan menegakkan
"kalimatullah" tapi sudah banyak dibumbui oleh kepentingan-kepentingan
lain. Wallahu-alam".

Jawaban saya terhadap tanggapan Saudara Salaman adalah "Kemudian mereka
menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan;
tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka"
(QS, Al Mu'minun: 53). "Yaitu orang-orang yang memecah belah agama
mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa
bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka" (QS, Ar Ruum: 32).

Gambaran ini merupakan potret yang telah terjadi dan sedang terjadi
serta akan terjadi pada para pemeluk agama sebelum Islam dan dimasa
Islam sampai hari kiamat. Sepintas lalu apa yang digambarkan Allah ini
akan memberikan pengaruh kepada ummat manusia yang menjurus kepada sikap
pesimis, tetapi sebenarnya gambaran ini merupakan tantangan bagi ummat
manusia, ummat Muhammad, kaum muslimin untuk bersatu dalam bentuk
ummatan wahidah, dimana keadaan ini telah dicontohkan oleh Rasulullah
dengan dibangunnya Daulah Islam pertama dengan Undang Undang Madinahnya
di daerah Yatsrib empat belas abad yang lalu.

Adalah suatu kekeliruan yang besar yang menganggap bahwa kaum muslimin
di daerah Yatsrib tahun pertama Hijrah sampai wafatnya Rasulullah adalah
hanya merupakan suatu masyarakat muslim tanpa ikatan kekuasaan yang
mengatur Daulah Islam. Sehingga gambaran yang keliru ini (yaitu
pandangan bahwa Daulah Islam tidak ada dalam Islam, walaupun
kenyataannya Rasulullah telah membangun Daulah Islam yang pertama di
dunia), memberikan effek negatif yang sangat dalam kepada kaum muslimin
dimasa sekarang ini. Ditambah dengan lahirnya berbagai aliran pikiran
dalam Islam yang telah menjadikan kaum muslimin diseluruh dunia terbagi
kedalam berbagai golongan aliran pikiran tersebut dan makin
bercerai-berai, sehingga menurut pandangan sebagian kaum muslimin
sekarang bahwa sulit untuk memadukan berbagai aliran pikiran tersebut.

"Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih.."
(Yunus: 19). "Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia
ummat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih. Kecuali
orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu..."(Hud: 118-119).
"..Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu ummat,
tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu..." (Al
Maaidah: 48). "Sesungguhnya kamu ini adalah ummat yang satu, dan Aku
adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku." (Al Anbiyaa': 92). "Sesungguhnya
kamu ini adalah ummat yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka
bertaqwalah kepada Ku." (Al Mu'minun: 52).

Jadi, maukah kaum muslimin kembali bersatu dalam naungan Daulah Islam
sebagaimana yang telah dibangun oleh Rasulullah dengan Undang Undang
Madinahnya ?. Maukah Islam hanya dijadikan sebagai agama individu ?.
Maukah ummat Islam hanya menjadi ummat yang bercerai berai sampai hari
kiamat ?. Maukah ummat Islam hanya berada di bawah naungan Daulah non
Islam ?. Jawabannya diserahkan kepada masing-masing kaum muslimin.

Selanjutnya Saudara Salaman menyatakan dalam tanggapannya yang mengambil
subject ''UU MADINAH AHMAD SUDIRMAN' sebagai berikut :"Pasal 12; Jiwa
pasal 12 ini menurut O.Hashem dalam buku peristiwa SAQIFAH,telah
dilanggar oleh Sahabat Rasul Abubakar dan Umar,yang telah membai'at
Abubakar tanpa minta persetujuan dari Ali.Kalau para Sahabat saja dapat
berbuat demikian apalagi ummat?.

Pasal 14; Bukan saja dilanggar oleh Yazid bin Muawiyah,tapi tidak diakui
sama sekali,dengan tindakannya menyerang Madinah yang diperintah oleh
Khalifah Ali.Sepertinya kepentingan kekuasaan telah membutakan
Yazid,yang seorang Muslim dan ayahnya adalah Sahabat Rasullullah.Yazid
saja begitu,1300 tahun yang lalu!!Apa di Indonesia,tidak ada kaum-kaum
atau orang-orang yang seperti Yazid?.

Pasal 16; Apa yang telah dilakukan Banu Muawiyah selama periode
kekhalifahannya yang berumur 92 tahun?. Melaknat ahlul bait dalam setiap
khotbahnya?. UU apa yang mereka pakai waktu itu?. Kalau UU madinah,
tentunya sangat bertentangan dengan tindakan dan perilaku mereka?.

Pasal 22; Siapa penghianat negara?. Imam ALi atau Yazid bin Muawiyah?.
Kepentingan apa yang dipertaruhkan Muawiyah, sehingga harus memerangi
Khalifah Ali?. Mengapa UU Madinah tidak menggetarkan atau melemahkan
hati Yazid untuk melantak-luluhkan Madinah?. Apakah ummat Islam
Indonesia tidak mempunyai potensi untuk memiliki orang-orang serupa
Yazid?.

Pasal 23; Yazid menyerang Madinah dengan membunuh 22000 muslimin dan
memperkosa para wanita sehingga sekitar 1000 orang menjadi hamil,belum
lagi rumah yang dibakar dan harta-harta yang dijarah. Ucapan apa yang
dipakai Yazid waktu menyerang Madinah....Allahu Akbar?. Wallahu alam.

Pak Ahmad Sudirman, fakta dan pertanyaan yang saya ajukan ini, hanyalah
sekedar memberikan gambaran bahwa kalau sudah berhadapan dengan
kepentingan, apakah itu harta, tahta dan wanita, orang cenderung
mendudukkan Islam sebagai prioritas terakhir. Dan yang terlebih jelek
lagi, sekelompok orang-orang telah menggunakan sentimentil Islam sebagai
kuda tunggagan untuk kepentingan mereka. Termasuk dalam hal ini adalah
sentimen untuk mendirikan negara Islam.Tak usah jauh jauh mencari
contoh, belum lagi Rasul dimakamkan mereka telah memepermasalahkan siapa
yang akan menggantikan rasul setelah meninggal. Apakah itu tidak
keterlaluan menurut etika moral, seperti orang memperebutkan harta waris
padahal si Polan masih di rumah duka. Untuk saya negara Islam dengan UU
Madinah, hanyalah untuk orang-orang yang berpikir tidak realistis".

Jawaban saya adalah memang kejatuhan dan kehancuran Khilafah Islam
adalah setelah berakhirnya masa Khulafaur Rasyidin (Khalifah Abu Bakar,
Khalifah Umar bin Khattab, Khalifah Usman bin Affan, Khalifah Ali bin
Abi Thalib)(11 H-40 H, 632 M-661 M) dan munculnya Dinasti Umayah (40
H-132 H, 661 M-750 M) yang disebut dengan monarkhi "parlementer",
Dinasti Abbassiyah ke I (132 H-218 H, 750 M-833M) yang disebut dengan
monarkhi "konstitusionil", Dinasti Abbassiyah ke II (218 H-247 H, 833
M-816 M) yang disebut dengan monarkhi yang absolut, Dinasti Abbassiyah
ke III (247 H- 322 H, 816 M-934 M) yang disebut dengan zaman anarkhi,
Zaman diktator (Amirul umara) (324 H-334 H, 934 M-945 M) , Dinasti
Sultan Bani Buyah ( 334 H-467 H, 945 M-1075 M), Dinasti Fathimiyah ( 297
H-567 H, 909 M-1171 M) yang disebut dengan pemerintahan theokrasi,
Dinasti Umaiyah di Andalus (300 H-422 H, 912 M-1031 M) dan Dinasti
Usmaniyah di Turki (699 H-341H,1385M-1923M) yang disebut dengan
autokrasi sultan yang diktator. (Zainal Abidin, Membentuk Negara Islam,
1955).

Kesalahan yang telah dilakukan oleh Dinasti Umayah, Dinasti Abbassiyah,
Dinasti Sultan Bani Buyah, Dinasti Fathimiyah dan Dinasti Usmaniyah
harus dijadikan pelajaran yang besar bagi kaum muslimin di dunia
sekarang dan dijadikan sebagai cambuk agar tidak terulang kembali
kehancuran Daulah Islamiyah yang telah dibangun Rasulullah yang
diteruskan oleh Khulafaur Rasyidin.

Sejarah telah mencatat bagaimana kesudahan dari Dinasti-Dinasti tersebut
diatas. Undang Undang Madinah yang telah dijadikan dasar Daulah
Islamiyah pertama di dunia telah dibuang jauh-jauh oleh Dinasti-Dinasti
tersebut diatas.

Tentang Undang Undang Madinah dapat dibaca dalam artikel "[980904]
Undang Undang Madinah yang telah disusun pasal per pasal" di
http://www.dataphone.se/~ahmad

Inilah sedikit tanggapan untuk Saudara Salaman.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Feb 1999 jam 09:10:34 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke