----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

From: ningsih

Kepada : Seluruh Pembaca yg terhormat.

Dengan mengirim mail ini, saya benar-benar tidak tau berguna
atau tidak. Tapi setidaknya saya sudah berusaha memberikan
informasi dan membagi pengalaman yg dialami oleh adik saya.

Bayangkan, dijaman sekarang ini, jaman semua orang menuntut
keadilan, reformasi dan kejujuran, masih ada yang punya
hobi berkorupsi ria.
Adik saya, tidak lulus ujian sidang skripsi di Universitas
Tarumanegara, hanya karena engga ngerti disaat sebelum diuji
dikasih kode oleh PENGUJI skripsi bahwa mereka minta sogokan.

Ceritanya, sebelum disidang, adik saya diajak ngorbrol,
dikasih tau kalau seandainya tidak lulus bayaran credit
bisa lebih mahal lagi, sialnya, adik saya yg polos tidak
mengerti dan hanya terdiam, entah krn syok atau karena
didompet engga ada uang utk sogok, atau kebingungan berapa
duit yg harus disogok. AKibatnya, disaat sidang, semua
pertanyaan penguji itu TIDAK ADA KAITAN SAMA SEKALI dengan
skripsi yang dikerjakan, tragis sekali bukan??

Siapapun tau kalo sekarang ini jaman susah, semua orang berjuang
untuk tetap hidup dan dapat makan, tapi jika dengan cara diatas,
halal kah?? kenapa harus meng Haramkan cara begini?? tidakkah
mereka punya tanggung jawab terhadap Almamater?? atau setidaknya,
bertanggung jawab kepada Tuhan?? bukankah cara ini sama saja
dengan PENJARAHAN?? PERAMPOKAN??? terang-terangan minta uang.

Sebelumnya, adik saya pernah dikasih tau oleh saudara saya
yg lulus sidang di UNTAR lewat sogokan, tapi karena adik saya
percaya bahwa dengan belajar dan berjuang secara jujurpun
bisa lulus, malah adik saya berpikiran terlalu muluk, dia
berencana setelah lulus sidang, pengujinya akan dikasih
sebuah bolpoin dengan ukiran nama sebagai tanda kenangan,
manis sekali bukan mimpinya??.....
sayang sekali adik saya tidak sadar kalau mereka TIDAK BUTUH
bolpoin berukiran nama, tapi butuh yg lebih dari pada itu.

Dulu, dijaman saya kuliah, kejadian ini sudah sering didengar,
UNTAR memang beken dengan sogokan sidang akhir. atau sogokan
untuk beli nilai selesai ujian akhir semester (UAS).
Untungnya, saya mantan almamater TRISAKTI, dan saya bangga bisa
lulus sidang dengan jujur, dan semua teman saya lulus
sidang dengan jujur, tidak ada satu penguji pun yg minta
uang. mereka malah memberikan wejangan bahwa kita harus
bisa membanggakan almamater dan berguna bagi bangsa.

Yah, mungkin hanya ini saja yang bisa saya sharing dengan
para pembaca, saya sarankan, pilihlah universitas secara
benar, kalau memang UNTAR sebagai pilihan, anda akan beresiko
harus sogok setiap UAS dan diakhir sidang skripsi, belum
lagi bayaran untuk masuk kuliahnya luar biasa mahal.

forward lah mail ini sebanyak dan semaksimal mungkin,
karena ini memang true story dan bukan bohongan, saya
bisa bertanggung jawab kepada Tuhan YME.

wassalam,

Ningsih.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Feb 1999 jam 10:03:08 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke