----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------
Precedence: bulk
ABRI DOMINASI PELANGGARAN HAM DI TIMTIM
DILI (MateBEAN, 11/12,98), Ketua Perwakilan Komnas HAM Timtim, Drs
Florentino Sarmento menilai selama 23 tahun ABRI yang bertugas di Timtim
belum mampu untuk mendamaikan masyarakat sipil yang mengalami konflik antara
sesama. ABRI justru menjadi sumber utama pelanggaran HAM di Timtim. Hal itu
terbukti bahwa tindak kekerasan seperti teror, intimidasi terhadap masyarakat
sipil serta pemerkosaan terhadap wanita paling banyak dilakukan oleh anggota
ABRI.
Selain itu Florentino juga mengatakan selama 23 tahun warga sipil yang
dipersenjatai oleh ABRI telah membunuh masyarakat sipil, apalagi saat ini,
menurut Danrem bahwa warga sipil akan kembali dipersenjatai untuk melindungi dan
menjaga ketenangan masyarakat.
"Justru sebaliknya mereka akan semakin berani membunuh warga sipil.
Jumlah ABRI di Timtim lebih banyak bila dibandingkan dengan masyarakat
sipil, tapi kalau ABRI mempersenjatai lagi warga sipil maka yang terjadi
adalah pertumpahan darah," katanya.
Menurutnya, selama 23 tahun, pelanggaran HAM di Timtim, khususnya
pembunuhan penduduk sipil paling banyak dilakukan oleh ABRI dan Falintil.
Kondisi ini, katanya, terus berlangsung hingga sekarang.
Sementara itu, Direktur Yayasan HAK Aniceto Guterres Lopes SH menilai
bahwa kasus yang terjadi di Cailaco, kabupaten Bobonaro merupakan suatu
pelanggaran HAM yang luas biasa. Sebab, aparat di Cailaco yang melakukan
teror, penangkapan tanpa melalui prosedur serta penyiksaan yang
mengakibatkan sebagian besar warga di Cailaco mengungsi ke Dili, merupakan
pelanggaran HAM yang tak bisa dibenarkan sama sekali.
Aniceto mengaku bahwa sampai saat ini Yayasan HAK belum mendampingi
mereka karena belum ada permintaan resmi dari mereka agar Yayasan HAK bertindak
sebagai pengacara mereka.
"Mereka datang melaporkan persoalannya, ya kita mengambil langkah-lang-
kah dengan melakukan survei dan pemantauan lapangan. Dan saat ini warga Cailako
yang mengungsi ke Dili berlindung di CNRT, Dewan Mahasiswa dan Kontras Dili,"
katanya.
Aparat keamanan berjanji akan menjamin keamanan mereka kalau kembali ke
kampung halamannya. Tetapi, kenyataan dilapangan sebaliknya. "Jadi pimpinan
ABRI harus menertibkan anak buahnya di lapangan, sehingga apa yang
dibicarakan pimpinan dilaksanakan oleh anak buahnya di lapangan. Jangan
pimpinan omong lain anak buahnya omong lain," katanya.
Sementara itu data dari Kontras diberitakana bahwa sampai saat sudah
226 pemuda dari Kabupaten Bobonaro yang mencari perlindungan di Kontras.
Menurut para pemuda tersebut mereka lari dan mencari keselamatan ke Dili,
karena di Bobonaro aparat setiap hari terus menerus mengejar mereka.
"Siang malam kami terus menerus dikejar oleh satuan gabungan ABRI
dan Halilintar, sehingga kami terpaksa harus mencari perlindungan keamanan
di Dili," kata anggota Kontras, Savio.***
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Dec 1998 jam 09:37:52 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++