---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk > From: "Saut Situmorang" <[EMAIL PROTECTED]> > To : SiaR News Service <[EMAIL PROTECTED]> > Date: Tue, 15 Dec 1998 15:33:38 GMT+1200 > Subject: Re: SiaR---"DOSA ASAL" ANAK-ANAK PKI DIHAPUSKAN > "DOSA ASAL" ANAK-ANAK PKI DIHAPUSKAN > JAKARTA (SiaR, 11/12/98), "Dosa asal" warganegara yang orangtuanya > dituduh terlibat G30S dan anggota PKI kini dihapuskan. Mereka akan memperoleh > perlakuan yang sama dengan warga negara yang lain dalam Pemilu mendatang, > yakni boleh memilih dan dipilih. > > Penghapusan ketentuan perlakuan khusus bagi anak-anak yang orangtuanya > dituduh terlibat G30S dan anggota PKI itu merupakan hasil kesepakatan > fraksi-fraksi di DPR dalam rapat panitia khusus RUU Politik dengan > pemerintah di Gedung MPR/DPR Jakarta, Kamis (10/12) kemarin. ************ SS: Berita ini memang sebuah berita baik dan pantas diterima dengan baik. Tapi jangan berhenti hanya sampai pada "boleh memilih dan dipilih" saja dalam sebuah pemilu. Pemilu itu kan cuma terjadi di Indonesia setiap 5 tahun sekali, jadi walaupun para keluarga mereka-mereka yang "terlibat G 30 S" dan "anggota PKI" itu sudah boleh ikut pemilu masih banyak hal penting lain yang mesti dilakukan. Satu hal misalnya penjernihan masalah siapa sebenarnya yang melakukan kudeta G 30 S 1965 yang menelan korban 6 jendral dan satu letnan di Jakarta itu. Kemudian bagaimana dengan jutaan anggota PKI dan simpatisannya yang dibantai oleh ABRI bersama rakyat non-ABRI mulai tahun 1965 sampai 1968? Bangsa Indonesia harus membuat sebuah rekonsiliasi nasional terhadap mereka ini dan bukan terhadap Suharto dan anjing-anjingnya. Rekonsiliasi nasional ini bisa meniru bentuk yang diterapkan di Afrika Selatan dimana perbuatan salah diakui telah dilakukan dan kompensasi diberikan kepada para keluarga yang telah begitu lama menderita karenanya. Bersamaan dengan itu nama Partai Komunis Indonesia harus dibersihkan dari noda hitam yang selama 32 tahun tak henti dipompa mesin propaganda rejim diktator militer Suharto. Sejalan dengan ini maka sudah pantas kalau Partai Komunis Indonesia disahkan untuk berdiri kembali di Indonesia sama seperti partai-partai politik lainnya, itu kalau memang ada orang Indonesia yang mau menghidupkan partai politik yang sudah begitu lama dijadikan monster oleh rejim diktator militer Suharto ini. Pembaptisan sejarah seperti ini adalah tulang punggung bagi terciptanya sebuah Indonesia baru yang demokratis dan bhineka tunggal ika. ********** > > Penghapusan itu menurut Ketua Panja Aminullah Ibrahim lantaran > adanya desakan kuat dari masyarakat dan mahasiswa akhir-akhir ini. > > Seperti sudah menjadi rahasia umum, bahwa selama Soeharto berkuasa, > anak-anak serta orangtuanya yang dituduh terlibat G30S dan anggota PKI > serta ormas-ormasnya, tidak pernah diberi kesempatan yang sama dengan warga > negara lain. Mereka "dihukum" tanpa proses pengadilan dengan dibatasinya > gerak serta aktifitasnya di masyarakat. Hampir di semua bidang kehidupan > dari ekonomi, politik maupun hukum, para anak dan orang yang dituduh > terlibat G30S dan anggota PKI itu mendapatkan diskriminasi perlakuan. > Sejumlah aturan dari Litsus (penelitian khusus), penerbitan surat keterangan > kelakuan baik, surat bebas G30S/PKI sampai kriteria keterpengaruhan pada > proses skrining Pegawai Negeri dan ABRI diciptakan oleh rejim Soeharto. > > "Tak hanya pembatasan dalam Pemilu, tapi juga dalam kesempatan > memperoleh pekerjaan. Apalagi untuk menjadi pegawai negeri atau perusahaan > swasta yang dianggap vital seperti perminyakan dan lain-lain. Yang sudah > terlanjur jadi pegawai negeri pun dicopot atau dihambat kariernya karena > orangtuanya atau saudara jauhnya terlibat," kata salah seorang bekas Tapol > pada SiaR.*** > > ---------- > SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Dec 1998 jam 10:39:07 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
