----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

From: Bingung dan Panik

Negara kaya begini, rakyatnya bisa mlarat lha itu logikanya dimana? Ahli
ekonomi dunia yang paling hebat pun pasti bingung. Koq bisa ya? Semuanya
tersedia dari kekayaan alam yang ajubilah, rakyatnya banyak, lokasi
strategis, tidak ada ancaman perang dari negara tetangga, lha kurang
apalagi.  Silakan dicek buku ekonomi anda sekalian. Syarat utama negara
kaya itu haruslah jumlah rakyatnya banyak sehingga peluang pasar menjadi
besar.

Kalo mau dibilang negara didunia yang immune akan krisis, Indonesia ini
harusnya menjadi salah satunya. Yang terjadi adalah salah manajemen atau
lebih tepatnya, memang disengaja salah cara manajemennya.

Yang melaksanakan manajemen di Indonesia siapa lagi kalo bukan yang
namanya: PEMERINTAH. Kesannya banyak komponennya. Jawabnya: Tidak.
Pemerintah itu key elemennya adalah: PRESIDEN, MENTERI, dan DIRJEN.
Sedikit kan? Mereka-mereka ini kalau "clean" dan berwibawa, niscaya akan
nurun ke bawah dan nulari semua struktur pemerintahan sehingga
organisasi secara keseluruhan menjadi baik.

Saya teruskan. Coba lihat pak Ginanjar, salah satu menteri strategis.
Kerjaannya cuma keluyuran keluar negeri, nghadiri seminar yang ini, yang
itu, trus hobinya njelasin teori ekonomi (profesor nih ye). Waduh..mbok
ya kerja yang serius dikantor mbenahin negara.  Percuma saja pak,
ngomong mbulet trus njelasin krisis. Lha wong akar permasalahannya yang
sudah kelihatan jelas tapi tetap nggak dibenahi, kenapa ya? Mau tahu
akar permasalahannya, pengelolaan sumber daya alam negara yang tidak
transparan dan penuh KKN Cendana Cs (termasuk juga Ginandjar Cs)dan
MASIH EKSIS SAMPAI SAAT INI. Luar biasa.

Karena pengelolaan sumber daya alam itu penuh KKN, mereka-mereka ini
jadinya menginginkan status quo. Ya toh?
Siapa bilang tidak ada investor luar negeri yang tertarik untuk masuk ke
Indonesia. Banyak bahkan antre.

Yang terjadi adalah investor langsung dicegat, trus digaet kerjasama
untuk kepentingan kocek sendiri. Yang perlu dicurigai suka mencegat para
investor: Bakrie di Kadin, Ginandjar, Deperindag, antek-antek cendana Cs
yang masih duduk di key elemen pemerintahan. Mereka-mereka ini karena
ada di pemerintahan, akses untuk melakukan segala sesuatu luar biasa
sekali. Sayangnya tidak digunakan untuk membantu orang lain.

Yang sekarang terjadi di Indonesia, bisnis para pengingin status quo
sudah mulai jenuh. Habis semua sumber daya alam bisa dibilang sudah
terkuasai untuk digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat
(Cendana Cs, Ginandjar Cs, konglomerat Cs).   Lalu dengan sengaja
menciptakan kerusuhan-kerusuhan yang pada hakekatnya bertujuan untuk
mempertahankan status quo dan monopoli mereka.

MEREKA INILAH YANG PERLU DIGANTUNG..eh salah..maaf, maksud saya...
DIGANTI. (Jadi suka kepleset dah gue abisnya ketularan pak menteri)

Dan untuk menjamin agar tidak 'come back' mengotori Indonesia, mereka
itu harus diadili, dan yang konglomerat (yang 200-an
jumlahnya)diharuskan membayar kewajiban hutang-hutang sampai lunas
berikut uang pribadi mereka yang di luar negeri sampai ludes. INI SANGAT
PENTING. Lebih baik mempunyai konglomerat yang baru daripada
mempertahankan yang lama-lama. Karena konglomerat lama ini sudah sulit
dirubah cara bisnis dan cara berpikir mereka. Kotor. Sukanya jalan
pintas. Belum lagi selalu membayar preman-preman untuk menteror rakyat.
Masa tanah rakyat dibeli cuma seharga pisang goreng. Lha iya abis rakyat
diancam / ditakut-takutin. Itu cara bisnis apa toh?

Sabar..Indonesiaku..sabar.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Dec 1998 jam 10:43:28 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke