---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Judul diatas sama sekali bukan karena saya asal mengetik atau membiarkan Cole, keponakan bule saya yg umurnya 2 tahun ini membanting banting key board komputer,ketika Maylene Ibunya sibuk didapur, dan saya buang air sambil membaca buku dalam kamar kecil. Saya mendapatkan judul ini ketika sedang berjalan keluar dari toko CD dan kaset bekas kearah mobil, angin winter yang super dingin menerpa muka dan menyayat masuk menembus jaket dan tulang membuat saya berpikir tentang Zvyozd.Tentang batas ketahanan manusia.. Saya pernah dihantam udara beku minus 21 celcius di New York dulu, saya pernah berbasah basah kedinginan di puncak gunung Ciremai, Pernah dipanggang matahari Summer di Las Vegas, dan mencoba bertelanjang dada di tumpukan snow di Big Bear. Tersiksa memang.. Tapi saya survived bukan? Ya disini saya memang kedinginan, ya disini saya sering mengutuki angin yang bertiup. Tapi saya masih bernapas bukan? ( walaupun Napas yang keluar berasap tebal seperti asap cerobong pabrik ) Pada dasarnya manusia adalah Profesional survivalist. Mereka boleh mati di lereng gunung,mereka boleh tenggelam ketika mengarungi samudra, tapi tetap saja selalu lahir para pemenang diantara kita. Selalu ada Sid Edmund Hillary, Columbus,Darwin,Thor Heyerdahl. Bagaimanapun kerasnya tantangan,tingginya pegunungan. Ganasnya Lautan, selalu saja tampil manusia yang berjiwa kekar,matang, penuh perhitungan dan tidak meleleh dan ciut oleh desakan keadaan. Orang Norwegia selalu bangga dengan darah Vikingnya. Orang Italy dengan pelaut pelautnya yg gagah berani. Orang Inggris dengan ekpansi teritori.Orang Amerika dengan Revolusi dan orang Indonesia,maaf (dengan Mitiology ) jangan tersinggung. Ya Orang Indonesia dengan kerajaan Sriwijaya,Majapahit ( karena tidak tahu tampang patih Gajah Mada, Sejarahwan Indonesia dengan seenaknya mencuri wajah Ahmad Yamin dan menjadikan model Patung Gajah Mada di Kebayoran Baru itu ) Manusia menundukan alam, menembus kesukaran. Bangsa Yahudi , betapapun mereka di gilas, ditindas dan berapa kali dicoba dimusnahkan,sejak perbudakan firaun,sampai pembantaian Nazi dan Serbuan negara Arab,tetap saja tegar ,tampil dan survived. Para Loyalist,Borjuis,Intelektual yang dibuang ke Siberia oleh diktator Komunis bertangan besi, Stalin untuk menjadi slave di ratusan Gulag. Bekerja di tambang dalam kondisi buruk, dibawah siksaan udara Siberia yang teramat biadab dinginnya. (minus 95 derajat Farenheit) Ketika asap napas manusia yang keluar dari lobang hidung, seketika berubah menjadi es dan jatuh bergericing ketanah. Fenomena ini dinamakan "Zvyozd" alias whispering of the stars. Dibawah kondisi ini pipa baja bisa pecah seperti kristal. Tapi Mereka, manusia yang cuma dibalut tulang dan daging ini toh tetap saja ada yang selamat dan meneruskan kehidupan. Apakah yang membuat manusia begitu tegar? Barangkali kemauan untuk bertahan hidup, dan kepercayaan diri bahwa dalam setiap kesukaran, masih ada saja suatu kemungkinan walaupun kecil sekalipun bahwa kita bisa menguasai keadaan. Orang Orang buangan di Siberia itu misalnya, selain mempertebal pakaian,menghangatkan badan di dekat perapian selalu berpikiran positif dengan harapan harapan imajinatif seperti minggu depan Komunis Ambruk, mereka lalu dibebaskan,atau menulis surat buat kekasih atau istri yang entah ada dimana. Harapan adalah nyala api yang sanggup menghangatkan Jiwa manusia yang dilanda pesimis.Memperpanjang dan memberi napas baru.Harapan dan kemauan berjuang dikombinasikan dengan kepintaran memakai alat akan membuat tantangan menjadi lebih mudah diatasi. Jaman sekarang tentu segalanya lebih gampang. Tidak seperti Pionir Advonturir di Amerika sini yang dulu merambah padang savanah dan menembus pegunungan dengan gerobak kuda dan selimut kulit penahan dingin, mencari kehidupan yang lebih baik di tanah barat, Saya disini secara mudahnya tinggal menyalakan heater didalam mobil, dan melaju dengan nyaman dari kota ke kota tanpa kesukaran. Mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang sebenarnya memang sedang dalam situasi tidak mudah. Zvyozd sedang menerpa tubuh muda belia. Tantangan dari rejim yang sama kejinya seperti Stalin ini terus menerus mencabuk dan berusaha meremukan perjuangan mereka untuk merubah hidup menjadi lebih layak dan merdeka. Mereka boleh dipukuli dan dibunuhi, Darah mereka bertumpahan, mereka berteriak kesakitan. Tapi percayalah, Bila Harapan,dan Semangat untuk berjuang terus menerus dilakukan, dan pandai mempergunakan alat untuk bekerja sama ,bersatu dalam menggalang kekuatan,Sambil mengambil hati rakyat banyak.Mereka sesungguhnya adalah para calon pemenang..... Hasan Basri December 19, 1998 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 22 Dec 1998 jam 02:37:58 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
