----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Assalamu'alaikum wr wb.

Manuver Gus Dur untuk menemui mantan presiden
Soeharto dan LB Murdani, memang menjadi tanda ta-
nya besar bagi beberapa kalangan dan perlu dicermati
secara hati-hati karena bisa saja yang dimaksudkan Gus
Dur untuk menghindari Revolusi Sosial, justru memperce-
pat timbulnya Revolusi Sosial tsb.

Lepas daripada pro-kontra manuver tsb, pakdhe ingin
memberikan pandangan sebagai berikut:

1. Kunjungan ke Soeharto dan LB Murdani adalah se-
bagai "checking / recheck" apakah benar kedua orang
tsb ada dibalik segala kerussuhan yang terjadi. (Ingat Gus
Dur pernah menuding bahwa ada kelompok yg ingin me-
ngacaukan negara dan dengan ketemu langsung akan
terasa oleh Gus Dur "ada-tidaknya" keterlibatan mereka)

2. Kunjungan ke Soeharto bertujuan untuk "menjegal"
konspirasi kelompok tertentu (Islam radikal) yang selama
ini terlihat secara nyata mendukung Habibie (Faisal Tanjung,
Akbar Tanjung, ICMI, PBB, Partai Keadilan, dll).  Kelompok
ini, saat ini memang menjadikan Habibie sbg "simbol" un-
tuk penyetuan kekuatan mereka, tetapi setelah mereka
berhasil dalam Pemilu, calon Presiden yang akan diajukan
bukanlah Habibie.

3. Kunjungan ke Soeharto, adalah untuk "balas budi"
atas segala "bantuan" yang pernah diterima oleh Gus Dur.
Disini ada tuntutan moral dimana Gus Dur ingin agar Pak
Harto dapat "aman dan tenteram" dalam pensiun-nya.
Untuk ini, ada kemungkinan Pak Harto cs, akan menyerah-
kan sejumlah harta untuk rakyat.

KONDISI YG TIDAK MENGUNTUNGKAN
1. Kunjungan Gus Dur, akan menurunkan kepercayaan
masyarakat terhadap pribadi Gus Dur dan sekaligus akan
menurunkan simpati terhadap NU, PKB.

2. Kemungkinan warga NU justru akan terpecah karena
manuver ini dan ini merupakanawal kehancuran NU seba-
gai kekuatan massa.

3. Kelompok reformis, justru akan menjadi lebih GARANG
dalam menuntut Soeharto cs. Sehingga ada kemungkinan
aksi-damai dapat menjadi lebih Radikal / Revolusioner.

4. Ada kemungkinan kelompok reformis akan bergabung
dengan kelompok pendukung Habibie, untuk mencegah
kemungkinan "bangkitnya" Soehartois.

5. Ciganjur yang selama ini dianggap sebagai "wilayah"
netral dan "demokrat" akan ditinggalkan oleh para pendu-
kungnya, karena adanya tindakan "In-konsistensi" dari
Gus Dur.

Demikian analisis pakdhe dengan harapan semoga apa
yang selama ini dperjuangkan yaitu "Reformasi" tetap ber-
jalan sesuai target dan tidak "ditarik-ulur" oleh sekelompok
orang demi untuk kepentingan mereka sendiri.

Semoga saja, semua pihak dapat menyadari apa yang se-
dang dan akan terjadi, apabila "NURANI" sudah hilang da-
ri diri kita serta hanya "EGOISME" yang muncul.

Untuk para pemimpin bangsa yang sekarang sedang bera-
da DIATAS, mohon agar diingat kalaupun terjadi gejolak
jangan dikira anda semua TIDAK TERSENTUH. Ingat se-
jarah berbagai bangsa didunia, yang menunjukan bahwa
kalau rakyat sudah marah bisa saja RAJA, Mahapatih, Men-
teri, dll. "tuntas dibawah guillotine".

Wassalam,
Pakghe Tho (lereng Muria).

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Dec 1998 jam 08:09:10 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke