----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

From: gempur ordebaru

ABRI Produk Rejim Soeharto:
Menang bertempur, kalah perang

Betul, ABRI -- tepatnya Angkatan Darat dan Kepolisian RI -- telah
memenangkan pertempuran melawan mahasiswa mahasiswi di jalanan
ibukota. Dalam setiap pertempuran yang terjadi selama ini, mereka
dengan perkasa telah berhasil memukul mundur para mahasiswa/i.
Kemenangan itu mereka peroleh melalui kemahiran menembak,
mengepung dan mengeroyok; berkali-kali mereka berhasil
mengepung dan kemudian beramai-ramai memukuli para mahasiswa,
ataupun mahasiswi. Tak bisa pula dianaikan keahlian para serdadu
dan polisi dalam melakukan psywar seksual, secara fisik ataupun
verbal (Disamping gemar meraba-raba bagian sensitif mahasiswi,
serdadu-serdadu berbaju loreng itu, seperti PAM Swakarsa tempo hari,
pandai pula menyanyikan lagu pok ame-ame dengan syair "Siang mahasiswi
kalau malam jadi lonte . . .).

Namun itu semua sekaligus menunjukkan bahwa sebenarnya kemenangan
ABRI tersebut adalah sebuah phyric victory, sebuah kemenangan
bertempur yang harus dibayar dengan kekalahan berperang memperjuangkan
sesuatu yang jauh lebih berharga. Seperti halnya
pertempuran-pertempuran lain yang telah dimenangkan oleh ABRI produk
rejim Soeharto lainnya -- di Aceh, Timor Timur dsb. -- maka pertempuran
melawan mahasiswa/i itupun harus dibayar ABRI dengan
citra dirinya sebagai kesatria yang telah dibangun dengan tetes darah
dan nyawa oleh generasi pendahulu mereka selama perang kemerdekaan RI.
ABRI pun harus membayar kemenangan dalam pertempuran tersebut dengan
mengorbankan kewibawaan dirinya sebagai lembaga yang berisi
kesatria-kesatria bermoral, santun, beradab, dan beriman. Lihatlah,
mahasiswa sampai berani menggebuki anggota militer, dan masyarakat
telah pula berani menyerbu pos-pos polisi, Mapolsek, atau mencibir
Polantas yang mencoba menegor mereka.

Yang diciptakan hanyalah dendam dan sikap radikalisme dikalangan
mahasiswa dan generasi muda. Yang kini semakin melekat dalam citra ABRI
produk rejim Soeharto hanyalah gambaran sebuah organisasi
orang-orang bersenjata dalam peringkat moralitas yang tak lebih baik
dibanding pasukan Nazi produk Hitler, ataupun pasukan Soviet produk
Stalin. Atau bahkan setingkat dengan laskar Cendana semacam Pemuda
Pancasila.
Mari Bung kita selamatkan ABRI!!!

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Dec 1998 jam 08:09:47 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke