---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- SOLID-NET Diterbitkan oleh SOLIDAMOR Jl. Pramuka Jaya Sari No. 9 Jakarta Pusat Telp. (021) 4226348; Faks. (021) 4224079 E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Salatiga (Solid-Net, 20/12) Referendum sebagai solusi paling demokratis penyelesaian konflik di Timor Timur menjadi tema sebuah seminar sehari yang diadakan kerjasama Solidamor dan Impeltim (Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Timor Timur). Seminar diadakan di gedung Sinode GKJ Salatiga Jawa Tengah Jum'at (18/12) lalu. Para pembicara yang tampil antara lain Dr. Gerry van Klinken (Griffith University, Australia), Sri Bintang Pamungkas (Ketua Umum PUDI), Benny Setianto, S.H., LLM (dosen Unika Soegiyapranata, Semarang), Aderito de Jesus Soares, S.H. (aktivis Timor Timur), Jefferson Kameo, S.H., LLM, dan Herbert Feith (pengamat politik Indonesia). Dalam diskusi yang dihadiri sekitar 250 orang itu, lewat makalahnya Gerry menyoroti kebijakan politik luar negeri Indonesia terhadap masalah Timor Timur. Sementara Sri Bintang Pamungkas mengkacamatai masalah referendum dari sisi kaum intelektual Indonesia. Bagi Sri Bintang, saat ini diperlukan sebuah keberanian bagi rakyat Timor Timur, tidak hanya menuntut referendum melainkan menyatakan kemerdekaannya. Hampir senada, Herbert Feith juga mendukung pernyataan Sri Bintang, karena - sembari mengutip Bung Karno - kemerdekaan adalah jembatan emas menuju masyarakat yang lebih beradab. Pada bagian lain, Aderito melihat apa yang dilakukan para aktivis muda Timor Timur yang sedang belajar di Indonesia, sama seperti para tokoh pergerakan Indonesia, Hatta, Sjahrir dan lain-lain. Mereka berjuang untuk kemerdekaan bangsanya. (Rs) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 22 Dec 1998 jam 08:10:07 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
