----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Tuesday 22 December 1998 16:10 UTC



** PRABOWO DIBERITAKAN MENDAPAT KEWARGANEGARAAN YORDANIA@

** ISRAEL MEMULAI KAMPANYE PEMILU YANG DIPERCEPAT

** DEWAN KEAMANAN PBB BERSELISIH MENGENAI TIM INSPEKSI SENJATA

** CINA MENOLAK KRITIK HUKUMAN PENJARA TIGA DISIDEN TERKEMUKA

** TOPIK GEMA WARTA: PROSPEK KEMERDEKAAN TIMOR LORO SAE MAKIN KENTARA

** TOPIK GEMA WARTA: BENARKAH AKBAR TANJUNG PECAH DENGAN ADI SASONO




* PRABOWO DIBERITAKAN MENDAPAT KEWARGANEGARAAN YORDANIA
Pemerintah Indonesia sedang menyelidiki kebenaran berita, bahwa mantan
Panglima Komando Cadangan Strategis AD (Pangkostrad) Letjen TNI (Purn)
Prabowo Subianto secara resmi mendapat status kewarganegaraan Yordania,
melalui sebuah dekrit Raja. Departemen Luar Negeri Indonesia saat ini
sedang memeriksa apakah Prabowo telah berwarganegara Yordania, dan
seandainya berita tersebut benar, maka Prabowo harus memilih, karena
Indonesia tidak mengenal sistem kewarganegaraan ganda. Kepada harian
Kompas, Menteri Kehakiman Muladi mengatakan, pemerintah tetap akan
memproses Prabowo secara hukum, karena siapa saja yang melakukan tindak
pidana, di Indonesia, akan diadili menurut hukum Indonesia, meski dia
orang asing. Selanjutnya Menteri Muladi mengakui, Prabowo memang
mengajukan permintaan visa untuk pergi ke Yordania. Pada saat ini tidak
ada kepastian di mana Prabowo berada, dan seandainya dia telah berada di
Yordania, maka sulit untuk mendatangkannya kembali ke Indonesia, karena
kedua negara tidak memiliki perjanjian ekstradisi.


* ISRAEL MEMULAI KAMPANYE PEMILU YANG DIPERCEPAT
Israel memulai kampanye pemilihan umum yang dipercepat. Perdana Menteri
Benyamin Netanyahu mengatakan di depan Radio Israel, yakin dirinya tetap
akan memimpin Partai Likud, dan terpilih kembali sebagai perdana
menteri. Calon-calon perdana menteri lainnya adalah pemimpin Partai
Buruh, Ehud Barak, dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Amnon
Lipkin-Shakak, yang tidak begitu dikenal. Calon terakhir ini ingin
mendirikan partai sendiri, dan menurut jajak pendapat bisa mendapat 50
persen suara. Jumlah ini lebih banyak dari yang diterima Partai Likud
pimpinan Netanyahu. Senin kemarin, parlemen Israel Knesset memutuskan
menyelenggarakan pemilu yang dipercepat, dengan dukungan Partai Likud,
setelah bertikai mengenai penundaan pelaksanaan persetujuan Wye-
Plantation. Tanggal pemilu ditetapkan 27 April tahun depan.


* DEWAN KEAMANAN PBB BERSELISIH MENGENAI TIM INSPEKSI SENJATA
Para anggota Dewan Keamanan PBB berselisih mengenai terus berlanjutnya
tugas tim inspeksi senjata PBB, UNSCOM, di Irak. Demikian hasil
pertemuan Senin kemarin di New York, Amerika Serikat. Perancis, Rusia
dan Cina mendukung perubahan UNSCOM menjadi organisasi sejenis, dan
selain itu tidak lagi di bawah pimpinan tokoh Australia, Richard Butler.
Perdana Menteri Inggris Tony Blair kelihatannya mendukung usulan
tersebut. Amerika Serikat berpendapat, tim inspeksi senjata PBB harus
kembali bekerja, tetapi menuntut jaminan keamanan yang lebih kongkrit.
Sementara pemerintah di Baghdad menyatakan, tidak akan mengijinkan
anggota UNSCOM masuk ke Irak, apabila sangsi PBB terhadap negara
tersebut tetap diberlakukan. Selanjutnya Irak baru mau berunding dengan
PBB setelah Amerika Serikat dan Inggris, mempertanggungjawabkan aksi
militer mereka.


* CINA MENOLAK KRITIK HUKUMAN PENJARA TIGA DISIDEN TERKEMUKA
Cina menolak kritik hukuman terhadap tiga disiden terkemuka. Menurut
Beijing, ketiga pria tersebut bersama musuh asing yang tidak disebutkan,
berencana untuk menjatuhkan pemerintah Cina. Berbagai negara dan
organisasi hak-hak asasi manusia, mengkritik keras hukuman yang
dijatuhkan terhadap ketiga disiden tersebut. Menurut Amnesty
International, pemerintah Cina justru melanggar undang-undangnya
sendiri, karena tahun lalu Cina sudah menandatangani konvensi hak-hak
asasi manusia. Senin kemarin dua anggota dan pendiri Partai Demokrasi
Cina yang terlarang, dijatuhi hukuman penjara masing-masing 11 dan 13
tahun. Sementara ini satu orang lainnya mendapat hukuman penjara 12
tahun. Selasa ini diberitakan pemerintah Cina kembali menahan tiga
disiden lainnya.


* JEPANG AKAN MELUNCURKAN SATELIT MATA-MATA SENDIRI
Dalam waktu empat tahun mendatang, Jepang akan meluncurkan satelit
mata-mata pertama mereka. Pemerintah di Tokyo menyetujui rencana
meluncurkan empat satelit yang dilengkapi dengan alat-alat observasi
paling mutakhir. Proyek ini diperkirakan menghabiskan dana 1,7 milyar
dolar, dan harus selesai awal tahun 2003. Beberapa bulan lalu, Jepang
mengambil inisiatif untuk meluncurkan satelit mata-mata, setelah Korea
Utara mengadakan percobaan dengan menggunakan rudal, yang melintasi
wilayah udara Jepang. Insiden ini membuat malu angkatan bersenjata
Jepang, karena tidak mengetahui bahwa rudal tersebut telah melanggar
wilayah udara Jepang.


* GERALD FORD DAN JIMMY CARTER MENDESAK SENAT UNTUK TIDAK MEMECAT
CLINTON
Dua mantan Presiden Amerika Serikat, Gerald Ford dan Jimmy Carter,
mendesak Senat untuk hanya menegur Presiden Bill Clinton, dan tidak
melanjutkan proses pemecatan. Usulan ini diterima Ketua Komisi Kehakiman
Senat, Orrin Hatch dari Partai Republik. Sementara itu Gedung Putih
mencoba mencapai kompromi dengan Senat untuk mencegah agar Bill Clinton
tidak diadili dengan tuduhan berdusta di bawah sumpah. Selain itu Wakil
Presiden Al Gore juga berseru kepada Senat untuk mencari jalan keluar
yang jujur dan tidak memihak, agar dapat mengakhiri kasus ini secepat
mungkin. Berbagai senator baik dari Partai Republik maupun Demokrat
menyatakan, dalam Undang-Undang Dasar Amerika Serikat disebutkan, Senat
harus melanjutkan proses pemecatan dan membuka sidang pengadilan
terhadap Clinton.


* BALON UDARA HARUS SECEPAT MUNGKIN MENINGGALKAN CINA
Jutawan Inggris, Richard Branson, sedang berusaha keras agar balon udara
yang ditumpanginya melanjutkan perjalanan ke Selatan, menghindari
wilayah udara Cina. Kementerian Luar Negeri Cina menuntut agar posisi
balon tersebut tetap berada di luar 26 derajat Lintang Selatan. Branson
dan co-pilotnya, menyimpang jauh dari rute yang sudah disepakati
sebelumnya dengan pemerintah Cina, akibat serangan udara terhadap Irak.
Karena itu balon tersebut tersasar ke Propinsi Tibet. Cina mengeluarkan
larangan untuk terbang, tetapi tetap membiarkan balon tersebut di udara,
karena tidak ada tempat untuk mendarat. Richard Branson bersama dengan
bekas saingannya, tokoh Amerika Steve Fosset, sedang mencoba
mengelilingi dunia dengan balon dalam waktu tiga minggu.


* KEMBAR DELAPAN TETAP DALAM KEADAAN KRITIS
Bayi kembar delapan yang lahir di negara bagian Texas, Amerika Serikat,
masih berada dalam keadaan kritis. Diperkirakan masih dibutuhkan waktu
beberapa minggu, sebelum jelas apakah kedelapan bayi dari Houston ini
dapat tetap hidup. Sekarang bayi-bayi tersebut dirawat di Unit Gawat
Darurat dan mendapat infus serta pernafasan buatan. Satu bayi perempuan
lahir secara alami, tanggal 8 Desember lalu, sementara tujuh lainnya
dilahirkan lewat operasi. Keenam bayi perempuan dan dua laki-laki pada
waktu dilahirkan hanya mempunyai berat badan antara 300 dan 800 gram.
Sebelumnya, sang ibu, warga Amerika asal Nigeria yang berusia 27 tahun,
dirawat dengan obat-obatan yang merangsang kesuburan. Di Amerika Serikat
semakin meningkat kritik terhadap penggunaan obat semacam itu.


* PROSPEK KEMERDEKAAN TIMOR LORO SAE MAKIN KENTARA
Utusan Khusus Sekjen PBB Jamsheed Marker Rabu ini kembali ke New York
setelah berada di Jakarta dan Timor Timur selama sembilan hari. Marker
membicarakan berbagai hal seputar pemilihan umum sebagai bagian usulan
PBB, untuk memberi "otonomi luas" kepada Timor Timur.

Indonesia dan Portugal diharapkan akan mencapai persetujuan mengenai isi
otonomi luas itu Februari mendatang. Menurut pihak Indonesia, otonomi
itu harus final, tetapi perkembangan di kancah akan menentukan apakah
otonomi itu hanya transisi menuju referendum, atau gagal. Jadi, kalau
tak ada rintangan besar, negeri Timor Loro Sae ini dapat meniti jalan
menuju kemerdekaan dalam lima sampai sepuluh tahun mendatang. Ulasan
redaksi di Hilversum

Jamsheed Marker lega, meski berhati-hati. Solusi Timor Timur belum ada,
tapi ada cara-cara untuk mencapai tujuan itu, asalkan perdamaian
terjaga, ujar Marker setelah mendapat komitmen Presiden B.J. Habibie
untuk mendukung situasi-damai di Timor Timur. Dengan kata lain, Utusan
Sekjen PBB itu merasa hanya mampu mengembangkan usulan PBB tentang
otonomi di semua bidang kecuali luar negeri, pertahanan dan moneter,
apabila pihak Indonesia mengurangi ketegangan di wilayah itu.

Pokok usulan PBB yang dikembangkan dari gagasan Indonesia tentang
otonomi luas atau "wide ranging autonomy" itu, hanya menyangkut
substansi otonomi. Apakah itu menjadi solusi final seperti dikehendaki
Jakarta, atau transisi seperti diinginkan Lisbon dan kalangan pro-
referendum, itu soal nanti. Apapun substansinya, otonomi itu sendiri
memang tidak menyentuh inti masalah Timor Timur karena tidak memberi
jawab kepada hak-hak bangsa dan rakyat yang dilanggar oleh invasi
militer tahun 75.

Yang menarik, Jamsheed Marker mencoba menerobosnya dengan mengembangkan
kesepakatan tentang pemilihan umum untuk memilih suatu pemerintahan
otonom di mana Pemda dan DPRD, mungkin juga Gubernur, harus dipilih oleh
rakyat setempat. Karena otonomi itu diperuntukkan bagi Timor Timur, maka
partai-partai politik yang akan bertanding haruslah partai-partai Timor
Timur dari berbagai warna politik, dari kubu pro integrasi sampai kubu
pro-kemerdekaan. Jadi kalangan politik Timor di pengasingan harus
memperoleh hak-hak suara pula. Maka untuk pertama kali sejak tahun 75,
partai partai CNRT, Fretilin, UDT, dan lain lain, yang lama dan yang
baru, akan adu kekuatan di Timor Timur.

Untuk itulah, rupanya, Utusan PBB itu mengusulkan agar PBB dapat
melakukan pemantauan di Timor Timur dan meminta jaminan keamanan bagi
Timor Timur dari Presiden Habibie dan Menhankam Pangab Jendral Wiranto.
Dalam hubungan itu pula Marker bertemu KaBIA Mayjen Zackie Anwar
Makarim, Danrem Timor Timur Kolonel Suratman, dsb. Dengan kata lain, PBB
memilih jalan yang pelik, dengan mengambil alih usulan Indonesia, tetapi
mencoba menggiringnya ke arah yang memungkinkan rakyat Timor Timur
sendiri dapat menyatakan suara mereka.

Bisa diperkirakan, partai-partai pro kemerdekaan akan meraih kemenangan,
tetapi banyak aspek penting yang belum tuntas, seperti kapan pemilu itu
diadakan, dan bagaimana dengan hak-hak para imigran Indonesia di sana,
dsb.

Sementara itu ada tanda-tanda bahwa sikap Indonesia telah melunak, meski
ABRI masih harus membuktikannya dengan mengurangi pasukan. Paling
sedikit terdapat empat gejala yang menunjukkan melunaknya sikap Jakarta.
Pertama diplomasi komodo Menteri Pemuda dan Olah Raga Agung Laksono yang
datang ke Lisbon pertengahan tahun lalu dengan membawa dua ekor komodo.
Kemudian, dicapainya persetujuan mengenai penempatan wakil-wakil
Indonesia dan Portugal ke kedutaan besar Thailand di Lisbon dan kedutaan
besar Belanda di Jakarta. Persetujuan "interest section" ini akan
dilaksanakan Januari mendatang, dengan saling menukar diplomat masing-
masing. Setelah itu Departemen Luar Negeri menerbitkan surat imbauan
kepada para generasi muda Timor Timur supaya bersikap tenang, yang
ditandatangani oleh tiga tokoh Timor Timur, Pemimpin Perlawanan Xanana
Gusmao, Gubernur Abilio Osorio Soares dan anggota Komnas HAM Clementino
dos Reis Amaral.

Pelunakan sikap Jakarta, tidak hanya berhenti di sini. Danrem Dili
Kolonel Tony Suratman belakangan menyatakan, gencatan senjata dengan
kalangan perlawanan Timor Timur mungkin saja, asal pasukan PBB sudah
tiba di Timor Timur menggantikan ABRI. Perubahan terakhir yang nampak
pada sikap Jakarta adalah kedatangan Walikota Lisbon ke Jakarta.

Melihat rangkaian perkembangan ini dan kalau semua berjalan baik, maka
otonomi dapat diwujudkan, bersamaan dengan terpilihnya pemerintah baru
di Jakarta, tahun depan. Tentu saja pemerintah baru ini harus bisa
mengontrol ABRI dan harus menghormati hak-hak demokratis rakyat Timor
Timur. Jadi, tanpa mengatasi soal final atau tidaknya otonomi itu,
usulan PBB itu dengan sendirinya akan memberi peluang bagi rakyat Timor
Timur untuk bersuara dan, mungkin juga, untuk mengadakan referendum di
kemudian hari. Pemimpin perlawanan Timor Timur, Xanana Gusmao sendiri
baru-baru ini menyetujui transisi itu dapat berlangsung antara lima
sampai 10 tahun.

Singkatnya, dengan usulan tadi, Jamsheed Marker dapat menyelamatkan
wajah Indonesia dari kewajiban yang memalukan untuk menaati 11 buah
resolusi PBB tahun 76, seperti dialami Saddam Hussein setelah menyerbu
Kuwait tahun 90. Tetapi, kalau usulan itu sampai dijegal di tengah
jalan, oleh pihak manapun, maka terobosan Jamsheed Marker tadi akan
sia-sia saja.


* BENARKAH AKBAR TANJUNG PECAH DENGAN ADI SASONO
Meski sudah dalam suasana puasa dan mahasiswa telah menghentikan aksi-
aksi massa mereka, namun manuver-manuver politik elit politik di Jakarta
nampak terus meningkat. Setelah Gus Dur yang sudah sakit-sakitan itu
meningkatkan diplomasi offensifnya dengan berturut-turut bertemu
Wiranto, Habibie, Benny Moerdani dan Soeharto, maka menyusul kini
langkah-langkah kelompok Habibie. Ulasan redaksi di Hilversum:

Habibie resminya menolak mengadakan pertemuan bersama dengan Soeharto,
Wiranto dan Gus Dur. Kelompok Habibie nampaknya sudah sadar bahwa Gus
Dur kini nampak lebih berpengaruh ketimbang Habibie. Para diplomat
Jepang dan Amerikapun buru-buru menghubungi Gus Dur. Jepang menawarkan
beasiswa untuk generasi muda NU. Dubes Amerika datang untuk
mengklarifikasi ucapan Gus Dur bahwa CIA mendrop dana untuk para
mahasiswa.

Di samping Gus Dur, posisi Soeharto pun terlihat menguat kembali.
Sebagai imbalan aksi Gus Dur, menurut suatu sumber Soeharto bersedia
mengembalikan sebagian kekayaannya kepada negara jika ia menerima
amnesti atau dideponir perkarannya. Dalam rangka menunjang pembangunan
demokrasi di Indonesia pun bersedia Soeharto menghimpun dana sebesar
satu setengah trilyun rupiah untuk digunakan partai-partai baru seperti
PKB.

Sehubungan perkembangan itu, dapatlah dimengerti mengapa tiba-tiba pihak
Kejaksaan Agung lebih bersemangat meningkatkan pemeriksaan terhadap para
kroni Suharto. Di samping itu Habibie dan Wirantopun tidak mengabaikan
informasi Gus Dur mengenai kokohnya kelompok PII di Angkatan Darat.
Sehingga Gus Durpun menurut pers nasional harus mengklarifikasikan bahwa
Syamsul Maarif anaknya orang NU meski ia pernah mengikuti PII. Menurut
tabloid Tekad milik kalangan ICMI, akibat perbincangan Gus Dur dengan
Wiranto maka Syamsul kini menjadi salah seorang calon kuat untuk menjadi
Pangdam.

Gus Dur kabarnya dalam pertemuannya dengan Habibie dan Soeharto selain
menekankan soal bahaya Masyumi juga mengingatkan akan permainan PSI yang
dianggapnya berada dibelakang gerakan-gerakan mahasiswa. 'Pak Harto
sempat menyatakan kejengkelannya kepada orang-orang mantan anggota PSI
yang dianggapnya tak bisa dipercaya. Yang dimaksud Pak Harto ini adalah
besannya sendiri, Soemitro Djojohadikusumo, tulis Tekad.

Sebagian pers Jakarta pun mensinyalir perpecahan Akbar Tanjung dengan
Adi Sasono yang sebelum pertemuan Gus Dur dengan Soeharto sudah berusaha
membuka hubungan ke Tommy Soeharto. Akbar diberitakan membuka aliansi
baru dengan Gus Dur dan Megawati, sehingga aliansi PDI-NU-Golkar mungkin
bisa tercipta. Dengan dukungan ABRI-Wiranto diharapkan pengaruh Masyumi
dan PSI dapat dikurangi.

Dengan latar belakang itu maka sejumlah pengamat politik menyimak
langkah-langkah Habibie. Pertama pemanggilan Hashim Djojohadikusumo oleh
Kejaksaan Agung kemarin dulu. Kedua dilansirnya berita Prabowo Subianto
yang sudah mengganti kewarganegaraannya serta keterangan Menteri
Kehakiamn Muladi bahwa kasus Prabowo belum selesai. Dan yang ketiga,
ialah keterangan Akbar Tanjung mengenai instruksi Presiden Habibie agar
para peserta pertemuan di Makostrad dipanggil supaya mereka bisa memberi
penjelasan sambil disorot media elektronik. Soalnya yang hadir dalam
rapat di Makostrad itu ialah orang-orang yang diduga bersimpati dengan
PSI dan Masyumi seperti Maher Algadri, Buyung Nasution, Fahmi Idris,
Rendra, dan Kivlan Zen.

Perkembangan politik ini jelas akan memunculkan aliansi-aliansi politik
baru. Sebab apa yang dinamakan sebagai front Masyumi-PSI dan ABRI non
Wiranto sebenarnya tidak ada, ujar seorang pengamat. Tetapi karena
dipaksakan orang-orang eks Golkar di sekitar Gus Dur yang mau cari
selamat, maka front itu mungkin benar-benar bisa terbentuk. Sehingga
harapan Gus Dur meredakan ketegangan politik justru hanya akan memancing
suatu gelombang keresahan baru, kata pengamat itu.

Maka rencana pimpinan Muhammadiyah untuk bertemu dengan Pengurus Besar
NU terutama Gus Dur sendiri jelas bisa meluruskan kembali informasi
sepihak yang diterima Gus Dur selama ini dari kalangan CSIS, kata
pengamat tersebut.


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Dec 1998 jam 17:45:02 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke