---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Beberapa hari terkhir banyak pihak dipemerintahan yang berpendapat bahwa Kay Rala Xanana Gusmao tidak akan dilepaskan karena hubungannya yang sangat penting dengan proses penyelesaian masalah Timor Leste. Komentar terakhir dari Muladi dan Wiranto ini membuktikan bahwa sungguh permerintah Indonesia pasca Suharto ternayata masih sama saja dengan yang terdahulu. Ini membuktikan sikap seperti para bandit yang melakukan tindakan penyanderaan guna mendapatkan tebusan. Dalam kasus Timor Leste, Xanana hanya akan dilepaskan jika dunia Internasional telah mengakui kekuasaan penjajah militer RI di Timor Leste. Sungguh ironis sekali dalam peradaban yang semakin maju ini. Apakah ini yang disebut penjahat kerah putih? Inilah merupakan penjahat yang lebih kejam dari penjahat manapun karena suatu bangsa telah dijajah dan rakyatnya sendiri tidak memiliki hak menentukan hidupnya. Pemerintah Indonesia seharusnya malu dengan tindakan "penyanderaan" seperti ini, karena tidak akan menyelesaikan masalah Timor Leste tapi justru menciptakan rasa cinta bangsa dan patriotisme rakyat Maubere. Sepatutnya pemerintah bercermin pada penjajahan tempo dulu terhadap bangsa Indonesia yang tentu semua orang dan generasi sekarang tahu bahwa sangatlah kejam dan tidak diterima jika hak dan martabat suatu bangsa seperti Indonesia di rampas. Masalah yang sama sekarang terhadap rakyat Maubere. Melihat ke 11 resolusi PBB yang intinya mendesak diberhentikannya agresi serta penarikan pasukan RI dari Timor Leste, seharusnya dipatuhi oleh Indonesia. Tapi justru yang terjadi adalah keras kepala pemerintah penjajah Indonesia yang agresif. Sekarang sudah terlambat untuk menutup aib ini namun RI masih bisa dengan membantu penyelesaian yang sedang diusahakan oleh Marker (utusan PBB) tersebut. Semoga pula RI tidak mengalami rasa malu yang lebih besar dan dapat menunjukkan kepada generasi mendatang suatu sejarah yang positif dengan tindakan yang lebih beradab. Rakyat Maubere akan tetap berjuang demi cita-cita luhur ini. Selamat berjuang saudaraku dan bangsaku, Lemorai ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Dec 1998 jam 07:17:19 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
