---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- Stockholm, 22 Desember 1998 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. SEKALI LAGI TENTANG PANDANGAN NON MUSLIM TERHADAP ZAMAN JAHILIYAH DAN PANDANGAN TERHADAP NABI 'ISA SEBAGAI JURU SELAMAT. Ahmad Sudirman Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA. Selamat melaksanakan ibadah puasa untuk kaum Muslimin dan salam damai untuk kaum penganut agama lain. Sekali lagi jawaban untuk Saudara Hareda Oya (Indonesia). Saudara Hareda Oya telah mengirimkan kembali tanggapannya terhadap tulisan "Jihad untuk melahirkan persaudaraan dalam khilafah Islam" yang dipublisir pada tanggal 18 Desember 1998. Dimana dalam tulisan tersebut saya mengajak untuk melahirkan persaudaraan yang tidak melihat agama, suku, kelompok, ras sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah dalam Undang undang Madinah-nya. Ternyata ajakan saya itu tidak disambut dengan sewajarnya, melainkan Saudara Hareda Oya membalas dengan tulisan yang memakai subject "UU Ahmad Sudirman - Swedia" yang disampaikan kepada saya pada tanggal 21 Desember 1998, yang isi tulisannya mengandung pemikiran dan sikap negatif terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW, dimana Islam dianggap sebagai agama yang bohong dan Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai seorang pembohong serta masyarakat muslim pada zaman Rasulullah dianggap masyarakat yang jahil atau bodoh. Memang sebelum Islam lahir pada pertengahan abad ke 6 M itu, masyarakat yang hidup di daerah Jazirah Arab berada dalam masa kegelapan atau yang disebut dengan zaman jahiliyah, dimana kaum wanita tidak dihormati lagi, dianggap sebagai barang yang bergerak saja dan pemuas nafsu kaum laki-laki, pergaulan bebas antara laki-laki dengan perempuan tanpa batas. Anak-anak perempuan dibunuhnya, minuman keras dijual dimana-mana, perbudakan sangat digalakkan. Pertumpahan darah antar kelompok atau kabilah dengan mudah timbul hanya alasan yang sepele saja. Pemujaan terhadap patung atau berhala-berhala yang dibuatnya sendiri merajalela. Kemewahan menjadi ukuran hidup dalam masyarakat. Tindakan barbaris dan takhyul menjadi kehidupan sehari hari. Pembunuhan telah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Keadaan dan kehidupan masyarakat di daerah jazirah Arab yang demikianlah yang disebut dengan zaman jahiliyah atau zaman kebodohan. Disaat-saat masa kegelapan inilah Islam lahir dan diangkatlah Nabi dan Rasul-Nya Muhammad SAW dengan Al-Qur'an-Nya untuk menyelamatkan dan mengeluarkan ummat yang hidup dalam zaman jahiliyah atau zaman gelap gulita kepada zaman yang penuh dengan cahaya yang terang benderang. "..Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, yaitu kepada jalan Tuhan yang Maha Kuasa lagi Maha Terpuji." (Ibrahim, 1). Jadi apa yang menjadi alasan Islam dilahirkan menurut Allah diatas dengan pemikiran yang telah disampaikan oleh Saudara Hareda Oya ternyata jauh berbeda, seperti jauhnya antara langit dan bumi, dimana Saudara Hareda Oya menyimpulkan (disini saya, Ahmad Sudirman mengambil garis besarnya saja dari tulisan Saudara Hareda Oya) yaitu, "1. HUKUM - PEMERINTAHAN - KHILAFAH - UU-MADINAH datang ketika pada saat itu di lokasi tempat lingkungan daerah tertentu terjadi zaman JAHILIAH [ zaman KEBODOHAN menurut kamus bahasa Indonesia]. Bangsa/etnis di lokasi ini ber-ada pada zaman JAHILIAH /KEBODOHAN. Di luar dari lokasi ini tidak termasuk dalam Zaman JAHILIAH / zaman KEBODOHAN. Karena orang-orang pada zaman JAHILIAH / KEBODOHAN itu ber-ada pada kondisi JAHILIAH / KEBODOHAN, maka dengan sangat mudah HUKUM - PEMERINTAHAN - KHILAFAH - UU-MADINAH dapat terlaksana dengan sangat sukses hingga pada PIMPINAN yang ke-3. Mungkin setelah daerah / lokasi / lingkungan dari bangsa/etnis itu telah sedikit melewati di atas ambang JAHILIAH / KEBODOHAN, maka HUKUM - PEMERINTAHAN - KHILAFAH - UU-MADINAH tidak lagi pas atau cocok untuk mereka. 2. PEMIMPIN yang tampil pada zaman JAHILIAH /KEBODOHAN sangat sukar untuk dinilai bahwa ia tidak berbohong. Orang-orang pada zaman JAHILIAH / KEBODOHAN sangat begitu mudah untuk ditipu dan dibohongi. Orang-orang pada zaman JAHILIAH / KEBODOHAN sangat mudah percaya akan hal-hal yang sedikit lebih tinggi dari apa yang mereka ketahui.Apalagi mereka memang ber-ada pada zaman JAHILIAH / KEBODOHAN, maka bila tampil saja se-orang yang mengatakan bahwa ia telah bertemu dengan DEWA, maka orang-orang pada zaman JAHILIAH / KEBODOHAN itu dengan sangat mudah mau mempercayai-nya. 3. Orang-orang pada zaman JAHILIAH / KEBODOHAN sangat mudah percaya kepada PIMPINAN buta huruf yang bisa berkata-kata bahasa DEWA. Orang-orang pada zaman JAHILIAH / KEBODOHAN tidak mengetahui bahwa burung kakatua atau burung nuri atau burung beo atau keledai atau ular dapat berkata-kata dengan menggunakan bahasa MANUSIA. Mungkin jika pada zaman JAHILIAH / KEBODOHAN itu ada seekor burung kakatua yang dengan lancar dapat mengatakan urutan PANCASILA dengan tepat, maka bisa saja burung itu pada zaman JAHILIAH / KEBODOHAN diangkat sebagai PIMPINAN atau paling rendah PAMONG DESA. 4. Orang-orang pada zaman JAHILIAH / KEBODOHAN sangat mudah percaya kepada PIMPINAN buta huruf yang bisa mendapat tulisan-tulisan DEWA. Orang-orang pada zaman JAHILIAH / KEBODOHAN tidak mengetahui bahwa JAILANGKUNG juga bisa menulis bila diberikan kapur atau pensil kepada-nya. Karena orang-orang itu ber-ada pada zaman JAHILIAH / KEBODOHAN, maka mereka tidak tahu akan keberadaan JAILANGKUNG yang bisa tulis menulis. Bila saja oarng-orang ini mengetahui akan hal ini, maka kemungkinan besar mereka akan meng-angkat JAILANGKUNG itu sebagai PEMIMPIN BESAR. 5. Orang-orang pada zaman JAHILIAH / KEBODOHAN sangat antusias menurunkan/mengajarkan kepada anak-cucu bahkan kepada orang-orang yang bernuasa sama dengan zaman JAHILIAH / KEBODOHAN semua ajaran-ajaran yang mereka per-oleh tanpa lebih dahulu memeriksa KEBOHONGAN dan KEBENARAN dari ajaran-ajaran itu. Akhir-nya ajaran-ajaran itu dibuat SAH secara sepihak dari golongan zaman yang ber-nuasa zaman JAHILIAH / KEBODOHAN tadi. 6. Apa yang terjadi jika seandai-nya lokasi tempat Bpk Ahmad sekarang ber-ada ada dalam kondisi zaman JAHILIAH / KEBODOHAN. Semua orang-orang Swedia ber-ada dalam zaman JAHILIAH / KEBODOHAN hanya saja Bpk Ahmad lebih pintar sedikit dari mereka. Bpk Ahmad mengatakan kepada orang-orang Swedia yang ber-ada pada zaman JAHILIAH / KEBODOHAN itu bahwa Bapak telah bertemu TUHAN padahal Bapak hanya BOHONG saja, dan mereka percaya saja karena mereka ber-ada dalam kondisi zaman JAHILIAH / KEBODOHAN. Bpk Ahmad juga mengatakan bahwa TUHAN telah memberikan HUKUM - PEMERINTAHAN - KHILAFAH - UU- STOCKHOLM kepada Bapak untuk di jalankan di Swedia bahkan di seluruh Dunia padahal TUHAN tidak pernah memberikan apa-apa kepada Bapak, dan HUKUM - PEMERINTAHAN - KHILAFAH - UU itu Bapak contek dari buku-buku terbitan Indonesia. Mereka orang-orang Swedia yang ber-ada dalam zaman JAHILIAH / KEBODOHAN itu menerima saja dengan senang hati dan bahkan Bapak diangkat menjadi PEMIMPIN BESAR mereka karena bisa berbicara langsung kepada TUHAN dan disamping itu dapat petunjuk-petunjuk langsung dari TUHAN dan dibekali sendiri oleh TUHAN sebuah HUKUM - PEMERINTAHAN - KHILAFAH - UU-STOCKHOLM yang sangat membuat nama bangsa/etnis Swedia melambung tinggi dimata bangsa-bangsa lain. Mereka, orang-orang Swedia yang ber-ada dalam zaman JAHILIAH / KEBODOHAN itu tidak dapat mengetahui bahwa Bapak Ahmad sebenar-nya hanya BOHONG-BOHONG saja. Tapi karena mereka orang-orang Swedia itu ber-ada dalam zaman JAHILIAH / KEBODOHAN, maka mereka menerima dan percaya saja akan hal itu sebagai hal yang ajaib dan benar". Nah, dari kesimpulan yang diambil oleh Saudara Hareda Oya diatas tersebut menunjukkan bahwa Saudara Hareda Oya memang tidak mempelajari, mendalami, memikirkan dan memahami tentang Islam, lahirnya Islam dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, yang diuangkapkannya hanyalah perasaan dan pikirannya yang dangkal yang menjurus kepada sikap merendahkan, meremehkan dan menghina Islam sebagai Agama dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul. Selanjutnya Saudara Hareda Oya dalam tulisannya menyinggung kembali tentang Nabi 'Isa AS, dimana Saudara Hareda Oya menyatakan bahwa "7....Untuk mengatasi keterbatasan ini, maka FIRMAN / KALAM / KALAM TUHAN sendiri DATANG ke DALAM DUNIA mengambil rupa manusia YESUS untuk menyelamatkan seluruh UMAT MANUSIA. Kehadiran YESUS yang 100% TUHAN dan 100% MANUSIA tidak lagi bisa MEMBOHONGI dan MENIPU umat manusia". Jawaban saya adalah sebagian besar jawaban tentang Nabi 'Isa AS ini telah saya jawab dalam tulisan "Pandangan non muslim terhadap undang undang Madinah yang dibuat dan dikemukakan oleh Rasulullah dan pandangan terhadap Nabi 'Isa" yang dipublisir pada tanggal 16 Nopember 1998. Bagi yang ada minat untuk membaca tulisan tersebut silahkan baca di HP http://www.dataphone.se/~ahmad . Hanya ada sedikit saya tambahkan jawaban saya disini yaitu "Dan ketika Isa putra Maryam berkata: 'Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad'. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata :'Ini adalah sihir yang nyata'. " (Ash Shaff, 6). "Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam dan roh daripada-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Rasul-Nya dan jangan kamu mengatakan : '(Tuhan itu) tiga', berhentilah. Lebih baik bagi kamu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang dilangit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah untuk menjadi Pemelihara." (An Nisaa', 171). Karena perbedaan pendapat, pikiran dan pandangan tentang Nabi 'Isa AS, Islam dan Nabi Muhammad SAW telah berlangsung beribu tahun dan sampai sekarang belum bisa diselesaikan, contohnya sebagaimana dalam tulisan Saudara Hareda Oya yang sudah sanggup dan berani secara terbuka mengatakan bahwa Islam sebagai Agama bohong dan Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul yang pembohong, maka untuk membuktikan siapa diantara kita (antara Saudara Hareda Oya dan saya, Ahmad Sudirman, yang benar-benar pembohong) melalui tulisan ini untuk kedua kalinya saya mengajak Saudara Hareda Oya untuk melakukan "mubahalah" artinya masing-masing pihak diantara orang-orang yang berbeda pendapat mendo'a dengan sungguh-sungguh kepada Allah dan kita minta supaya la'nat (kutukan) Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. Dimana ajakan saya yang pertama untuk "mubahalah" tentang Nabi 'Isa AS yang saya tulis dalam tulisan "Pandangan non muslim terhadap undang undang Madinah yang dibuat dan dikemukakan oleh Rasulullah dan pandangan terhadap Nabi 'Isa" yang dipublisir pada tanggal 16 Nopember 1998, ternyata belum dijawab oleh Saudara Hareda Oya, melainkan hanya membuat tulisan baru lagi dengan isi seperti yang saya sebutkan diatas. Dalam "mubahalah" ini ada tiga hal yang besar yang perlu diselesaikan dan dimintakan kepada Allah jawabannya, yaitu pertama, apakah benar Islam Agama yang diturunkan oleh Allah, atau Agama bohong?. Kedua, apakah benar Muhammad adalah Nabi dan Rasul Allah, atau seorang pembohong?. Ketiga, apakah benar Al Masih 'Isa putra Maryam adalah Nabi, atau merupakan YESUS yang 100% TUHAN dan 100% MANUSIA?. Inilah Jawaban singkat saya dan ajakan untuk "ber-mubahalah" dengan Saudara Hareda Oya, saya menunggu jawabannya dari Saudara. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Dec 1998 jam 07:26:04 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
