----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Prihatin sekali dengan segala puja puji terhadap
manuver Gus Dur  yang mencoba berangkulan
dengan sang Tyran oleh sekelompok peneliti,politisi,
tokoh agama di koran koran dan penulis di milis ini,
Puja puji,puji puja, kekaguman yang berlebihan.
Seolah Gus Dur ini memang keturunan malaikat
yang arif,Gejala terpesona begini biasanya terjadi
dikalangan anak puber yang meng idolakan rocker
mussician. Sebuah kedangkalan emosi yang pekat.

Orang orang macam ini, yang menyembah Gus Dur
seperti berhala Lata dan Uza , adalah orang yang
tidak punya pendirian sendiri. Manusia ling lung
yang bingung. Se naif apapun, seruwet apapun,
dan se immposible apapun yang si Dur lakukan
selalu akan melahirkan decak kekaguman.

Gus Dur melakukan blunder, si mata picek ini
otaknya mungkin sedang semaput. Apapun alasan
dia untuk mendekati Suharto adalah tidak etis.
Suharto adalah dajal, dia adalah algojo pembunuh
ratusan ribu nyawa, sebagai seorang muslim yang
baik tidak selayaknya dia berdekat dekatan dengan
penumpah darah ini, alasan bahwa dia mencoba untuk'
mengurangi tekanan loyalis Suharto terhadap warga
NU sama naifnya dengan seorang korban pemerkosaan
yang mendatangi pemerkosa, sambil berjabatan tangan
lalu bilang " Kalau bisa jangan memperkosa lagi ya?"
Lalu memuja muji untuk mengambil hati. Ini sama saja
dengan seorang Rabi yahudi yang mendatangi Hitler
berusaha untuk berbaik baikan sementara rakyatnya
sudah banyak dibantai.

Jiwa penakut dan fasik seperti ini tidak layak dimiliki
oleh seorang tokoh.Apalagi tokoh agama yang mengharuskan
kita cuma harus takut pada Tuhan, bukan pada Setan.

Inilah susahnya orang kita,
Apa apa kagum, belum apa apa bilang Amin !
Sepak terjang si Dur, betatapun gilanya masih saja
di cermati sebagai sebuah manuver yang bijaksana,
briliant,mempesona...!

Dalam percaturan politis ini sebenarnya kaum reformis
sudah beberapa kali mempunyai kesempatan menang.
Mahasiwa sudah menumbangkan suharto, selangkah
lagi tinggal menjatuhkan wakilnya dulu itu, posisi sudah
demikian bagus, begitu juga sewaktu demo anti Sidang
Umum, posisi Mahasiswa begitu baik, tapi..ya tapi..
para penunggang reformasi itu, para tokoh yang nyalinya
kecil dan banci itu malah kabur meninggalkan gelanggang.
Skak seter yang tinggal selangkah lagi, begonya mereka
si Rais, Dur, Mega dan ( sopo iki?) Hamengkubuwono
malah minta remis...Betapa tololnya.

Dan kini si Dur lagi lagi melakukan Blunder.
Ini orang memang sinting, otaknya sudah tidak
lancar. Benny Murdani, seorang algojo kamp
kosentrasi orde baru yang dulu jelas jelas membantai orang
Islam di tanjung priuk, malah didekat dekati, Suharto, wiranto
dan habibie di jilat jilat. Dur bukan lah pemimpin,
dia adalah babu atau abdi dalem orde baru.

Mega ingin jadi Presiden, Amin juga, Dur sok menjadi
sokrates, semuanya berebutan bikin sensasi, sementara
bidak bidak hitam si raja Hitam semakin memperkuat
posisi, sebentar lagi kita..ya kita kita ini yang akan
di skak sterkan. Semuanya gara gara ego besar
ingin menjadi tokoh nasional, ingin namanya di sebut
di headline koran koran.

Tokoh tokoh ini awalnya nampak bagus, tapi lama
lama belangnya kelihatan, seperti pemakan jengkol
yang fanatik, mereka berteriak pro reformasi, mereka
yang makan enak, kita yg dekat dekat yang enek
karena cuma cuma diberi bau yang menjijikan ini.

Rais nggak mau jadi wakil, Mega ogah jadi wakil
maunya jadi presiden, soalnya enak. Dur hmmmm...
pengen jadi Presiden buta pertama di dunia.

Alamak. Cuma ini saja rupanya kadar reformasi
kita? Kasihan mahasiswa,kasihan...
Pion pion putih yang terus bertumbangan.
Pengorbanan mereka sudah banyak, tapi
sekarang arus firnah mulai bergerak, mereka
akan di hujat dan di tebari kebencian oleh
pemerintah ke tengah tengah masyarakat.
Alasan jalanan macet, menggangu lalu lintas
,ajakan kembali ke kampus mulai mengudara...

Tuduhan komunis sudah, PKI sudah, Radikal
juga sudah, begitu juga anarki,subversi,
mahasiwa gagal, mahasiswa kurang cerdas
( seperti kata Mendikbud yang haram jadah
bermental cabo itu ).

Dan kini Gus Dur pun mulai menyalahkan mahasiswa.

Gus, dari pada berpolitik,
lebih baik sampeyan nyanyi bareng
dengan Stevie Wonder atau Ray Charles saja.
Kowe udah gendeng, mending nyanyi
barengan temen temen tuna netra rich and
famous itu. Judul lagunya " Is it she lovely ?"
well..yg pasti anda nggak bakalan tau demokrasi
itu canti atau tidak, anda kan Buta..

Whos knows Dur,sampeyan bisa rekaman.

Hasan Basri

masih murka

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Dec 1998 jam 07:26:30 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke