----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Date: 12/22/98
From: HSUPANGKAT

BAHAYA PENGUNGSI MAKIN NYATA BAGI FILIPINA

Sebagai sesama bangsa Timur, para tetangga kita selalu memuji muji dan sudah
lama tidak menggunjingkan di belakang. Tapi krisis yang memburuk telah
merubah
kesemuanya itu. Kini mereka dibelakang kita mulai menggunjingkan secara
terang
terangan, bukan tentang keburukan kita tapi tetang kemungkinan kemungkinan
buruk akibat krisis yang semakin gawat. Malaysia dan Singapura terpaksa
bung-
kam, tapi Filipina dan Australia mulai goncang.

Tetangga mana yang tidak takut menghadapi segala kemungkinan buruk akibat
kemelaratan mendadak lk 100 juta orang, lk 20 juta pengangguran, dan lk 10
juta menghadapi busunglapar sedangkan di tingkat nasional perkembangan
politik kita menakutkan para tetangga yang umumnya lebih canggih daripada
kita sehingga lebih mengerti untuk mengantisipasi konsekwensi logisnya.

Mula mula kita dengar para Menlu Filipina dan Australia menyatakan kekhawa-
tirannya tentang perkembangan di Indonesia yang dimuat dalam Saturday's
Financial Review. Dan tidak lama kemudian tidak kurang dari 20.000 pengung-
si Indonesia membanjiri Filipina. Ini karena kita bebas visa dalam ASEAN.

Berapa banyak lagi yang akan menyusul bukan saja ke Filipina tapi juga ke
negara negara ASEAN lainnya walaupun langsung dipulangkan?

Media cetak para tetangga juga sudah lama menulis laporan laporan dan ana-
lisis analisis yang cukup jitu dan terlalu banyak untuk diuraikan disini,
tapi
semuanya memang mengkhawatirkan.

Kalau wisatawan dari Barat memang dinasihatkan pemerintahnya masing ma-
sing untuk menghindarkan Indonesia sementara para pejabat Kedutaan Besar,
Perwakilan Tetap PBB dan Konsulat Jendral, Konsulat di seluruh Amerika ber-
kumpul belum lama ini di Texas katanya untuk "promosi" pariwisata seolah
olah berlagak "pilon" menghambur hamburkan devisa mungkin hasil pinjaman
baru dari IMF.

Para importir barang Indonesia konon tidak ada lagi yang mau datang ke
Jakar-
ta, walaupun hanya di dalam hotel bandara udara Halim karena ketakutan
oleh  kejahatan yang kejam. Mereka sudah tidak bisa dibohongi lagi tentang
situasi kejahatan kejam dan demo mahasiswa yang didomplengi rakyat lapar
penjarah, bukan di Jakarta saja namun di seluruh kota Indonesia.

Potensi bahaya kita bagi tetangga bukan sebagai penyerbu invasi, tapi
sebagai
bahaya pengungsi yang sukar dihindarkan ibarat "boat people" Vietnam dulu,
bedanya penduduk kita ratusan juta katimbang puluhan juta penduduk Vietnam
dan kini menjadi semakin nyata, khususnya bagi Filipina sedangkan Malaysia
yang tanpa ampun mendeportasi puluhan ribu warga Indonesia boleh mengam-
bil napas sementara ini.

Kita tidak pernah membayangkan bahwa bangsa Indonesia akan menjadi boat
people pada suatu ketika.

Ini sungguh tidak masuk akal: Indonesia terdiri atas belasan ribu kepulauan
besar dan kecil, tanahnya subur makmur bisa ditanami segala palawija dan
pohon
pohonan, sungai sungari dan kali kali yang menjalin bumi penuh dengan ikan,
katanya kita sedang menjalani reformasi politik dan ekonomi, namun puluhan
ribu pengungsi lari keluar negeri karena kelaparan dan penindasan politik,
HAM.
Dan karena  kejahatan kejam terhadap sesama warga sendiri.

Sementara itu para pemimpin kita masih tetap kurang bersungguh sungguh beru-
paya mengatasi krisis moneter, ekonomi, sosial, politik yang dari hari
kesehari
semakin gawat sedangkan kejahatan kejam (heinous crime) semakin nekad dan
marak, bapak bapak kita tetap saja berpikir dan bertindak biasa biasa saja
tanpa upaya luar biasa, atau memang kapasitas mereka memang cuma
sebegitu............

Bisanya cuma mengambil tindakan hukuman sekeras kerasnya dan mengancam-
kan SOB yang jauh panggang daripada api dari substansi persoalan sekarang.

New York, 22 Desember 1998.
H.S. Hidayat Supangkat.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Dec 1998 jam 07:27:55 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke