----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


Hersri Setiawan:


                          demonstran
                              (2)

               kapan hari telah diputus
               hari pertama ketiga atau saja
               kapan tidak ada hari sabat
               bila kerja harus dimulai

               kuambil setiap langkah
               bagai buruh menuntut upah
               bagai petani lapar tanah
               maka kabur bayangan takut

               kumasuki medan pertaruhan
               antara mati dan hidup
               tengadah pada bapa langit
               tunduk pada ibu tanah

               tak ada kata pasrah
               tapi

               ibukota bagai gerbang besi
               benteng kekuasaan berkarat
               tak akan runtuh karena gema
               bahana lagu maju tak gentar
               maka

               jalanan banjir manusia
               padam panas matahari
               hujan dan angin mati
               dalam gelora kemerdekaan

               indonesia tanah airku
               sekarang berubah sudah
               jadi rumah penjara

               indonesia tumpah darahku
               sekarang berubah sudah
               jadi rumah abatoar

               tak ada kata menyerah
               meski

               meraung-raung para pembesar
               tentang janji reformasi
               yang ada seribu satu
               tentang jalan konstitusi
               yang ada cuma satu
               tentang kesopanan timur
               yang mereka punya monopoli

               di belakang itu semua
               serdadu dan preman bayaran
               siap menyarangkan peluru
               siap menyarungkan pedang
               ke jantung tiap demonstran

               tanahair menggempa
               tanah dan langitmu
               karena para pembesar
               mabuk kekuasaan
               karena para demonstran
               mabuk kemerdekaan
               yang di antara itu
               hanya satu lubang kubur
               menunggu satu korban

               aku tengadah
               pada bapa langit
               aku menunduk
               pada ibu tanah

               tak ada kata pasrah
               tak ada kata menyerah

               hidup
               merebut kemenangan

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Feb 1999 jam 11:00:12 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke