----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Tuesday 09 February 1999 14:30 UTC



** TIDAK AKAN ADA REFERENDUM DI TIMOR TIMUR

** XANANA GUSMAO AKAN DIPINDAHKAN RABU BESOK

** PERANCIS DAN INGGRIS INGIN MENDESAK PERUNDINGAN KOSOVO

** PIDATO PEMBELAAN TERAKHIR DALAM PROSES IMPEACHMENT

** TOPIK GEMA WARTA: INDONESIA DAN PORTUGAL GAGAL MENYEPAKATI PAKET
OTONOMI TIMOR TIMUR SECARA BULAT




* TIDAK AKAN ADA REFERENDUM DI TIMOR TIMUR
Menteri Luar Negeri Ali Alatas menyatakan, di Timor Timur tidak akan
dilaksanakan referendum di bawah pengawasan PBB. Demikian Menlu Alatas
setelah perundingan dua hari di New York, Amerika Serikat, dengan
rekannya Menlu Portugal, Jaime Gama. Alatas membantah pernyataan optimis
Jaime Gama, bahwa Indonesia menyetujui referendum di bawah pengawasan
PBB. Menlu Portugal juga menambahkan, apabila referendum ditolak, maka
Timor Timur akan berada di bawah pengawasan PBB dan Portugal, hingga
dinyatakan merdeka dan melaksanakan pemilu. Dengan pernyataan Alatas
ini, maka belum ada persetujuan apakah Timor Timur akan menjadi wilayah
otonomi atau merdeka penuh. Yang menjadi pertanyaan sekarang, bagaimana
cara meminta pendapat rakyat Timor Timur. Bulan depan kedua menteri luar
negeri, akan kembali bertemu di New York untuk melanjutkan perundingan.


* XANANA GUSMAO AKAN DIPINDAHKAN RABU BESOK
Pemimpin perlawanan Timor Timur, Xanana Gusmao Rabu besok akan
dipindahkan dari LP Cipinang ke sebuah rumah yang dijaga ketat di Jalan
Percetakan Negara VII. Perpindahan ini bisa dipandang sebagai kompromi,
atas desakan Sekretaris Jendral PBB, Kofi Annan. Pemerintah Indonesia
tidak menamakan perpindahan tersebut sebagai tahanan rumah, tetapi
sebagai perlunakan hukuman, sehingga Gusmao bisa berpartisipasi dalam
penyelesaian damai masalah Timor Timur. Di tempat baru ini Xanana Gusmao
diperbolehkan menerima tamu di siang hari, dan mengikuti perkembangan
berita terakhir, termasuk mengenai masalah Timor Timur. Rumah tersebut
dilengkapi dengan fasilitas televisi, radio dan surat kabar, serta
Gusmao diperbolehkan menerima telepon yang dipasang lewat jalur khusus.


* PERANCIS DAN INGGRIS INGIN MENDESAK PERUNDINGAN KOSOVO
Menteri Luar Negeri Inggris dan Perancis, Robin Cook dan Hubert Vedrine,
Selasa ini kembali menghadiri perundingan perdamaian Propinsi Serbia,
Kosovo. Dengan kehadiran di Istana Rambouillet dekat Paris, kedua
menteri luar negeri berharap dapat kembali menekan para perserta
perundingan Kosovo yang dipimpin oleh tiga perantara internasional.
Perundingan Kosovo kelihatannya berlangsung dengan alot. Akhir pekan ini
enam negara anggota grup kontak untuk Yugoslavia akan kembali berkumpul
bersama. Pertemuan tambahan ini ingin memberikan waktu hingga Sabtu
mendatang, kepada pihak-pihak yang bertikai di Kosovo untuk mengusahakan
perkembangan baru.


* PIDATO PEMBELAAN TERAKHIR DALAM PROSES IMPEACHMENT
Selasa ini akan disampaikan pidato pembelaan terakhir dalam sidang Senat
Amerika Serikat mengenai impeachment atau pemecatan Presiden Bill
Clinton. Proses impeachment kini berada dalam tahap terakhir dan
menentukan. Presiden Bill Clinton dituduh berdusta di bawah sumpah dan
menghalangi jalannya sidang pengadilan. Dengan cara ini Presiden Amerika
Serikat dituduh ingin menyelubungi kebenaran skandal seks dengan mantan
pegawai magang Gedung Putih, Monica Lewinsky. Dalam pidato pembelaan
terakhir jaksa penuntut Partai Republik dan pengacara Clinton sekali
lagi akan mengulangi argumen-argumen terpenting mereka. Selanjutnya juri
yang terdiri atas 100 senator akan merundingkan kasus tersebut. Jumat
mendatang harus dilangsungkan pengambilan suara terakhir, tetapi sampai
sekarang tidak dicapai mayoritas dua pertiga suara para senator untuk
dapat memecat Presiden Clinton.


* PEMIMPIN PARTAI OPOSISI SINGAPURA DIMAJUKAN KE PENGADILAN
Untuk kedua kalinya dalam beberapa minggu seorang pemimpin oposisi
Singapura diajukan ke pengadilan, dengan tuduhan berpidato politik tanpa
ijin resmi. Chee Soon Juan adalah Sekretaris Jendral Partai Demokrasi
Singapura. Tanggal 5 Januari 1999 Chee berpidato di depan umum tanpa
mendapat ijin terlebih dulu. Tidak lama sebelumnya Sekjen Partai
Demokrasi ini juga ditahan di penjara selama satu minggu dengan tuduhan
yang sama. Chee Soon Juan menyatakan antara lain bahwa partainya jarang
mendapat ijin untuk berpidato di depan umum dibandingkan organisasi
lainnya. Selain itu ia juga meminta untuk diberi kesempatan melihat
dokumen-dokumen pemberian ijin berpidato, tetapi hakim menolak
permintaan ini.


* PASUKAN TERAKHIR KHMER MERAH BERSATU DENGAN TENTARA KAMBOJA
Pasukan terakhir Khmer Merah menyatukan diri dengan tentara pemerintah
Kamboja. Dengan perpindahan 1700 mantan pemberontak ini, berakhirlah
peranan militan gerakan tersebut. Beberapa bulan terakhir ribuan pejuang
Khmer Merah membelot ke tentara pemerintah, sementara berbagai pemimpin
gerakan menghentikan aksi menentang pemerintah Phnom Penh. Di tahun 70-
an Khmer Merah memerintah dengan keji dan menewaskan sedikitnya dua juta
rakyat Kamboja. Pemerintah ini berhasil digulingkan tahun 1979, dan
setelah itu Gerakan khmer Merah didesak mundur ke hutan atas bantuan
tentara Vietnam.


* MENTERI KEAMANAN NASIONAL IRAN MENGUNDURKAN DIRI
Menteri Keamanan Nasional Iran mengundurkan diri setelah pembunuhan
terhadap 10 penulis dan pembangkang politik Iran baru-baru ini. Awal
bulan Februari jelas bahwa para agen kementrian terlibat dalam
pembunuhan tersebut. Sejak itu Menteri Qornabali Dorri-Nayafabadi
mendapat tekanan dari berbagai pihak supaya mengundurkan diri saja.
Menurut koran-koran Teheran dua wakil menteri juga akan diganti, dan
agen-agen yang terlibat dalam pembunuhan itu akan diajukan ke pengadilan
militer. Kementerian Keamanan Nasional dikenal sangat konservatif dan
merupakan penentang utama Presiden Mohammed Khatami yang moderat.


* EKSTRIM KANAN ISRAEL MEMPROTES JABAT TANGAN WEIZMAN
Kalangan ekstrim kanan Israel berang, karena Presiden Ezer Weizman
menjabat tangan pemimpin kelompok radikal Palestina. Pertemuan kedua
tokoh tersebut berlangsung sewaktu pemakaman Raja Yordania, Hussein.
Pemimpin Palestina yang hidup dipengasingan, Nayef Chawatme, menjabat
tangan Weizman, dan menamakannya "pria perdamaian". Chawatme memimpin
apa yang dinamakan 'Front Pembebasan Demokrasi untuk Palestina', yang
dianggap bertanggungjawab atas berbagai aksi teror di Israel. Antara
lain lebih dari 24 orang pelajar Israel tewas menjadi korban. Dengan
alasan ini Menteri Luar Negeri Israel, Ariel Sharon menamakan Chawatme
seorang pembunuh. Nayef Chawatme, yang berusia 62 tahun menentang
persetujuan Oslo dan merupakan pendukung utama negara Palestina merdeka.


* KONGRES YAHUDI SEDUNIA TIDAK KEBERATAN DENGAN FUSI DEUTSCHE BANK
Kongres Yahudi Sedunia, JWC kelihatannya tidak lagi berkeberatan dengan
fusi dua bank swasta terbesar di Jerman, Deutsche Bank dengan American
Bank Bankers Trust. Perubahan pendapat ini sejalan dengan kemajuan dalam
pembicaraan dengan Deutsche Bank mengenai kompensasi para korban
kekejaman Nazi Jerman. Deutsche Bank diberitakan bersedia mendirikan
yayasan untuk para korban. Minggu lalu Deutsche Bank menjadi bahan
pembicaraan ketika terbukti sewaktu masa pemerintahan Nazi memberikan
pinjaman kepada perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pembangunan
kamp konsentarsi Auschwitz di Polandia.


* DIMULAI PROSES PENGADILAN TERHADAP MANTAN PERDANA MENTERI PERANCIS
Selasa ini di Paris dimulai sidang pengadilan terhadap mantan Perdana
Menteri Perancis, Laurent Fabius, dalam skandal darah yang tercemar,
yang menghebohkan. Mantan perdana menteri serta mantan Menteri Sosial
dan Kesehatan, Georgina Dufoix dan Edmond Herve dituduh tidak mengakhiri
transfusi darah yang tercemar dengan virus AIDS. Dalam periode ini
sekitar 4000 warga Perancis tertular penyakit AIDS setelah menerima
transfusi. 600 orang di antaranya telah meninggal dunia, dan ratusan
lainnya masih dalam perawatan medis. Akhirnya diketahui bahwa pemerintah
Perancis ingin menghemat ongkos pengeluaran dengan menunda pelaksanaan
metode baru pentesan darah untuk transfusi, agar darah bebas dari virus,
dan sekaligus menghabiskan cadangan darah lama. Untuk pertama kali sejak
Perang Dunia kedua, para menteri Perancis diajukan ke pengadilan. Para
tertuduh bisa dijatuhi hukuman hingga lima tahun penjara. Hari pertama
sidang berlangsung alot, karena sejumlah saksi terpenting menolak untuk
datang ke pengadilan.


* INDONESIA DAN PORTUGAL GAGAL MENYEPAKATI PAKET OTONOMI TIMOR TIMUR
SECARA BULAT
INTRO: Paling sedikit empat isu masih mengganjal tercapainya persetujuan
tentang usulan PBB tentang otonomi luas. Keempatnya menyangkut soal
refrendum, soal kehadiran PBB, soal keamanan dan soal pembebasan Xanana
Gusmao. Sekarang bola kembali ke Jakarta dan Lisbon, dan terutama kepada
wakil-wakil rakyat Timor Timur untuk menanggapi dokumen tersebut. Lebih
jauh laporan rekan Aboeprijadi Santoso dari Markas PBB di New York.

Pertemuan segitiga tentang Timor Timur akhirnya gagal menyepakati secara
bulat paket otonomi luas yang diusulkan oleh PBB berdasarkan usulan
Indonesia. Meskipun utusan sekjen PBB Jamsheed Marker menilai kedua
pihak telah meningkatkan semangat yang akomodatif, bahkan dikatakannya
kedua pihak telah menunjukkan sikap kenegarawanan yang unggul, namun
paket otonomi tersebut masih terhambat oleh paling sedikit empat
problem.

Pertama Indonesia menolak kehadiran PBB secara permanen di Timor Timur,
dan kedua belum dapat disepakati cara lain selain referendum untuk
mengukur pendapat rakyat Timor Timur. Sebaliknya Menteri Luar Negeri
Portugal Jaime Gama berpendapat referendum adalah cara yang paling
moderen dan paling demokratis

JAIME GAMA: We are at the end of the 20th century, and democracy is
expanding. The U.N. after elaborating agenda for peace, also strated
elaborating an agenda for democracy and human rights. I cannot see the
UN today asking another methodology for ascertaining view of any people,
except the way of democracy and the way of voting process. It's
something special. And obviously the acceptance of Portugal for the
result of what we are negotiating now is proportional to the legitimacy
of the process the United Nation will choose.

JAIME GAMA: Kita sekarang berada pada akhir abad ke 20, dan demokrasi
tengah meluas. Setelah memerinci agenda bagi perdamaian, PBB juga mulai
memerinci agenda bagi demokrasi dan hak-hak asasi manusia. Saya tidak
bisa melihat bahwa PBB hari ini mencari cara lain untuk memastikan
pendapat rakyat mana saja, kecuali cara demokratis dan cara pemungutan
suara. Ini memang khusus. Dan jelas penerimaan Portugal terhadap hasil
perudingan ini sebanding dengan legitimasi proses yang dipilih oleh PBB.

Menurut Menteri Luar Negeri Indonesia Ali Alatas, karena referendum bisa
menyulut bahaya perang saudara, ada cara-cara lain untuk mengukut
pendapat rakyat Timor Timur. Berikut penjelasan Menlu RI:

Ali Alatas [AA]: Saya baru jelaskan, kita masih sedang cari-cari, belum
diketemui, tapi kita akan lihat apa yang bisa kita ketemukan.

Radio Nederland [RN]: Tadi bapak mengemukakan antara lain Jamsheed
Marker pergi ke berbagai kalangan, ke Portugal, Indonesia. Nah ada
kemungkinan metode itu diperluas. Seperti apa itu?

AA: Artinya, konsultasi kan sekarang sudah terjadi, dengan bertemu hanya
10 orang barangkali. Misalnya konsultasi ini bisa diperluas. Jangan
ketemuin 10 orang di Portugal, ketemuin 100 orang. Di Timtim sekarang
diketemui barangkali 50 orang. Jangan 50 orang saja yang diketemui, 500
atau 5000. Begitu. Tapi tetap consultation, tidak referendum.

RN: Berarti UN harus hadir ke sana untuk menemui sekian, memperluas,

AA: Untuk itu boleh. Tetapi kalau datang ke situ untuk menetap sebagai
kantor, kan itu berarti kita menerima tesis seolah-olah Timtim adalah
non-self governing territory (wilayah yang tidak memiliki pemerintahan
sendiri, Red.). Justru itu inti persoalan Timtim. Karena menurut kita
kan TimTim sudah integrasi. Menurut Portugal masih merupakan non-self
governing territory, dan menurut PBB juga begitu. Nah, kalau sekarang
kita terima PBB mempunyai kantor di situ, perwakilan PBB, kan berarti
kita sudah kalah argumentasi. Kita sudah terima argumentasi bahwa itu
bukan daerah kita lagi tetapi non-self governing territory.

RN: Pak, kalau otonomi yang luas itu ditolak, berarti usul permintaan
kepada MPR untuk merdeka, itu berarti kembali ke status quo 76-78,
berarti Portugal kembali dengan PBB.

AA: Ya, ya, terserah. Jadi yang akan kita minta kepada Sidang Umum PBB
bukan kemerdekaan untuk TimTim. Jangan salah. Yang kita akan minta
kepada Sidang Umum PBB untuk dipertimbangkan adalah agar kita berpisah
secara terhormat, secara damai, dan secara baik-baik. Tolong ini
dimasukkan dalam reportmu, kalau tidak you are just twisting the fact
(anda hanya memutarbalikkan fakta, Red.). Saya tidak ngomong tentang
independence, ya (kemerdekaan, Red.). You janji, you buktikan bahwa for
once you are going to report what I am saying not what you think (untuk
kali anda akan melaporkan apa yang saya katakan, dan bukan yang anda
pikirkan, Red.).

RN:  Kita  selalu  melaporkan  begitu  pak.

AA: Enggak, sama sekali enggak, saya ngikuti terus kok. Jadi kalau itu
terjadi, maka mereka kembali ke status sebelumnya. You are right (anda
benar, Red.)

RN: Kembali ke status quo 78?

AA: Bukan status quo, tapi status 76.

RN: Merugikan sebetulnya?

AA: Lho, sudah tidak soal rugi untung lagi dong, wong kita sudah mau
lepaskan, kok masih ngitung-ngitung untung rugi. Kita sudah bersedia
untuk lepaskan.

RN: Itu persoalan pemerintahan yang baru nanti

AA: Lho, bukan persoalan pemerintahan yang baru. Kalau itu sudah
diputuskan oleh rakyat kita, maka itu menjadi persoalan Portugal sama
PBB lagi.

Sidang Umum PBB, kata Menlu Alatas, namun yang dimaksudnya adalah Sidang
Umum MPR, demikian Menteri Luar Negeri RI keseleo lidah.

Adapun dua masalah lain yang menghambat adalah soal penarikan ABRI dan
soal pembebasan dan partisipasi Xanana Gusmao dalam perundingan.
Menanggapi kritik wakil pemimpin perlawanan Timor Timur Jose Ramos-
Horta, yang mengatakan bahwa bahaya perang saudara bisa dielakkan kalau
ABRI ditarik mundur, Menteri Luar Negeri Ali Alatas mengatakan,
referendum hanya mungkin diadakan kalau ABRI tidak perlu lagi di sana
dan harus diganti oleh PBB.

Dengan kata lain, Indonesia menolak referendum juga demi konsistensi
argumen bahwa Timor Timur selama 23 tahun secara sah merupakan bagian
Republik Indonesia. Kalau Indonesia pergi dan tanggung jawab beralih ke
Portugal di bawah PBB, maka Portugal dan PBBlah yang harus mengadakan
referendum sesuai dengan proses dekolonisasi dari suatu non-self
governing territory yaitu wilayah yang tidak memerintah secara mandiri.
Kalau setelah diberi otonomi luas kelas menuntut referendum, itu sama
saja dengan minta disediakan kue setelah itu good bye. Itu bukan suatu
cara berpisah yang baik-baik dan terhormat. Demikian ujar Menlu Alatas.

Sekarang dokumen cetak biru paket otonomi itu akan dikonsultasikan ke
pemerintah di Jakarta dan Lisbon dan diminta ditanggapi oleh wakil-wakil
rakyat Timor Leste. Besar kemungkinan mereka yang akan dihubungi
langsung oleh utusan Sekjen PBB, Jamsheed Marker, itu akan menolaknya.
Dengan demikian dapat diduga kalau kedua menteri luar negeri yang
bersengketa ini bertemu lagi di New York pada tanggal 10 Maret
mendatang, maka soal Timor Timur secara nasional akan diselesaikan
dengan cara meminta MPR baru dalam Sidang Umum hari pertama tanggal 29
Agustus nanti untuk melepaskan saja wilayah bekas jajahan Portugal itu.

Sedangkan secara internasional, demikian masih menurut kacamata
Indonesia, Timor Timur akan kembali ke status tahun 76, jadi harus
didekolonisasi oleh Portugal dan PBB. Dengan kata lain Indonesia ingin
mengakhiri soal Timor Timur dengan caranya sendiri yang mementahkan
kembali keputusan-keputusannya melalui jalur-jalurnya yaitu MPR, yang
mengingkari bahwa awal muawal dari masalahnya adalah invasi yang
merupakan agresi internasional.

Sebaliknya Portugal dan rakyat Timor Timur menginginkan jalan paling
demokratis yaitu referendum. Namun tidak ada jalan pintas menuju
demokrasi, ujar utusan Sekjen PBB, diplomat Pakistan, Jamsheed Marker,
dengan mengakui rumitnya masalah Timtim. Di Pakistan ada pribahasa: Ular
harus dikalahkan tanpa membuat tongkat untuk memukulnya itu patah. "Saya
sudah ketemu ularnya, tetapi sedang mencari tongkat yang mujarab itu,"
demikian kata Jamsheed Marker.


-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Feb 1999 jam 15:45:15 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke