---------------------------------------------------------- Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "signoff indonews" need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED] with body mail: "info refcard" ---------------------------------------------------------- Kepada para pengingkar hati nurani rakyat Timtim Belakangan ini kita dapat melihat di koran-koran baik dalam negeri (RI) maupun luar negeri di mana muncul berbagai pihak yg menyatakan mewakili orang Timtim atau lebih tepatnya tokoh Timtim. Mungkin benar juga yg ditulis seorang netter bahwa Timtim sedang giat-giatnya mengekspor tokoh. Sudah jelas ekspornya ke Jakarta karena telah terjadi bisnis nyawa antara para tokoh itu dan pemerintah RI sisa Orba. Para tokoh rupiah pimpinan Drs. Domingos MD. Soares, MS (bupati Dili) sedang gencar-gencarnya melobi Jakarta (dgn berpura2 sebagai tokoh) guna ambisi rupiah dan jabatan mereka tetap langgeng. Sepak terjang para tokoh rupiah ini sudah diketahui masyarakat luas di Timtim walaupun masyarakat Indonesia dan dunia tidak terlalu tahu: merekalah otak dari segala kekacauan di Timtim. Domingos yg terpelajar ini beserta beberapa tokoh haus darah seperti Edmundo (bupati Lospalos), Martinho (konon tokoh Viqueque), Eurico & Marcal (Gardapaksi), Cancio (Mahidin) dan lainnya merupakan otak Jakarta yg dapat dimanfaatkan untuk menjalankan segala rencana kekerasan di Timtim. Masuk akal bagi para bajingan2 ini untuk mempertahankan posisi serta harta KKN yg telah diperoleh. Tapi sungguh bodoh dengan tindakan mereka yg seolah-olah mewakili rakyat Timtim padahal mereka merupakan para vampire yg hanya dikenal pemerintah, ABRI dan keluarganya. Mereka tidak sama sekali dikenal apalagi diakui sebagai tokoh Timtim. Lebih tepatlah jika dikatakan Domingos mewakili istri anaknya, dan demikianpun dengan yang lainnya. Mereka semua saling mewakili tampa diketahui rakyat Timtim. Sedangkan tokoh yang lain yg tidak dikenal walaupun diakui Jakarta adalah kaum berpendidikan rendahan yang sangat yakin bahwa mereka tdk akan memiliki tempat dalam sebuah negara Timtim yg merdeka sehingga pantaslah mereka berjuang dgn segala kebodohan mereka tersebut seperti Edmundo, Martinho Cs. Lebih ngeri lagi, para tokoh tersebut ingin berperang jikalau Timtim dilepassssss. Sungguh bodoh sekali para tokoh yg berpikiran seperti itu. Memang benarlah bahwa orang berpikir ke ke depan tapi para tokoh tersebut justru berpikir kebelakang. Aneh tokoh-tokoh seperti ini, jadi apa Timtim nantinya kalau memiliki tokoh-tokoh pengecut dan bajingan seperti mereka. Memalukan juga karena tokoh-tokoh itu sendiri telah mempersenjatai diri bahkan dipersenjatai ABRI. Mana harga diri anda semuanya? Sungguh kasihan nasib para tokoh yg telah dikebiri oleh ABRI dan rupiah. Di antara para tokoh ada yg menyandang gelar sarjana dalam dan luar negeri tapi juga bodoh karena mau dipersenjatai ABRI dan siap bertempur sampai darah penghabisan. Sarjana kok otaknya seperti itu, integrasi bukan menjadi soal, tapi coba gunakan akal sehat untuk menyelesaikan masalan. Otak sarjana diberikan untuk berpikir kritis dan mencari solusi tampa harus mengorbankan nyawa orang banyak. Para sarjana oportunis tersebut dan para tokoh-tokoh rupiah/wayang agar dapat lebih sadar dan membuka mata melihat kenyataan sebenarnya. Harap jangan dibutakan oleh rupiah. Saudaraku, selama kita masih hidup, kita akan dapat memperoleh uang. Kita yang mencarinya dgn kerja keras dan bertanggung jawab, bukannya menjadi budak dari rupiah. Mohon Amindo Mariano, Lopez da Cruz, Abilio Osorio, Domingos Soares, Edmundo dan tokoh rupiah lainnya agar sadar. Ingatlah bahwa pesan Uskup Belo adalah untuk meminta kejelasan pemerintah di Jakarta menyangkut opsi yang ditawarkan, dan bukan untuk melobi dan merekayasa diri sebagai tokoh dan mengemis integrasi. Terakhir, jagalah harga diri anda seperti para pejuang gunung Timtim yg rela mati demi kemerdekaan tampa dikenang, tampa mendapatkan harta secuilpun. Berjuanglah demi bangsa Timor Loro Sa'e. Ibnu Fajar ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 10 Feb 1999 jam 09:06:25 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
