----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


PETANI GARAP SIBOLANGIT GARA-GARA MENGIRA MILIK BU TIEN

        MEDAN (SiaR, 10/2/99), Nasib keluarga mantan Presiden Soeharto memang
berbeda dengan Raja Hussein dari Yordania. Kalau rakyat di Jordania
menangis bahkan sampai histeris saat rajanya meninggal dunia, namun di
Indonesia, seminggu saja Soeharto didepak dari kursi kepresidenan, rakyat
langsung menghujatnya. Tak terkecuali buat anak-anaknya dan kroni-kroninya.
Saking bencinya terhadap keluarga mantan presiden kedua RI ini, masyarakat
menjadi peka terhadap harta hasil KKN dinasti cendana itu.

        Belum lama ini misalnya, ratusan petani Sumatera Utara yang tinggal di
Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, ramai-ramai
melakukan  penggarapan tanah di areal bumi perkemahan Sibolangit, yang diyakini
masyarakat milik almarhumah Tien Suharto. Kawasan seluas 225,13 hektar
itu ditebangi kayunya, humusnya diangkut dan sebagian lahannya dikerjakan
masyarakat dengan tanaman palawija seperti jagung.

        Padahal menurut Ka Kwarda Sumut, H Karseno dalam dengar pendapat dengan
DPRD Sumut belum lama ini, areal perkemahan Sibolangit itu bukan milik
almarhumah Tien Soeharto. Tapi milik Pramuka Kwarda Sumut. menurut H.
Karseno, pensiunan tentara yang pernah bertugas di Timor Timur itu, luas
areal perkemahan yang telah digarap masyarakat berjumlah tidak kurang 100
hektar.

        Namun walau sudah diimbau melalui surat kabar berkali-kali, namun menurut H
Karseno aksi penggarapan itu terus berlangsung, bahkan ditengarai para
pejabat mulai ikut-ikutan. "Buktinya ada penggarap yang menggunakan mobil
pribadi," ujar H Karseno. Tidak jelas, apakah ini juga berarti bahwa secara
diam-diam para pejabat di Sumut juga ikut menghujat almarhumah Ibu Tien
Soeharto.

        Yang jelas, menurut sebuah sumber di Kwarda Pramuka Sumut, pada 1977 Ibu
Tien memang pernah datang ke Sibolangit mendampingi Soeharto yang ketika itu
menjabat sebagai Majelis Penasehat Gerakan Pramuka Indonesia. Nah, khusus
untuk menyambut kedatangan Soeharto dan isteri, pihak pramuka Sumut membuat
semacam wisma khusus yang diberi nama Wisma Ibu Tien Soeharto. "Namun
terakhir ketika saya ke Sibolangit, wisma itu sudah ambruk tak terurus,"
ujarnya.

        Sumber SiaR mencurigai bahwa isu kawasan perkemahan Sibolangit milik
almarhumah Tien Soeharto sebenarnya rekayasa pihak-pihak tertentu yang
hendak meraih keuntungan di sana. "Soalnya kawasan Sibolangit itu sangat
strategis sebagai daerah wisata. Siapa tahu maksud penjarahan itu ada
kaitannya untuk pembangunan tempat penginapan," ujarnya.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 10 Feb 1999 jam 11:08:57 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke