----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


TEROR DAN INTIMIDASI MEREBAK DI ACEH

        BANDA ACEH (MeuNASAH, 10/2/99),  Teror, ancaman pembunuhan dan
penculikan merebak di  Aceh Timur, Pidie, dan Aceh Utara, sejak terjadinya
pembantaian Idi Cut, selepas acara Dakwah Aceh Merdeka, Rabu (3/2) dua pekan
lalu. Teror tidak hanya diterima masyarakat biasa, namun juga para aktivis
LSM, pengacara, wartawan, anggota DPRD dan sejumlah tokoh masyarakat Aceh.

        Masyarakat Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan
ketakutan karena ancaman dan teror  dari orang-orang tak dikenal.  Teror
lainnya datang dari pasukan ABRI  dengan cara unjuk kekuatan.  ABRI secara
mencolok menempatkan pasukan dan peralatan perang di tengah pemukiman penduduk.
Banyak pula warga yang mengaku sering didatangi aparat tanpa kepentingan
yang jelas. Ada yang cuma untuk membentak-bentak tanpa ujung pangkal.
"Hal-hal seperti itu membuat suasana di desa kami kurang nyaman," kata
seorang warga Seuneubok Aceh Idi Cut, Aceh Timur.

        Warga masyarakat yang bertempat tinggal sekitar Markas Koramil Idi
Cut, sejak terjadi insiden berdarah yang menewaskan belasan orang itu,
dilaporkan, tak berani keluar rumah pada malam hari. Para pemuda di Desa
Leubok Aceh dan Matang Gantoe juga tak berani keluar di malam hari karena
ratusan tentara mendirikan markas darurat di kantor camat, gedung sekolah
dan di Markas Koramil.
Munculnya banyak tentara dan berdirinya sejumlah pos komando ABRI
mengingatkan warga Aceh di masa DOM dulu. Masyarakat Idi Cut mengaku
mengalami trauma yang luar biasa karena suasana perang itu. Sejumlah kios
yang berada di sekitar lokasi pasukan hingga kini belum berani membuka kiosnya.

        Suasana mencekam terasa ketika, Selasa (9/2) lalu tak nampak
masyarakat dari berbagai penjuru yang datang untuk berbelanja atau berjualan
di ibukota Kecamatan Darul Aman. Padahal di hari pekan, selalu banyak orang
berdatangan. Selasa lalu adalah hari pekan di kecamatan itu. Dari Idi Cut
juga dilaporkan, penembak misterius terus berkeliaran dan membuat masyarakat
makin ketakutan.
Teror juga diterima puluhan janda anggota Forum Organisasi Perempuan Janda
Korban DOM se-Aceh (Forjadom). Menurut Nurlaila dan Hudiah, Ketua Umum dan
Sekretaris Jenderal Forjadom, para janda DOM didatangi dan diancam aparat ABRI.
Forum LSM Aceh yang beranggotakan 78 LSM juga menemukan merebaknya teror dan
intimidasi aparat ABRI di daerah-daerah bekas DOM belakangan ini. Bahkan,
ada petugas yang menggeledah posko penanggulangan korban kekerasan yang
didirikan mahasiswa di Buloh Blangara, Aceh Utara.

        Forum LSM Aceh meminta Danrem 011/Lilawangsa, Johnny Wahab
mengungkap bergeraknya pasukan tak dikenal di wilayahnya. "Forum LSM juga
meminta seluruh komponen masyarakat Aceh menolak pembentukan Kodam
Iskandarmuda, karena akan menambah banyaknya pasukan militer di Aceh," ujar
Sekretaris Eksekutif Forum LSM Aceh, Afrizal Tjoetra.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 10 Feb 1999 jam 12:48:28 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke