---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- From: wong cilik Hari-hari ini koran ibukota kembali memuat berita tentang ditunjuknya TUGU PRATAMA sebagai penanggung Asuransi KPS (kontraktor Production Sharing ) Pertamina hal ini sesuai dgn Surat Edaran dirut pertamina No: 58/facs/c0000/99 meskipun diakhir tahun lalu Pertamina telah mengumumkan akan menceraikan TUGU. Tidak saja anggota DPR yang menjadi sewot tak kurang dari MENTAMBEN Kuntoro Mangkusubroto juga telah mengionstruksikan agar diadakan tender ulang. Masalahnya apakah benar pernyataan Dirut Pertamina Hanya Tugu yang mampu mengcover ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus mengetahui lika-liku penempatan bisnis Asuransi Pertamina oleh TUGU. Obyek asuransi pertamina yg kabarnya preminya 120 juta dollar perbulan memang suatu soiphisticated risk ,Tugu biasanya menempatkan nya melalui TUGU-RE ( anak perusahaan )---kemudian ke ENERGEX London (kronie) --kemudianke Lloyd Broker baru ke LLoyd ,jadi anda bisa bayangkan betapa banyak network yg mesti dilalui dan masing-masing makannya DOLLAR jadi jangan heran bahwa premi yg dibebankan pada PERTAMINA maupun KPS membengkak menjadi 5x lipat dari premi yang sewajarnya ada di pasaran internasional itulah sebabnya perusahaan seperti JASINDO yang nota bene milik NEGARA tak mampu menembus birokrasi ini hal lain karena para reasuradur diluar negeri lebih suka memback up TUGU dari pada asuransi lain yang setiap tahun tidak pernah kebagian rejeki ini. Lalu apa hubungannya dgn saya dan anda ? toch yg bayar kan Pertamina atau KPS ....? Memang benar akan tetapi itu adalah menjadi beban negara ,dan Negara yg bayar pajak saya dan anda...jadi mereka tetap akan mempertahankan TUGU dgn berbagai dalih. Mampukah Mentamben Kuntoro mendobrak ini semua ..? Saya cuman bisa berdoa..! Wong cilik ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 10:05:36 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
