----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

ISYU BARU DEWI FORTUNA ANWAR

Dalam wawancara khusus tentang Timtim di studio
RCTI yang dipandu oleh Cris Kelana, Dewi Fortuna
Anwar salah seorang Asisten Mensesneg bersama Mario
Vegas Carascalao Mantan Gubernur Timtim yang kini
menjadi anggota DPA, tampil memukau  yang kami yakin
membuat puas para pemirsa RCTI yang menyaksikan acara
itu. Penampilan kedua tokoh memang tampak kontras,
karena disatu sisi Dewi mencoba menjelaskan proses
munculnya gagasan/opsi baru pemerintah dalam penyelesaian
masalah Timtim, sementara Mario cenderung tendensius
dan mendesak Pemerintah RI untuk segera merealisasikan
gagasannya agar memisahkan Timtim dari negara kesatuan
RI.  Namun yang lebih menarik dari proses wawancara itu
adalah pernyataan Dewi seputar persoalan Timtim yang
dapat menjadi isyu baru bagi bangsa Indonesia dalam
mencermati dan menyikapi persoalan Timtim sebagai
persoalan bangsa Indonesia. Beberapa isyu penting
versi Dewi antara lain:
1.  Bahwa masalah Timtim sudah merupakan komoditi
politik dan ekonomi. Artinya, persoalan Timtim tak
akan pernah terselesaikan karena sudah menjadi komoditas
politik dan ekonomi kalangan tertentu. Ini berarti jika
permasalahan Timtim selesai banyak orang yang akan
kehilangan jabatan politik dan bahkan kehilangan sumber
ekonomi/mata pencahariannya.
2.  Melepas Timtim dari RI berarti Indonesia kembali
ke khittahnya. Artinya Indonesia akan kembali
kejatidirinya semula sebagai sebuah negara merdeka
yang melepaskan diri dari belenggu penjajahan Belanda
lewat perjuangan bersenjata dan diplomatis, bukan
lewat pemberian hadiah Belanda sebagaimana
kemerdekaan negara berkembang pada umumnya.
Jadi kredibilitas Indonesia sebagai negara agresor
akan hilang dan ini menguntungkan secara politis,
bahkan secara ekonomis Indonesia akan diuntungkan
karena kehilangan beban anak manja yang selalu
diprioritaskan dalam pendanaan pembangunan lewat
subsidi APBD Timtim.
3.  Timtim tak akan sama dengan Aceh, Irja, Maluku
Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan sebagainya karena
Timtim tidak bersama daerah lain dalam memproklamasikan
kemerdekaan RI. Artinya rasa memiliki terhadap negara
kesatuan memang tidak melekat pada diri rakyat Timtim
dan solidaritasnya terhadap sesama warga daerah lain
jelas tidak sekental dengan yang dimiliki warga Maluku,
Irja, Aceh dan sebagainya.
Dari isyu ini dapat dipahami bahwa rakyat Indonesia
yang 220 jiwa minus warga Timtim akan lebih beruntung
jika melepas Timtim daripada merangkulnya sebagai bagian
dari bangsa Indonesia yang tetap akan menjadi beban.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 10:10:42 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke