----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

GEMURUH IDE NEGARA FEDERASI DARI ACEH

Dalam seminggu terakhir, bahana munculnya ide
pendirian negara Federasi bergulir dari DI Aceh
melalui pernyataan-pernyataan Gubernur daerah itu,
padahal seingat saya sekitar 2 bulan lalu Bapak
Syamsudin Machmud dalam kapasitasnya sebagai
Gubernur DI Aceh yang tampil pada sebuah seminar
di UI Depok, justru dengan lantang mengharamkan
gagasan Negara Federal dalam konsep pemerintahan
dan kenegaraan RI, yang semula digagas oleh Ketua
PAN Amien Rais. Apakah ini sikap dan sifat Plin-plan
atau kemunafikan Gubernur Aceh atau ada tekanan lain
yang merubah sesaat pandangan politiknya sebagai
Kepala daerah..? masih perlu diteliti. Namun yang
pasti bagi saya sebagai salah seorang partisipan
seminar pada waktu itu berkesimpulan bahwa perubahan
drastis sikap dan pandangan Pak Gubernur Aceh sangat
mungkin karena: 1) akibat teror dari para tokoh
Gerakan Aceh Merdeka yang telah mampu menguasai
situasi lingkungan sekitar beliau saat ini, dan 2)
karena kepentingan pribadi maupun sebagai pejabat
Pak Gubernur mungkin tak terpenuhi oleh Pemerintah
Pusat (Jakarta). Dua kemungkinan ini cukup menjadi
alasan kuat bagi saya untuk menilai aksi dan gerakan
Gubernur Aceh yang secara konstitusional telah
mengingkari nilai dan semangat perjuangan para
pendiri Republik tercinta dengan komitmen mendirikan
negara Kesatuan di atas landasan semangat Proklamasi
17 Agustus 1945.
Situasi ini dalam asumsi saya sebagai mahasiswa UI
adalah kondisi yang menantang segera hadirnya
pernyataan Mbak Megawati putri Proklamator RI yang
kini menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan. Atau
mungkinkah aksi pak Gubernur itu merupakan sinyal
permusuhan rakyat Aceh terhadap kiprah PDI perjuangan
di daerah itu ? ini juga masih tanda tanya besar.
Namun yang pasti figur Megawati yang Ketua PDI
perjuangan dengan prinsip dan sikap politiknya yang
menolak gagasan negara Federasi tentu cukup sulit
mengakar di Aceh seiring dengan gemuruhnya gagasan
negara Federasi lewat aksi Gubernur daerah bersangkutan.
Sementara waktu bahana ide ini mungkin terus bergulir
ke seputar wilayah Aceh karena belum terusik dengan
kesadaran masyarakat yang masih dirundung rasa duka
mendalam atas berbagai aksi kerusuhan yang terjadi
belakangan ini, tapi ketika kesadaran berbangsa dan
bernegara rakyat Aceh yang selama ini konsisten dengan
komitmen negara Kesatuan, maka bukan mustahil jika
dalam minggu atau bulan ini juga akan bergulir gerakan
demonstrasi menuntut lengsernya Gubernur Aceh dari
kursi kekuasaannya.

Kita tunggu reaksi, khususnya dari warga PDI
perjuangan dibawah komando Mbak Megawati.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 10:12:03 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke