---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk SOEHARTO BEBERKAN KEKUATANNYA JAKARTA, (SiaR, 12/2/1999) Soeharto kembali mempanggil orang untuk jadi juru bicaranya Kali ini yang dipanggil adalah Dr Sulastomo MPH, Ketua HMI periode 1963-1966, yang diminta membeberkan kekuatannya. Kepada Sulastomo pada 1 Februari 1999, Soeharto membeberkan kekuatannya, termasuk dukungan kuat dari ABRI sampai saat ini. Menurut Soeharto, ia sebenarnya masih bisa bertahan jadi presiden, karena dukungan ABRI terhadapnya masih kuat. "Kalau saja mau, Pak Harto masih bisa bertahan sebagai presiden, tak perlu mundur 21 Mei lalu. Kenapa, karena Pak Harto yakin benar bahwa ABRI masih di belakangnya," papar Sulastomo, kepada wartawan di Hotel Regent Jakarta Kamis (11/2). Dalam acara itu, Sulastomo secara khusus mengundang wartawan untuk membeberkan hasil pertemuannya dengan Soeharto. Dan konon, acara itu memang disengaja dan didanai Cendana, sebagai salah satu pembelaan terhadap hujatan yang masih saja deras mengalir ke Cendana. Tapi ia menolak tudingan wartawan bahwa dirinya kini jadi salah satu humas Cendana. Dalam kesempatan itu Sulastomo ingin menunjukkan bahwa Soeharto ikhlas mundur. Termasuk keihklasan Soeharto untuk mundur pada saat terjadi krisis Mei lalu. Artinya, menurut Sulastomo, Pak Harto merasa sayang terhadap para mahasiswa yang dinilainya masih murni dari kepentingan politik. "Pada kesempatan itu Pak Harto kembali kata-katanya bahwa tidak jadi presiden juga tidak 'patheken'," kata Sulastomo. Sulastomo, menuturkan, ia ngobrol tentang banyak hal selama 1,5 jam. Materi obrolan berkisar hujatan, KKN, Mobnas, dan latar kerusuhan. Dalam obrolan itu, menurutnya Soeharto membantah bahwa ia punya banyak kekayaan, apalagi mengotaki kerusuhan. "Banyak orang menuduhnya punya duit Rp 4 trilun. Tapi Soeharto hanya mengaku punya duit Rp 20 miliar di tiga bank. Masih punya satu rekening lagi di Bank Tamara, tapi jumlahnya cuma Rp 300.000 sehingga tak disebut," katanya. Uang itu, lanjutnya, merupakan hasil gajinya sebagai presiden selama 32 tahun, selain sisa perjalanan dinas, pensiunan sebagai anggota ABRI dengan pangkat jenderal besar berbintang lima, dan hasil kontrakan di dua rumahnya di Jakarta. "Pak Harto juga siap menandatangani cek pengeluaran uang yang diduga hasil korupsi. Tetapi Pak Harto juga akan menuntut kalau ada orang yang tanpa sepengetahuannya membuka rekening atas namanya. Pak Harto kini merasa kurang perlindungan hukum terhadap dirinya sekarang," kata Sulastomo.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 12 Feb 1999 jam 18:54:36 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
