----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang
Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews.
----------------------------------------------------------

Tanggapan untuk LION - Komentar Habibie ttg Singapore

Saya sengat setuju dengan komentar bung lion, dimana pernyataan Habibie
menunjukan bahwa dia adalah seorang rasialis. Bagaimana seorang presiden
yang negaranya sedang menghadapi masalah SARA yang membara, sempat
membuat
komentar berbau SARA seperti itu.

Bagaikan anak SD  pulang dengan angka ulangan matematika yang
buruk (katakan angka test matematika adalah 2), dan malangnya anak ini
dimarahi oleh sang ibu. Lalu sang anak berkomentar "tuh si Amin
benar-benar
malas, angka ulangannya saja dapat 0 (NOL). Tidak seperti saya!!. "

Apakah angka ulangan si Amin benar-benar 0 (nol)? Belum tentu, Yang
pasti sang anak mencari kambing hitam sebagai batu pijakan untuk
menutupi kesalahan sendiri.

Berbeda dengan Habibie yang secara tidak langsung membuka kedok sendiri.
Dari komentar Habibie terkandung kesan jika dia seorang rasialis lebih
tepatnya anti Chinese. Seperti yang bung Lion pernah utarakan ".....
Habibie juga pernah mengatakan (semasa masih  sebagai Menristik) bahwa
merosotnya ekonomi Indonesia, penyebab utamanya adalah pengusaha etnis
Cina."

Bagaimana dengan pernyataan maaf terhadap korban Mei 13-14( kaum
Chinese )?  Pemerintah gagal melindungi rakyat sendiri sehinga banyak
jatuh
korban jiwa dan harta, dan Kaum Chinese yang menanggung penderitaan
terbesar dan tidak sedikit  wanita Chinese yang diperkosa secara
sadistis.
Lalu Habibie selaku kepala negara seharusnya bertindak tegas mengatasi
masalah ini dan minta maaf kepada rakyat atas kegagalan pemerintah
menjaga keamana rakyat. Tapi masalah ini dibiarkan berlarut-larut,
hingga hampir setiap kerusuhan kaum Chinese yang kena batunya. Apalagi
penyataan "maaf" dari mulut Habibie kepada kaum Chinese, sulit sekali
bagi Habibie untuk minta maaf, seperti disuruh minum racun.

Lion,Komentar Habibie ttg Singapore Menunjukkan Perilaku Sebenarnya?
"Seperti yang saya katakan di atas, apabila sikap ini berlatar belakang
sikap anti-Cina (karena penduduk Singapore mayoritas beretnis Cina
dengan kendali pemerintah berada di tangan etnis yang sama), maka
jangan-jangan sikap yang sama juga diam-diam ada pada Habibie terhadap
negara seperti RRT (termasuk Hongkong), dan Taiwan, karena negara-negara
beretnis Cina itu juga relatif bertahan terhadap badai krisis ekonomi?
Tidak seperti Indonesia yang nyaris kiamat ekonominya?"

Munkin saja Habibie diam-diam memiliki sikap tidak suka terhadap
negara yang mayoritas beretnis Chinese.

Mari kita tengok sejenak negara tetanga kita "Singapore" yang "kata"
Habibie adalah negara diskriminasi ras. Seorang menteri Pembangunan
Masyarakat c/q urusan agama Islam(Singapore Minister-in-Charge of
Muslim Affairs) Abdullah Tarmugi, adalah seorang pejabat penting
di dalam pemerintah Singapore yang berdarah Melayu, yang protest atas
komentar Habibie. Bahkan ada berapa angota parlement yang juga berdarah
melayu yang ikut memprotes habibie.

Dari sini dapat disimpulkan setidak-tidaknya masih ada warga berdarah
melayu yang duduk diposisi penting dalam politik/pemerintah.

Lalu ada berapa warga Chinese Indonesia yang mempunyai kedudukan
penting dijajaran pemerintahan Indonesia? Katanya jaman "Reformasi".
Hanya James Riady satu-satunya warga Chinese yang mendapat kesempatan
ikut berpartisipasi berpolitik, dan posisinya hanya sebagai wakil
DPR. Itu pun masih berbau KKN, dimana James Riady adalah kerabat dekat
president Amerika Bill Clinton.
Adakah menteri berkulit kuning yang pernah menjabat jabatan
penting di Indonesia sejak ORBA? Kalau ada, itu pun juga Bob Hasan
(kroni
nya suharto lagi).

Menteri Pendididan Juwono Sudarsono di Strait Times dan Newsradio 93.8,
hari Kamis (11/2), dikutip mengatakan Presiden Habibie mungkin mendapat
keterangan yang salah mengenai jumlah kaum Melayu dalam jajaran militer
Singapura. ''Saya kira para pemimpin Singapura memahami Presiden
Habibie banyak tahu dan tidak tahu mengenai Singapura. Dia mungkin
memahami banyak mengenai teknologi, namun dia mungkin tidak banyak
paham mengenai konteks sosial dan ekonomi."

Apakah Habibie benar-benar kurang memahami negara Singapore atau
Habibie masih jengkel dengan Singapore (karena keterlambatan bantuan
,keterlambatan ucapan selamat setelah Habibie naik tatah, atau ucapan
Lee Kuan Yew yang pada Februari tahun lalu mengatakan pasar uang akan
terganggu  karena kriteria wakil  presiden yang dikemukakan Presiden
Soeharto).

Apakah Habibie patut dipilih sebagai presiden mendatang? Pada saat
seperti ini seharusnya Habibie mencurahkan energinya untuk memperbaiki
ekonomi Indonesia, bukannya cari masalah baru.

Saya sangat setuju dengan bung Lion, jika B.J Habibie adalah Badut
Jempolan Habibie.

Kalau negara kita terus dipimpin oleh Badut Jempolan mungkin Indonesia
akan benar-benar kiamat sebelum waktunya.

salam
hankman

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Feb 1999 jam 10:56:09 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke