---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Dengan mengClick banner sponsor anda menyumbang Rp. 1000,- untuk HomePage IndoNews. ---------------------------------------------------------- From: wahyu jatmiko Pembodohan Massal untuk kesekian kalinya... Fakta-fakta : 1. UU Politik yang baru diresmikan, ABRI mendapatkan 38 kursi, hal yang tidak masuk akal untuk kondisi sekarang yang multipartai. 2. Arogansi militer, dengan dalih untuk mengamankan PEMILU melalui program KAMRA, yang sengaja disiapkan untuk menghadapi aksi demonstrasi Mahasiswa. 3. Pembusukan aksi Gerakan Moral Mahasiswa ke masyarakat, agar gerakan mahasiswa dimatikan, sebagai cara untuk membungkam suara mahasiswa yang vokal dan kritis dan ditakuti akan menjadi penghalang terbesar strategi politik mereka (Militer). 4. Petinggi ABRI yang enggan dan tidak serius untuk mengungkap dalang provakator kerusuhan selama ini, yang disinyalir merupakan orang-orang sakit hati akibat gerakan pro-reformasi, walaupun data-datanya sudah ada di kantor Menko Polkam. 5. Adanya kemungkinan move politik tingkat tinggi dari militer dengan membuat atau sengaja membiarkan keadaan negara yang kacau balau, sehingga pada saatnya nanti dapat menerapkan aturan keadaan darurat sipil, darurat negara ataupun darurat perang (terdapat dalam SOB), dimana diadakan pengambilalihan kekuasaan oleh militer karena penguasa dianggap tidak mampu untuk menyelesaikan keadaan negara (kemungkinan momen yang paling tepat adalah pada saat PEMILU) 6. Pendekatan ke tokoh tokoh reformis untuk memuluskan langkah militer ke depan menuju kursi kekuasaan "WASPADAI GERAKAN / TRIK-TRIK MILITER UNTUK MEREBUT KEKUASAAN SECARA PAKSA, DEMI MELANGGENGKAN AMBISI PRIBADI PIMPINAN ABRI, DAN USAHA-USAHA UNTUK TETAP MELAKSANAKAN KONSEP GERAKAN DARI ABRI YANG SELAMA INI SUDAH MERASAKAN KENIKMATAN SELAMA REZIM ORDE BARU." Gerakan mahasiswa sekali lagi bukan gerakan politik yang punya kepentingan untuk kekuasaan. Gerakan mahasiswa hanya ingin proses demokrasisasi di negara tercinta ini berjalan dengan baik dan benar. Gerakan mahasiswa tidak ingin kemurnian demokrasi dikotori dengan trik-trik politik yang licik dan tidak bermoral. Mahasiswa tidak mempermasalahkan pemimpin bangsa harus berlatar belakang dari sipil ataupun militer, asalkan saja pemilihannya melalui sistem yang demokratis dipilih oleh rakyat sendiri secara jujur dan adil dan tanpa adanya pressure-pressure, serta kemampuan personal calon pemimpin tersebut tak diragukan lagi untuk menjadi nahkoda yang baik bagi bangsa ini. Mari bersama-sama berjuang untuk menuju Indonesia Baru yang demokratis, dimana hak-hak dan kewajiban tiap warganegara di junjung tinggi, demi menuju keadilan dan kemakmuran bangsa. "AROGANSI ADALAH SESUATU YANG DAPAT MENMGHANCURKAN NEGARA DENGAN MEMECAH BELAH PERSATUAN DAN KESATUAN KOMPONEN-KOMPONEN BANGSA DI DALAMNYA.........." "Hiduplah Indonesia Raya...." dodol "FMD" (Front Mahasiswa/Masyarakat Dayeuhkolot) "Berjuang dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.." Ditulis setelah mendapat masukan dan inspirasi dari beberapa sumber "F M D" Front Mahasiswa Dayeuhkolot Kampus STT Telkom Jl. Radio Palasari Bandung 40257 Tlp.62-22-7564108-2189 Pemilu 99 Akankah ada perubahan ? Selama ini Kita selalu diberi harapan bahwa pemilu akan membawa Indonesia menuju perbaikan dan perubahan. Sehingga akhirnya banyak pihak yang mau tidak mau akhirnya menunggu dan berharap banyak bahwa dengan pemilu , kehidupan demokrasi dapat terlaksana , perubahan dapat terjadi, dan kedaulatan rakyat dapat tercapai. Satu hal yang selalu dibiarkan dan seolah terlupakan bahwa mereka yang menentukan dan merancang pemilu merupakan 'bekas' pendukung rezim orde baru dan mereka adalah orang-orang yang telah dipercaya oleh rezim orde baru dan suharto untuk 'menyuarakan aspirasi rakyat dengan menjadi 'wakil rakyat '. Mereka adalah bagian dari rezim orde baru. Sungguh ironis , bahwa mereka yang pada awalnya (dan sudah seharusnya dan sepantasnya ) merupakan objek dan target dari tuntutan reformasi perubahan - tuntutan reformasi -, sekarang malahan telah sukses memposisikan dirinya sebagai subyek dan menjadi satu satunya pihak yang dapat dan berhak menghasilkan berbagai macam keputusan yang katanya , untuk mendukung proses perbaikan dan perubahan. Mereka yang selama ini selalu terbukti tidak mampu ( atau tidak mau ) memperhatikan aspirasi rakyat sampai sekarangpun masih bebasnya memaksakan kehendak dalam merancang suatu perubahan tanpa bisa diganggu -gugat (sepertti pada waktu sidang istimewa ). Sekarangpun dapat dilihat dengan jelas bahwa dalam proses pembentukan RUU Pemilu, Sama sekali tidak terlihat adanya suatu kesungguhan , usaha , dan niat untuk benar-benar menjadikan pemilu sebagai 'pintu gerbang ' menuju perubahan di Indonesia Militer tetap berada di DPR. Militer tetap mempunyai kesempatan menjadi salah satu kekuatan yang menentukan 'nasib rakyat', seperti yang telah terjadi selama orde baru . Padahal kita semua tahu dan telah mengalami , selama militer masih berada DPR dan selama militer menentukan 'nasib rakyat' maka demokrasi sama sekali tidak akan dapat berjalan. yang akan terjadi adalah ' demokrasi ala orde baru', dimana kedaulatan rakyat terus menerus dinjak-injak. Jadi apakah pemilu dapat menjamin perubahan di Indonesia ? sangat diragukan sekali pemilu dapat berjalan secara demokratis dan menjadi awal dari perubahan di Indonesia. Kita lihat saja apakah Pemilu nanti hanya sekedar basa-basi dan formalitas saja , seperti pemilu-pemilu lalu yang selalu sukses sebagai ajang penipuan dan pembodohan rakyat. Bila benar ini yang akhirnya yang terjadi , maka apa yang terjadi selama ini adalah suatu sandiwara komedi ditengah-tengah keinginan tentang suatu perubahan total dan perjuangan untuk mengembalikan kedaulatan rakyat. dan lagi lagi rakyat dikecewakan demi suatu ambisi para penguasa dan 'bekas ' pendukung rezim orde baru untuk tetap berkuasa "F M D" Front Mahasiswa Dayeuhkolot Kampus STT Telkom Jl. Radio Palasari Bandung 40257 Tlp.62-22-7564108-2189 Demokrasi Dan HAM Dalam satu sistem demokrasi setiap generasi haruslah menjadi pejuang. Karena kalau satu generasi kehilangan semangat berjuang untuk melanggengkan demokrasi, dimana HAM manusia harus dijunjung setinggi-tingginya, maka yang terjadi adalah perbenturan kepentingan dan gesekan antar golongan yang melahirkan anarkisme. Kita tidak bisa bayangkan kalau sebelum kita memiliki sistem yang demokrasi, kita sudah membiarkan diri kita untuk tidak memperjuangkan hak-hak kita. Kita membiarkan kepentingan golongan lain menginjak golongan lainnya. Kita tidak bisa membiarkan tirani menjadi tatanan hidup bangsa ini. Untuk tidak menjadikan perjuangan yang sudah sama-sama kita lakukan dulu menuju sebuah bentuk pemerintahan anarkis maupun tiran, kita harus selalu bisa memperjuangkan hak-hak kita dan hak-hak golongan tertindas. Kita tidak mungkin menjadi bangsa yang demokratis kalau kita hanya menutup mata saja terhadap segala pelanggaran HAM di sekitar kita. Kita tidak bisa menjadi bangsa yang besar kalau rakyatnya sendiri tidak mau memperjuangkan haknya dan kebebasannya. Kita hanya akan menjadi bangsa bermental terjajah. Kasus Trisakti, DOM Aceh, Timor-Timur, Marsinah, Banyuwangi, Tanjung Priok, Semanggi, Ketapang dan Kupang serta lainnya yang tak kunjung selesai menunjukkan bahwa kita memang harus memperjuangkan hak kita sendiri. Apakah hukum diciptakan hanya untuk mengatur rakyat? Apakah perangkat negara juga menutup mata terhadap tuntutan rakyat yang seharusnya menjadi perjuangannya. Tampaknya kita harus berjuang sendiri. Kita harus menunjukkan pada mereka bahwa kita juga perlu dihargai. Kita harus mau menuntut mereka untuk menunjukkan siapa penindas dan menghukum si penindas. Karena kalau menemukan siapa yang salah saja kita tidak bisa, jangan berharap kejadian yang sama tidak akan terulang lagi. Sekali lagi, nampaknya kita harus berjuang sendiri karena kita adalah anak-anak demokrasi. Kita adalah generasi pejuang dan kita tidak ingin tirani dan anarkisme menjadi akhir perjuangan kita. Kita harus mau memperjuangkan hak-hak kita dan hak-hak sesama kita karena kita adalah anak-anak demokrasi untuk menjadi Indonesia yang lebih baik. "F M D" Front Mahasiswa Dayeuhkolot Kampus STT Telkom Jl. Radio Palasari Bandung 40257 Tlp.62-22-7564108-2189 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Feb 1999 jam 10:57:12 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
