---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Kondisi Timtim BERAGAM tanggapan dari masyarakat mengenai Timor Timur, berkenaan dengan pernyataan pemerintah tentang rencana alternatif masa depan kawasan tersebut membawa dampak negatif, karena reaksi yang berlebihan. Sebagai salah seorang yang pernah terlibat dalam kancah pergerakan integrasi, rasanya terpanggil untuk sekadar memberikan pengalaman, agar masyarakat banyak bisa mengetahui keadaan pada saat rakyat Timtim porakporanda dibantai Fretilin, menciptakan kehancuran tatanan sosial ekonomi, di mana-mana terlihat kondisi rakyat pribumi yang amat memprihatinkan. Saya sebagai salah seorang kru LCM Antasensa, yang bertugas di Timtim Medio Desember 1975 sampai dengan April 1976, mengalami banyak hal mengharukan yang tidak layak dikemukakan dalam ukuran peradaban. Sebagai contoh adalah peristiwa tragis yang dialami oleh keluarga Bapak Mariano Lopez Da Cruz. Kondisi sosial pada saat itu menunjukkan fenomena tragis, akibat hengkangnya Portugis dari Timtim karena mungkin menganggap bahwa Timtim sudah tidak ekonomis lagi untuk dieksploitasi. Dan untuk menghilangkan jejak kotornya, menciptakan konflik sosial yang tajam, agar dia terbebas dari tuntutan tanggung jawab. Masuknya sukarelawan Indonesia ke Timtim lebih didorong oleh rasa kemanusiaan, karena dari sisi etnis, penduduk asli Timtim sama dengan penduduk yang berdomisili di wilayah Indonesia lainnya, seperti Kupang, sekitar Pegunungan Tengger, dan sebagian masyarakat pedalaman Banten. Keadaan sosial masyarakatnya religius, sedangkan Fretilin adalah komunis dan cenderung Atheis. Dari visi politik didominasi oleh warga keturunan Indo Afrika-Asia, Afrika-Eropa, Australia-Eropa dan Australia-Afrika. Merekalah yang bisa sekolah sampai ke Lisabon, Portugal. Sedangkan penduduk asli pribumi, hanya bisa sekolah sampai dengan kelas empat, tidak lebih dari itu. Kedatangan saya di sana membawa bahan makanan dan obat-obatan yang disambut sebagai saudaranya yang sudah terlalu lama berpisah. Banyak kisah sedih yang ditumpahkan. Demikian kiranya sebagai penglihatan saya selama di Timtim. Mudah-mudahan bisa menjadi pelengkap bahan kajian para wakil rakyat yang mulia pada sidang MPR yang akan datang. Kiranya keputusan yang diambil tidak akan menambah penderitaan di wilayah Timtim itu. ENDANG SUTIMBUL Bekasi 17112 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Feb 1999 jam 08:58:22 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
