---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- MENGAPA TIDAK DARI SEGI POLITIK? Sulit sekali dan seret sekali buat membawa Suharto ke sidang pengadilan. Baru pada tahap tanya-jawab dan klarifikasi saja sudah bukan main tanda-tanda kemacetannya. Semua orang juga sebenarnya tahu,bukannya sulit,bukannya seret,tapi memang dibuat sulit dan seret.Oleh orang-orang tertentu yang termasuk pengikut,kroni,pangagumnya,kalau bisa bahkan,-sudahlah,ampunilah dia,bebaskanlah dia.Ini maunya.Dengan demikian berbagai jalan dicari,diusahakan agar perkara ini berlambat-lambat,bermacet-macet,bersulit-sulit dan dengan pelan-pelan raib ditelan waktu. Dalam pada itu dicoba dengan berbagai cara agar ada peristiwa-peristiwa lain yang sifatnya besar,mengejutkan,dan bisa melupakan peristiwa yang sedang dihadapi ini : pengadilan Suharto.Misalnya membuat huru-hara,kerusuhan,rekayasa berbagai usaha ke arah itu,agar terlupakan apa yang sedang dijalankan. Usaha membawa Suharto ke pengadilan ini adalah hanya dari segi ekonomi,dari segi korupsi,penimbunan harta,perampokan,penggelapan keuangan negara dan rakyat.Tetapi sebenarnya kejahatan Suharto tidak saja dari segi ekonomi,yang paling parah justru dari segi politik.Karena politik kekuasaan yang memusat dan korup itulah maka dia bisa berbuat demikian.Karena dia mempunyai kekuasaan politik itulah maka dia bisa berbuat apa saja,dan berbuat apa saja itu,sampai kini,sampai detik ini.Pengadilan,Mahkamah Agung,dan Andi Ghalib serta teman-temannya bagaikan main layangan,ulur-tarik,sampai kini adalah karena sisa-sisa kekuasaan politik Suharto yang samasekali belum terkikis. Menurut apa yang ada,sebenarnya dari segi politik,bukanlah hal sulit untuk menemukan kejahatan Suharto. Ambillah contoh,mengapa kekuasaan itu ada padanya,memusat kepadanya. Yang paling pokok bisa dimulai ketika dia memanipulasi Supersemar,Surat Perintah Sebelas Maret itu dulu.Agar kita semua tahu dengan jelas walaupun sudah banyak yang pernah membaca dan mendengarnya,ada baiknya kita ulangi apa isi sesungguhnya Supersemar itu : SURAT PERINTAH Mengingat : Tingkatan revolusi sekarang ini serta keadaan politik,baik nasional maupun internasional. Perintah Harian Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata/Presiden Panglima Besar Revolusi pada tanggal 8 Maret 1966. Menimbang : 1.Perlu adanya ketenangan dan kestabilan pemerintah dan jalannya revolusi. 2.Perlu adanya jaminan keutuhan Pemimpin Besar Revolusi dan Angkatan Bersenjata Republik Indo- nesia dan rakyat untuk memelihara kepemimpinan dan kewibawaan Presiden/Panglima tertinggi/Pe- mimpin Besar Revolusi serta segala ajaran-ajarannya. Memutuskan dan Memerintahkan: Kepada : Letnan Jenderal Suharto,Menteri Panglima Angkatan Darat untuk atas nama Presiden/Panglima Tertinggi Pemimpin Besar Revolusi. 1.Mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk terjaminnya keamanan dan ketenangan serta ke- stabilan jalannya pemerintahan dan jalannya revolusi,serta menjamin keselamatan pribadi dan kewiba- waan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris MPRS,demi untuk keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia dan melaksanakan dengan pasti segala ajaran Pemimpin Besar Revolusi. 2.Mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-Panglima Angkatan lain dengan se- baik-baiknya. 3.Supaya melaporkan segala sesuatu yang bersangkut-paut dalam tugas dan tanggung-jawabnya seperti tersebut di atas. Jakarta, 11 Maret 1966 PRESIDEN/PANGLIMA TERTINGGI/ PEMIMPIN BESAR REVOLUSI/ MANDATARIS MPRS tdd Soekarno Demikianlah isi lengkap Supersemar itu.Surat Perintah itu jelas samasekali tidak menyatakan berisi pelimpahan kekuasaan,melainkan pelimpahan tugas.Dan sudah itu harus melaporkan kepada yang memberi perintah.Tetapi semua kewajiban yang tertulis dalam perintah itu,samasekali diabaikan oleh Suharto.Malah lebih jauh lagi dengan Supersemar itu dengan merangkak dia merebut kekuasaan,kudeta merangkak,yang sangat tersamar dan terselimuti.Dengan Supersemar itu dia mengangkat dirinya sebagai penguasa tunggal dan sangat terfokus selama 32 tahun. Dan dalam pada itu,pada awal penegakan kekua- saannya,dia telah menyapu-bersih musuh-musuh politiknya,kekuatan PKI,kekuatan Marhaenis,kekuatan demokratis lainnya,pengikut ajaran Sukarno.Menyapu-bersih dalam pengertian kongkrit,membasmi jiwa,membunuh sampai jutaan nyawa.Memenjarakan puluhan-ribu tawanan politik tanpa diadili,dan yang sampai kini,sampai dia lengser tetapi tapol di bawah kekuasaannya dulu itu belum dibebaskan. Dan dalam pada itu dengan kekuasaan terpusat pada satutangannya itu dia membasmi musuh politiknya,secara bersenjata,memenjarakan siapa saja yang berani menentang,mengkritiknya,"menghinanya",membuat kerusuhan,menembaki gerakan Islam,dengan berbagai peristiwa seperti Tanjungpriok,Lampung,Aceh,Timtim,Irian,dll,dll.Penculikan,pembunuhan gelap,penyiksaan,penghilangan-nyawa banyak aktivis gerakan yang menentang dirinya,semua terjadi dan atas pengetahuannya bahkan atas izinnya. Kerusuhan,huru-hara dan kejatuhan krisis ekonomi serta krisis moneter,adalah ekor-ekor akibat kekuasaannya yang korup.Menurut catatan dunia(majalah Forbes) dia adalah kepala-negara nomor tiga di dunia yang paling kaya,dan tokh dia berani mengatakan bahwa dia tak punya uang simpanan satu senpun di bank dunia! Di Korea Selatan,ada dua kepala negara yang diajukan ke depan pengadilan.Dan kepala negara yang berani mengajukan yang dulu pernah atasannya sendiri itu,bahkan dengan berani juga menyeret anaknya sendiri.Yang paling pokok dalam menyeret mantan kepala negara itu karena kekuasaan politik.Bahwa kepala negara itu telah menembaki ratusan mahasiswa yang berdemonstrasi di Kwangju. Walaupun pada akhirnya hukuman-mati dan seumur hidup itu hanya dijalankan berupa tahanan-penjara hanya beberapa belas bulanan saja,tetapi masarakat dan rakyat sudah pada tahu,ada hukuman,menegakkan-hukum,menghormati hukum,menghormati demokrasi. Beranikah kepala negara sekarang membawa mantan kepala negara yang dulu atasannya sendiri,bekas profesornya,guru-politiknya,ke pengadilan secara tegas dan jujur,tidak dibuat-buat rekayasa seperti sekarang ini? Sudah sama kita ketahui akan apa jadinya. Sebenarnya kalau memang mau dan tegas serta jujur,Suharto dengan mudah dan gampang sudah punya bertumpuk kesalahan,kejahatan,dan dosanya,sudah ribuan bukti-nyata atas kesalahan dan kejahatannya.Tetapi apa yang banyak orang takutkan,dengan sebutan revolusi atau revolusi-sosial,justru kini sedang mengumpulkan ranting-ranting kering,kayu-bakar,bahan-bakar,dan itulah syarat-syarat serta kondisi terjadi dan meletusnya revolusi. Revolusi tak mungkin dapat dicegah juga tak mungkin direncanakan secara matang,dibuat kerangkanya,tanggalnya,kapan sebaiknya kita cetuskan.Revolusi akan pasti terjadi,entah kapan waktunya,tetapi memang tinggal pengumpulan bahan-bakar itu secara kulminasi,dan setiap terjadinya revolusi akan melahirkan pimpinannya tersendiri,bukan dikarbit,apalagi dipromosi.( Sobron Aidit ).- 12 Februari 1999,- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Feb 1999 jam 08:58:56 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
