----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

From: Gay Spice

Sdr. Muhajir,

Kalau yang anda maksud orang ISLAM adalah orang yang berserah diri
kepada ALLAH, maka romo Mangun, gus Dur dan ibu Gedong Oka adalah
orang-orang ISLAM ,itu adalah harapan saya. Tetapi kalau yang anda
maksud orang ISLAM yang KTP nya doang, dan mengira bahwa berdoa harus
pakai bahasa Arab, nama musti pakai nama Arab, pakaian harus pakai model
orang Arab dan menganggap bahwa semua orang Arab keturunan nabi dan
suci, dan Allah hanya berdomisili di tanah Arab, maka jauh-jauhin deh.

Kalau anda jeli sedikit, saya tidak bermaksud untuk berpikir negative
ttg. Agama ISLAM, tetapi sedikit kritis terhadap orang-orang yang
professinya menjual ISLAM sebagai komoditi untuk mencari kekuasaan,
nakut-nakutin orang dan membodohi rakyat Indonesia. Mungkin anda
tersinggung karena anda termasuk dalam katagori ini, dan golongan inilah
yang besar jasanya pada masa orde baru dan yang dalam masa reformasi
masih tega-teganya memperalat ISLAM untuk mengumpulkan PAM SWAKARSA  di
mesjid Istighal untuk menghadapi mahasiswa.

Maksud saya ialah mempertanyakan maksud Emha Ainun Nadjib, yang
tega-teganya mencari popularitas dengan menjual nama ALLAH DAN ISLAM
dengan mengadakan TOBAT NASIONAL, IKRAR HUSNUL KHATIMAH. Tobat yang
benar bukanlah tobat yang diumumkan dikoran, tv atau mengundang massa.
Masalah tobat adalah hubungan manusia dengan ALLAH. Tobat yang benar
adalah yang dapat mengubah rasa sirik, dengki dan iri hati menjadi rasa
penuh kasih sayang kepada sesama manusia. Tobat yang benar adalah tobat
yang tidak bisa dibatalkan hanya karena PDI PERJUANGAN mau mengadakan
rapat akbar.
Jadi kalau benar Suharto mau bertobat, dia enggak perlu ngomong sama
anda atau Emha dan Allah juga tidak perlu lapor sama anda dan Emha kalau
Suharto sudah diampuni dosanya.
Masalah bahwa Suharto pernah melanggar hukum dan masih belum diadili ,
itukan urusan duniawi.

Rasanya sudah banyak PREMAN-PREMAN yang menjual ISLAM untuk kepentingan
kelompok dan pribadi seperti KISDI dengan Pam Swakarsanya, Tuti Alawiyah
dengan malam Takbir Akbarnya untuk menyenangkan Suharto sehingga bisa
diangkat menjadi menteri, atau Doa untuk Suharto oleh alm. ARP. supaya
jadi menteri lagi. Jadi Emha hanyalah tambahan baru yang perlu
dicermati.

Tentang Zakat, uraian anda sangatlah menarik. Harta atau duit bukanlah
tinja. Dimata ALLAH, memang benar bahwa harta yang berasal dari
kejahatan adalah haram, tetapi dimata ulama belum tentu. Jadi kalau saya
bicara soal zakat, jangan dianggap menyinggung ISLAM, tetapi
pelaksanaanya. Kalau benar-benar zakat dilaksanakan sesuai dengan Al
Quran, bangsa Indonesia pasti sudah bebas dari fakir miskin, tetapi
karena pelaksanaannya enggak benar, maka anda tahu sendiri keadaannya.
Tak pernah saya dengar ada ulama yang menolak zakat yang dibayar oleh
pejabat pemerintah, padahal kita tahu bahwa pejabat pemerintah, mulai
dari tingkat kelurahan sampai presiden, koruptor semua. Bahkan, ongkos
naik haji di Indonesia paling mahal, karena orang Departemen Agama dan
pelaksananya korup semua, lebih baik dibubarkan saja.
Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, kepunyaan Suharto, yang kini
disedang diselidiki dan sumber dananya berasal dari uang haram, karena
berasal dari memeras rakyat, dulu sangat dinanti-nantikan ulama untuk
membangun rumah ibadah dan pesantren. Apakah boleh rumah ibadah dibangun
dengan uang haram.
Coba anda selidiki modal yang dikumpulkan untuk mendirikan surat kabar
Republika, bank Muamalat dan proyek IPTN, kan banyak uang rakyat dan
calon jema'ah haji yang diperas, kalau enggak enggak bisa pergi berhaji.
Apa mereka rela. Coba periksa ada engga nama rakyat didaftar pemegang
sahamnya.
Rasanya selama ulamanya dan MUI masih sibuk dengan urusan stiker halal
diindustri makan yang banyak duitnya daripada mempersoalkan masalah Hak
azasi manusia di Aceh, Timtim, Irian dan memerkosaan terhadap hak-hak
rakyat yang minoritas, selama itu juga wajah ISLAM  tetap porak poranda.
Satu hal yang perlu saya sampaikan pada anda bahwa anda tidak usah sok
memusuhi orang lain dengan alasan membela ALLAH, karena ALLAH adalah
MAHAKUAT DAN MAHAKUASA, jadi DIA tidak membutuhkan anda untuk
membelanya, happy valentine.

wassalam,
Masih bingung.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Feb 1999 jam 09:10:23 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke