---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- From: Gay Spice Dear Netter, Membaca disurat kabar bahwa saudara-saudara kita orang Tionghoa di Jawa Tengah dan di Kalimantan Barat dilarang merayakan Imlek di vihara, karena peraturan orde baru masih berlaku, sungguh membuat dunia tertawa. Sudah jaman reformasi , peraturan yang rasialistis dan anti Pancasila masih tetap dipertahankan. Saya usul kalau VIHARA tidak berani mengadakan peribadatan pada waktu tahun baru IMLEK, karena takut sama pejabat peninggalan ORBA, saya usulkan agar GEREJA , MESJID dan PURA membolehkan warga keturunan Tionghoa merayakan tahun baru IMLEK dan beribadat di tempat ibadat-ibadat tsb. Kalau Amin Rais dari Partai Amanat Nasional saja boleh menggelar liong dan barongsai sewaktu pawai akbar, mengapa liong dan barangsai tidak boleh ditarikan waktu tahun baru Imlek. Hayo jangan takut. Mana suara Partai Tionghoa Indonesia, Lius Sungkharisma,dan Jusuf Hamka. Memangnya kalau sudah jadi orang Kristen, Islam , Buddha atau Hindhu, orang Tionghoa sudah tidak merayakan IMLEK lagi ? IMLEK bukanlah monopoli warga keturunan Tionghoa yang beragama Khonghucu saja. Wassalam, Bangsa Indonesia ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 16 Feb 1999 jam 09:11:10 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
