----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
and click banner our sponsor
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


AKTIVIS ACEH DICULIK DAN DISIKSA

        BANDA ACEH (MeunaSAH, 16/2/99), Anwar Yusuf (23), aktivis Forum
Peduli Hak Azasi Manusia (FP HAM) yang 7 Februari 99 lalu, diculik intel
dari Kodim 0104 Aceh Timur Senin (16/2) lalu memberi pengakuan di hadapan
wartawan soal pengalamannya diculik. Menurut pengakuan Anwar, pada Minggu
(7/2) sekitar pukul 18.30 WIB, seorang tentara menjemputnya dari rumah. Saat
itu, ia baru tiba dari Arakundo dengan sejumlah anak muda untuk
melihat-lihat proses pencarian korban insiden Idi Cut yang dibuang ke sungai
tersebut.

        Anwar dibawa ke Markas Koramil Idi Rayeuk. Dari sana ia dibawa ke
sebuah rumah. Anwar diinterogasi oleh empat orang tentara, termasuk Rusli
Malem, petugas yang menjemputnya. Para ptugas itu menanyakan mengapa Anwar
mengajak para pemuda ke Sungai Arakundo.

        "Saya dituduh GPK sambil terus dipukuli saya," ujar Anwar.

        Anwar terus disiksa dengan dipukuli menggunakan balok besar, sapu,
dan bahkan kursi. Ia juga disiram air kopi dan diancam hendak ditembak
sambil diperlihatkan peluru.

        "Saya hanya berdoa dan terus memohon perlindungan dari Allah. Saya
pikir saya pasti akan dibunuh. Setelah puas memukul saya bergantian, baju
dan celana saya disuruh buka," ujar pemuda yang bekerja sebagai nelayan itu.

        Penyiksaan terus berlangsung. Balok besar itu diletakkan di bawah
pangkal lututnya dan ia disuruh jongkok. Tentu saja sakit. Anwar disuruh
rapatkan pahanya, lalu sebuah lilin menyala di dekat pangkal pahanya.
"Rasanya sakit sekali," katanya.

        Setelah para tentara itu puas memukul, Anwar, dengan hanya
mengenakan celana, disuruh tidur sambil duduk di kursi. Senin (8/2) sekitar
pukul 5.30 WIB Anwar dibawa ke Markas Kodim Aceh Timur di Langsa. Di Kodim,
ia disiksa lagi. Ia ditunjuki gambar-gambar sejumlah tokoh Aceh Merdeka.

        "Tentu saja saya tidak kenal mereka. Namun mereka malah marah dan
menyiksa saya lagi," tambahnya.
Anwar akhirnya dibawa ke kantor Polres Aceh Timur. Di Markas Polres Anwar
diperlakukan dengan baik. Para polisi bertanya mengapa ia ditangkap. Anwar
mendekam di tahanan polisi selama dua hari sebelum dibebaskan Rabu (10/2).
Abdul Gani Nurdin, Ketua FP-HAM mengecam penculikan relawannya itu. Anwar
pergi ke Banda Aceh, pada Jumat (12/2), berkat bantuan mahasiswa yang
mendirikan posko di Idi Cut. **


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Feb 1999 jam 09:58:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke